« - »

Merebaknya “Perusahaan Gajah”

Posted on 11 November 2004

Anda tentu saja tahu apakah gajah itu, bahkan anak balita pun pasti tahu :-). Namun kira-kira apa sih yang dimaksud dengan “Perusahaan Gajah” itu ?? Hehehe, ini sih istilah saya sendiri yang saya gunakan untuk menyebut suatu perusahaan yang besar, gendut, dan berjalan lambat.

Sekian tahun ini, saya melihat gejala merebaknya “Perusahaan Gajah” seiring dengan adanya krismon (krisis moneter) yang mendongkrak performance perusahaan dibidang tertentu, terutama bidang eksport; karena selisih kurs yang begitu besar. Akibatnya, perusahaan tadi menggelembung besar, jauh melebihi perkiraan perkembangan sebelumnya.

Karena mendapatkan sekian besar laba operasional, akhirnya manajemen perusahaan tersebut melakukan ekspansi bisnis secara besar-besaran untuk mengejar peluang usaha dikarenakan krismon tadi. Untuk sekian lama, ekspansi ini berakibat langsung pada membesarnya ruang lingkup operasional perusahaan. Namun demikian, perusahaan tersebut sekarang sudah gendut, dengan biaya operasional yang tinggi pula.

Atas perkembangan semua itu, perusahaan mulai memasang tenaga-tenaga professional pada level manajemen tingkat atas untuk memastikan kinerja perusahaan tetap pada titik optimal. Hal ini tentu saja baik, namun bila tidak ditangani dengan baik, bisa berakibat pada jalan perusahaan yang lambat, karena setiap pengambilan keputusan harus dibicarakan dan disetujui oleh semua manajemen tingkat atas. Lebih konyol lagi, bila dalam operasional sehari-hari, kewenangan tidak banyak didelegasikan kepada tingkat yang lebih bawah, sehingga misalnya untuk mengeluarkan suatu Purchase Order dengan nilai puluhan atau ratusan ribu pun harus melewati tandatangan sekian banyak manajemen tingkat atas.

Hal ini juga bisa berlaku pada perusahaan kecil yang mendapatkan penggelembungan ruang lingkup operasional secara significant, sehingga dia berubah dari perusahaan kecil, ramping, dan berjalan gesit menjadi suatu perusahaan besar, gendut, dan berjalan lambat seperti Gajah.

Tentu saja hal ini dapat diperdebatkan sepanjang masa, pilih mana ?? Jadi perusahaan kecil yang ramping dan gesit atau perusahaan besar yang gendut dan lamban ??

Namun yang ingin saya utarakan dalam blog ini adalah walaupun suatu perusahaan telah menjadi besar, usahakan bahwa pendelegasian tugas dan wewenang dijalankan dengan baik, proses pengambilan keputusan dan proses workflow lainnya dapat dijaga tetap pendek dan cepat; juga biaya operasional dijaga agar tidak membengkak karena alasan yang tidak perlu. Tentu saja semua ini hanya teori belaka karena saya tidak kompeten untuk mengulas ini secara detil :-(. Tapi saya yakin, banyak hal-hal kecil yang dapat dilakukan untuk menjaga agar perusahaan tetap ramping dan berjalan gesit.

Disclaimer: Saya bukanlah orang yang kompeten dalam bidang analisa perusahaan semacam ini. Blog ini ditulis karena pengamatan saya terhadap dunia bisnis dari kacamata orang awam, jadi tentu saja mengandung sekian banyak kesalahan analisa dan tidak bisa dijadikan suatu pernyataan ilmiah apapun juga. Hal ini juga tidak ada hubungannya dengan perusahaan dimana saya bekerja. Jadi mohon tidak dijadikan suatu polemik atau apapun juga. TIA.

Popularity: 2% [?]

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya!


Leave a reply