<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Bangsa ini Harus Belajar Kedisiplinan (2)</title>
	<atom:link href="http://weblogs.hianoto.net/2004/10/bangsa-ini-harus-belajar-kedisiplinan-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://weblogs.hianoto.net/2004/10/bangsa-ini-harus-belajar-kedisiplinan-2/</link>
	<description>Internet Marketing &#124; Parenting &#124; Food &#38; Travelling &#124; Personal Development</description>
	<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 14:49:20 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: Tahu Isi Benak Pikiran??-- Hian&#8217;s Weblogs</title>
		<link>http://weblogs.hianoto.net/2004/10/bangsa-ini-harus-belajar-kedisiplinan-2/#comment-2818</link>
		<dc:creator>Tahu Isi Benak Pikiran??-- Hian&#8217;s Weblogs</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jun 2006 04:39:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://weblogs.hianoto.net/?p=10#comment-2818</guid>
		<description>[...] Di luar dugaan, Brian pun menarik tangan saya dan berkata ingin ikut berfoto dengan Dea Imut. Penasaran, saya pun mengikutinya menuju ke rumah contoh yang sudah sangat padat dikerumuni orang-orang yang ingin berfoto bersama. Untuk pertama kalinya, saya melihat betapa Brian punya berkeinginan kuat untuk melangkah maju antrian tiap kali ada peserta lain di depan yang masuk ke dalam rumah contoh. Biasanya dia malah tergolong anak yang malu dan enggan antri berdesak-desakan seperti ini (yah, mirip dengan saya gitu deh  ). Tak segan-segan ia pun mendesak orang lain yang melanggar jalur antriannya. Jari tangan saya pun digenggamnya erat-erat. Selang beberapa lama kemudian, akhirnya kami pun mendapatkan kesempatan untuk berfoto bersama Dea Imut. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Di luar dugaan, <a target="_blank" href="http://family.hianoto.net/brian/" >Brian</a> pun menarik tangan saya dan berkata ingin ikut berfoto dengan Dea Imut. Penasaran, saya pun mengikutinya menuju ke rumah contoh yang sudah sangat padat dikerumuni orang-orang yang ingin berfoto bersama. Untuk pertama kalinya, saya melihat betapa <a target="_blank" href="http://family.hianoto.net/brian/" >Brian</a> punya berkeinginan kuat untuk melangkah maju antrian tiap kali ada peserta lain di depan yang masuk ke dalam rumah contoh. Biasanya dia malah tergolong anak yang malu dan enggan antri berdesak-desakan seperti ini (yah, mirip dengan saya gitu deh  ). Tak segan-segan ia pun mendesak orang lain yang melanggar jalur antriannya. Jari tangan saya pun digenggamnya erat-erat. Selang beberapa lama kemudian, akhirnya kami pun mendapatkan kesempatan untuk berfoto bersama Dea Imut. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: DisiplinkuDisiplinBangsaku</title>
		<link>http://weblogs.hianoto.net/2004/10/bangsa-ini-harus-belajar-kedisiplinan-2/#comment-2763</link>
		<dc:creator>DisiplinkuDisiplinBangsaku</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jun 2006 08:33:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://weblogs.hianoto.net/?p=10#comment-2763</guid>
		<description>Sedikit rasa displin tidak akan membuat kita sengsara.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sedikit rasa displin tidak akan membuat kita sengsara.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
