« - »

Perjalanan ke Jogja di bulan Oktober 2004 (1)

Posted on 30 October 2004

Jogjakarta merupakan kota wisata favorit saya beserta keluarga, karena pengetahuan yang cukup lumayan tentang tempat makan disana; maklum istri saya sempat tinggal di Yogya 4 tahun sebagai mahasiswi.

Nah tgl 30-31 Oktober 2004 ini, kami juga melakukan perjalanan kesana, disamping berwisata dan makan-makan, juga ada keperluan keluarga lainnya. Rencananya kami akan menginap di Hotel Melia Purosani, ini merupakan kali kedua kami menginap disana karena biasanya kami menginap di Hotel Novotel. Koq ganti ?? Ssstt, disamping kami ingin ganti suasana, juga dikarenakan ada tarif yang cukup murah di Hotel Melia pada beberapa saat ini, please contact your regular Travel Agent to find out furthermore 😀

Kami berangkat dari rumah jam 07:45, kali ini menggunakan mobil istri yaitu Karimun (ini juga untuk yang kedua kalinya pakai Karimun ke Yogya), karena ternyata cukup nyaman juga pakai Karimun keluar kota. Jalanan cukup macet/lancar, sepanjang perjalanan Brian melihat pemandangan (kesukaannya yang terutama adalah patung Dinosaurus di pertigaan RS Karyadi dan patung Poe Teletubbies di suatu perusahaan Jamu yang juga penyelenggara MURI).

Tadinya kami berencana untuk menikmati brunch (kombinasi breakfast dan lunch, hehehe) di RM Pancoran, Magelang yang memang salah satu favorit kami di kota itu dengan menu Capjay goreng dan Ayam Goreng Ngohiang. Namun karena terlalu pagi, akhirnya kami langsung tancap gas ke Jogja dan makan di RM Enny di sekitar belakang Jl Malioboro.

Kami check in di hotel Melia sekitar jam 12.15. Setelah menata barang bawaan kami, lalu Brian pun menikmati makan siangnya dengan masakan dari RM Enny. Wah kejutan, Brian begitu senang dengan menu makan siangnya, sehingga cukup lahap dan makan cukup banyak.

Karena masih banyak waktu, akhirnya kami mengambil keputusan untuk pergi ke Kaliurang, lihat-lihat pemandangan disana dan sekaligus mengambil foto2 dengan Canon Powershot A-80 kami. Perjalanan ke Kaliurang cukup lancar, hanya saja karena sudah lama tidak pernah ke Kaliurang, maka kami sempat kesasar (red: istilah bahasa Jawa untuk tersesat) disana; namun karena itulah kami juga sempat kaget karena menjumpai sekian banyak Pondok Wisata dengan nama-nama yang cukup “mengundang” (how things changes fast! *sighs*). Namun ada yang cukup istimewa bagi kami, yaitu untuk pertama kalinya Brian dilukis wajah oleh pelukis disana, hasilnya lumayan; tidak terlalu mirip, tapi kalo saya disuruh menggambar seperti itu ya jelas saya tidak sanggup :-). Biaya melukis cukup murah, hanya Rp 20.000,- dan pembelian pigura (hmm, sebenarnya kurang begitu bagus, hanya kami khawatir kalau lukisannya menjadi terlipat) juga seharga Rp 20.000,-

Malam hari, kami pun naik becak menuju penjual sate babi di Jl Ketandan; wah ramai sekali sehingga kami harus antri untuk beberapa lama. Bila Anda telah membaca artikel saya tentang antrian, maka sore itu terjadi juga.. beberapa pembeli yang datang setelah kami, telah mendapatkan makanan yang mereka pesan, sedangkan kami malah belum dijualin apa-apa 🙁 (brrrr, jengkel banget rasanya). Setelah selesai makan, kami pun ke Jl Malioboro dan naik delman keliling alun-alun dan keraton; wah Brian senang banget lho… Kami minta kusir delman menurunkan kami di hotel Melia, dan kami langsung tancap gas naik Karimun ke Monalisa untuk membeli burger, hotdog, dan pisang bakar untuk bekal nonton “Penghuni Terakhir” di hotel malam nanti.

BTW, ini adalah blog pertama saya yang ditulis secara mobile dengan iPAQ 2210 dan Nokia 6585 lho, tapi memang tampilannya menjadi tidak rapi (kelihatannya saya butuh theme yang cocok untuk PocketPC nih), akses yang kurang cepat, dan yang jelas tidak senikmat mengetik dengan keyboard PC biasa 🙁

Popularity: 5% [?]

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya!


Leave a reply