« - »

Satu Langkah Kemajuan dalam Hidup Bernegara

Posted on 4 November 2004

Saya begitu terkejut saat membaca berita Suara Merdeka pada tgl 1 November 2004 mengenai Semarang Cabut Pemberlakuan SBKRI.

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa… Sungguh saya salut, kagum, angkat topi bagi Walikota Semarang Bapak Sukawi Sutarip, para wakil rakyat di DPRD Semarang, dan seluruh pihak yang memungkinkan pencabutan SBKRI ini terlaksana.

Bagi yang belum tahu, mungkin merasa heran, apa sih SBKRI itu ?? Kenapa koq warga Tionghoa pada kegirangan seperti yang tercantum dalam berita ini ?? What is so special with SBKRI ??

SBKRI adalah kependekan dari “Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia”, yang merupakan (salah satu) simbol atribut bahwa warga Tionghoa telah menjadi WNI. Bagi warga Tionghoa, dalam kebanyakan pengurusan dokumen, SBKRI ini dibutuhkan dan harus dilampirkan. Lebih repot lagi, sudah menjadi praktek umum bahwa SBKRI tidaklah bersifat inheritable, atau tidak bisa diturunkan dari kakek/orangtua generasi sebelumnya kepada anak/cucu generasi setelahnya. Padahal seingat saya waktu masih sekolah dulu, diutarakan bahwa kewarganegaraan diturunkan dari orangtua; artinya bila orangtua telah WNI, maka anak secara otomatis menjadi WNI pula. Namun nyatanya, dalam pengurusan dokumen negara, SBKRI ybs menjadi syarat pokok; kita tidak bisa menggunakan SBKRI dari ayah kita, ataupun kakek kita, misalnya.

Selain itu, SBKRI diperoleh dengan perjuangan keras yang menghabiskan begitu banyak dana, daya, dan waktu. Banyak dana, iya.. mengurus SBKRI menghabiskan jutaan rupiah ditahun 80/90-an yang terhitung uang yang cukup banyak diwaktu itu. Banyak daya, iya.. harus kesana kemari, menghubungi sekian banyak orang dan repotnya banyak oknum yang mengaku-aku bisa membantu mempercepat proses SBKRI, dan ujung-ujungnya duit lagi. Banyak waktu, iya.. butuh sekian tahun untuk menyelesaikan proses permohonan SBKRI, lha wong SBKRI saya saja masih dengan foto culun saya waktu SD, dan baru saya terima saat SMA je.

Sungguh saya sangat gembira dan terharu ketika SBKRI tidak lagi diperlukan sekarang (terkecuali kedatangan dan tidak diperlukan lagi untuk perubahan status kewarganegaraan sepanjang dalam biodata telah tercantum WNI). Ini merupakan salah satu bukti riil bahwa pemerintah sedang dalam arah menuju kepada kesetaraan semua golongan bagi persatuan Indonesia. Disamping itu, saya senang karena tidak perlu lagi menghamburkan uang, pikiran, dan daya untuk mengurus SBKRI untuk Brian dan adik-adiknya kelak, hehehe :-).

Sekali lagi, terimakasih bagi semua pihak yang berwenang. Jayalah Indonesiaku.

Popularity: 14% [?]

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya!


Leave a reply