« - »

Mie Pangsit – Chandra, Pekojan

Posted on 7 November 2004

Karena kemarin saya bercerita tentang Lunpia Gang Lombok, maka saya juga ingin menceritakan suatu Rumah Makan yang terletak di dekat sana; tepatnya di Jl Pekojan sebelum perempatan/jembatan Petudungan, Gang Pinggir, dan Gang Lombok; nama rumah makannya adalah Chandra, yang dinamai sesuai dengan nama pendirinya (saat ini sudah meninggal) dan usaha ini diteruskan oleh keluarganya namun seringnya ditunggui oleh para pegawainya saja.

Salah satu menu favorit saya adalah Mie Pangsit Basah; dimana mie-nya sangat kenyal, tipis, dan kecil-kecil, disajikan dengan potongan daun bawang dan sawi hijau; serta didampingi dengan rebusan pangsit dalam semangkuk kuah segar. Hmm, enak sekali, apalagi ditambahkan bubuk merica yang cukup banyak, sungguh segar.

Menu favorit lain adalah Siomay Basah, dimana satu porsi berisi dua buah Siomay; namun bila Anda merasa terlalu banyak, Anda juga bisa memesan satu buah Siomay saja. Mie Goreng juga banyak digemari orang, termasuk ayah saya. Selain itu, Nasi Goreng dan Nasi Capjay merupakan menu yang layak dicoba. Terus terang, kebanyakan menu mereka cukup enak tapi porsinya cukup besar, jadi usahakan untuk mengontrol jumlah pesanan Anda agar tidak terlalu berlebih.

Ada satu hal yang ingin saya ingatkan, pesanlah Teh Manis atau Es Teh Manis. Lho koq aneh yah ?? Teh mereka dibuat dari teh yang disimpan beberapa lama, sehingga berasa dan beraroma sangat khas; namun terus terang saat ini teh tersebut sudah menurun kualitasnya (namun masih tetap enak lho) bila dibandingkan pada tahun 80-an (nah saat itu benar-benar spesial)..

Bila Anda beruntung, terkadang ada penjual “Gule”, “Wedang Tahu” dan “Lekker Pisang” yang nangkring didepan Rumah Makan, have a try, rasanya cukup enak.

Selamat mencoba…

Popularity: 7% [?]

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya!


4 Responses to 'Mie Pangsit – Chandra, Pekojan'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to ' Mie Pangsit – Chandra, Pekojan '.

  1. Herry said,

    on August 10th, 2005 at 6:26 pm

    Hian,
    Anda emangnya tinggal di sekitar Pekojan ? koq nguasai banget makanan di daerah sana … saya mau numpang tanya nih…dulu sekitar 20 tahun yll saya pernah diajak client untuk makan ngohiang di sekitar Pekojan dekat ke arah toko tiga … ngo hiangnya unik..besar2 dan isinya tidak padat…rasanya enak banget… entah apakah sekarang masih ada .. tempatnya di gang2 kecil…. client saya itu grosier jual bermacam2 konci … entah apa masih exist ? kalau tak salah namanya Asia Jaya …. thank you untuk info2 makanannya ..menarik sekali…

    Herry
    Sydney

  2. hian said,

    on August 11th, 2005 at 9:15 am

    Pak Herry,

    Unfortunately saya tidak tinggal di daerah sana, or yang dekat-dekat sana 🙁
    Tapi dasar tukang makan, agak jauh pun tetap saya sambangi 🙂

    Waduh, celaka duabelas.. 20 tahun lalu saya masih duduk di bangku SD, jadi hanya makan di restoran/warung yang digemari ortu. IIRC belum pernah makan ngohiang di Pekojan, klo di Johar sering… ada ngohiang dan siobak 🙂

    Saya akan coba telusuri dulu, klo perlu tanya2 orang tua deh 😀

    Thanks atas compliment-nya.

  3. Wie said,

    on October 27th, 2006 at 12:47 pm

    Hian,
    Sampai tahun 80an, saya tinggal di Pekojan seberangan dengan Mie Candra, anaknya teman kita yang mungkin pengelolanya sekarang?
    I am glad mendengar bahwa mie Candra masih buka dan populer, dan diseberang tidak jauh ada Mie Metro (as good). Juga Bakmi Bubakan pun masih ada ? dan gulai Kambing (dipikul)dipinggir jalan depan seberang rumah kitapun masih adakah? dan masih adakah Steam Bath Rama ?

  4. hian said,

    on November 6th, 2006 at 3:43 pm

    Wah, berarti Anda ada hubungan dengan toko obat di seberang Mie Chandra dong??

    Saya sih menduga pengunjung Mie Chandra walaupun berusia muda atau sedang, kayaknya turunan; maksudnya dulu waktu kecil dia sering dibawa oleh ortunya makan di sana, sehingga saat besar, dia pun gemar makan di sana (setidaknya ini berlaku buat saya pribadi deh)

    Bakmi Bubakan itu jangan-jangan Mie Midi (http://weblogs.hianoto.net/2004/11/mie-goreng-pak-midi-pekojan/)?? Pake potongan kee-kian besar-besar, bukanya malam-malam bukan?? Kalau iya, masakan yang terhitung populer adalah bihun kuah, bakmi goreng, nasi goreng, capjay goreng. Saya sendiri suka ca caysim, mak nyuss!!

    Gule Kambing pikulan juga masih ada, bapaknya juga masih sama. Kalau Steambath Rama kayaknya sudah tutup (tidak begitu memperhatikan), sudah banyak pesaing yang memberikan pelayanan yang lebih 🙂

Leave a reply