« - »

Undo di Dunia Nyata

Posted on 25 October 2004

Alkisah, ada seseorang staff Keuangan di suatu perusahaan melakukan penyimpangan dana perusahaan untuk keperluan pribadinya. Karena khawatir perbuatannya akan diketahui, dia memberikan sejumlah uang kepada seorang Internal Auditor tanpa menjelaskan maksud pemberian uang tersebut. Selang beberapa saat, muncul polemik di perusahaan mengenai dana yang raib tanpa riwayat yang jelas; dan dari hasil pengusutan, diketahui bahwa staff Keuangan tersebut telah melakukan tindakan tidak terpuji tersebut. Akhirnya sang Internal Auditor merasa terbeban dan mengembalikan uang yang diterima dari staff Keuangan tadi kepada perusahaan; serta menjelaskan bahwa dia sama sekali tidak mengetahui apa alasannya dia menerima uang tersebut.

It sounds familiar, doesn’t it ?? 😀

Dalam benak saya, muncul beberapa pertanyaan:

  • Apakah wajar seseorang menerima uang dari seseorang yang lain tanpa mengetahui alasan pasti kenapa uang tersebut diberikan kepadanya ??
  • Apakah semudah itu melakukan Undo pada kejadian ini, apakah dengan tindakan sang Internal Auditor mengembalikan uang (undo) maka semuanya akan kembali seperti sediakala ?? Bagaimana bila yang mengembalikan uang adalah sang staff Keuangan yang melakukan semuanya ?? Apakah penyimpangan yang dia lakukan akan terhapus secara sendirinya ??
  • Hmm, saya sih bukan seorang ahli hukum; karenanya semua pendapat dan pandangan saya besar kemungkinan salah dari sisi hukum. Namun saya mempunyai beberapa pandangan pribadi sebagai berikut:

  • Adalah tidak wajar kalau seseorang menyatakan telah menerima uang tanpa suatu alasan yang jelas. IMHO, hal ini bisa dikategorikan sebagai suatu tindakan yang menyalahi etika bekerja dan moralitas.
  • Undo tidaklah bisa menghilangkan kenyataan bahwa sang staff Keuangan tadi melakukan penggelapan uang perusahaan, juga kenyataan bahwa sang Internal Auditor telah menerima uang dari pelaku kejahatan kerah putih berkenaan dengan fungsi dan jabatan yang diemban Internal Auditor yang berpotensi menimbulkan masalah bagi sang staff Keuangan tadi. Andaikan dia bukan Internal Auditor, besar kemungkinan dia tidak akan menerima apapun dari sang staff Keuangan tersebut, bukan ??
  • Pusingnya masalah ini sangatlah jamak kita temui disini, dan lebih pusingnya lagi, banyak “Internal Auditor ” yang mengelak dengan alasan yang sama, yaitu “Saya tidak mengerti kenapa si anu memberikan uang kepada saya” dan “Uangnya sudah dikembalikan, tidak ada pihak yang dirugikan”.

    So ?? Inilah saatnya kita melakukan pembaharuan pada seluruh rakyat Indonesia, dari tingkat tertinggi sampai ke tingkat terendah; pembaharuan untuk merasa malu dan mampu mengakui kesalahan sendiri tanpa menunggu pihak lain mengumpulkan bukti-bukti kesalahan, serta dengan legawa melaksanakan semua hukuman yang adil atas tindakan yang telah dilakukannya. Kapan ya ini bisa terjadi ??

    [Note: Sebelumnya saya ingin meminta maaf untuk menghindari kesalahpahaman yang mungkin ditimbulkan, penggunaan “Staff Keuangan” dan “Internal Auditor” hanyalah sekedar ilustrasi, saya menaruh respect kepada kedua profesi/jabatan ini, juga profesi/jabatan lainnya]

    Popularity: 5% [?]

    Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya!


    Leave a reply