« - »

Kesalahan Perusahaan dalam Melakukan Interview

Posted on 10 November 2004

Saya merasakan ada sekian banyak kesalahan yang dilakukan banyak perusahaan dalam melakukan interview yang mengakibatkan menurunnya reputasi perusahaan dalam dunia perekrutan karyawan, dan juga berkurangnya jumlah kandidat yang handal dan professional yang mengajukan lamaran ke perusahaan tersebut.

Saya ingin menggarisbawahi bahwa dalam suatu interview pekerjaan, perusahaan-lah yang menentukan kualitas interview, bukan sang pelamar !! Bingung ?? Terpana ?? Mari kita lihat kenyataan-kenyataan berikut.

Jadwal interview ditentukan oleh Perusahaan, bukan Pelamar, karenanya perusahaan bertanggungjawab untuk menyelenggarakan interview dalam kerangka waktu yang telah ditentukan sebaik mungkin, sehingga tidak membuang waktu pelamar secara sia-sia. Namun ironis, terlalu sering kita melihat banyak pelamar ditelantarkan di ruang tunggu, menanti penuh harap giliran dia diwawancara :-(. Setelah menanti dengan sia-sia sekian lama, jangan kaget kalau pelamar tersebut menjadi tidak sreg dan menjalani interview dengan seadanya saja.

Menganggap interview adalah hal yang sepele dan remeh, juga menganggap diri kita lebih penting daripada sang kandidat. Saya lihat banyak orang yang melakukan interview dengan serampangan, tanpa persiapan sama sekali. Ini salah !! Bila perusahaan tersebut menganggap bahwa human resource merupakan assets perusahaan yang sangat penting, maka sudah sepatutnyalah interview menjadi kunci keberhasilan perekrutan karyawan; interview hanya bisa berhasil bila dilaksanakan dengan persiapan yang matang. Juga banyak orang yang memandang diri sendiri jauh lebih penting ketimbang sang kandidat, hal ini mengakibatkan interview berjalan tidak seimbang, bagaikan interogasi aparat hukum kepada seorang terdakwa saja. Ingat, interview adalah suatu negosiasi bisnis dengan posisi bargaining yang seimbang pula; Anda bisa menolak seorang kandidat, dan kandidat tersebut juga bisa menolak tawaran Anda.

Meminta orang yang salah untuk melakukan interview pertama. Saya termasuk salah satu orang yang mendukung bahwa interview pertama harus dilakukan oleh hiring manager (manager di department dimana kandidat tersebut akan ditempatkan), jadi semua kandidat akan diwawancarai langsung oleh calon atasannya. Kenapa ?? Karena interview pertama adalah interview yang paling penting, menentukan impresi bagi keduabelah pihak; bukan untuk dievaluasi dari sisi HRD. Setelah semuanya cocok, barulah HRD masuk untuk melakukan screening mengenai kepribadian dan lain-lain. Apakah Anda akan menerima kandidat dengan kepribadian baik namun tidak mampu mengerjakan tugas teknis sesuai kebutuhan Anda ?? Tentu tidak bukan ?? Jadi nampak jelas, bahwa screening awal seharusnya dilakukan oleh hiring manager.

Sebenarnya masih ada banyak hal lain yang ingin saya tulis, tapi saya rasa untuk blog hari ini cukup sekian dulu.. Ingin saya ingatkan, bila suatu interview dilakukan dengan serampangan dan mengecewakan sang kandidat, jangan kaget bila suatu waktu kandidat tersebut bercerita pengalaman yang tidak mengenakkan ini kepada teman-teman sesama alumni atau teman-teman se-profesi (bahkan ke asosiasi profesi mungkin). Hal ini berakibat sangat buruk kepada perusahaan, oleh karenanya lakukan interview dengan sebaik-baiknya.

Popularity: 3% [?]

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya!


One Response to 'Kesalahan Perusahaan dalam Melakukan Interview'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to ' Kesalahan Perusahaan dalam Melakukan Interview '.

  1. Reni said,

    on June 21st, 2006 at 8:45 pm

    Lam kenal pak…, saya mo share juga nich. Apakah pihak hrd itu bisa mengklaim sifat2 orang itu baik atw jelek ya. Makanya ada psikotest dan test2 lainnya. Saya tuch jadi bingung krn uda 2 kali diinterview oleh 2 perusahaan tpi knapa gak kterima trus yach. Emang yg saya lamar bkn bidang saya dan saya nglamar dibidang chasier dan administrasi. Saat interview saya coba bersikap apa adanya dan pihak hrd kesannya seperti memberi respon positif kpd saya mngatakan hasil testnya bagus. Terkadang saya ngaca apakah ada sifat2 jelek saya yg tersembunyi dan amat merugikan saya dan pihak lain. Saya sadar tak ada manusia yg baik 100%, saya terkadang uring2an ama org yg saya kenal baik saat bad mood. Tapi kepada org lain saya slalu menjaga tata krama dan setiap org saya kenal, saya tanya apakah saya org menyebalkan, jahat, tdk berkribadian baik. Mereka mngatakan saya baik2 aja dan selama mereka kenal saya tdk ada mslh. Saya pun begitu jika ada org yg mempunyai sifat yg kurang berkenan saya akan coba bersikap wajar dan memaklumi emang udah sifatnya selama ia tidak merngganggu saya.Saya tahu, saya blom pengalaman kerja krn bru lulus dri sarjana komputer. Dan pengetahuan saya tntg it juga blom banyak amat. Jadi saya gak brani nglamar dibidang itu. Andai saja ada perusahaan memberi saya kesempatan magang meski hanya dikasi transport saja akan saya terima karena yg saya butuhkan skrg adalah pengalaman. Oh yach pak , tlg kasitau tips2 agar mahir dlm it. Saya tahunya cuma instal harware&software, ms.office, open office, visual basic, php ,dreamweaver. Saya juga buat skripsi ttg penjualan elektronik berbasis multiuser(prototype) dgn menggunakan vb dan sql server 6. saya belajar secara otodidak dari buku2 yg saya beli dan tanya2 teman. Yach lumayan IPK saya 3.57. Tpi knapa nglamar kerja kemampuan saya tidak ada artinya sedikitpun??. Kalo bpk berkenan tlg dibalas yach. Tpi saya gak tau apakah email saya msh bisa dibuka apa gak krna saat saya ngetik ini email saya gak bisa dibuka2. Padahal aktif selalu dipake kirim lamaran kerja. Ini alamt email saya 1 lagi mirzix_mr@yahoo.com

Leave a reply