Susahnya Jadi Seorang Pemasar Handal
Posted on 17 February 2005Semalam, saya sekeluarga ke Java Mal dengan tujuan utama melihat pameran ikan hias, tapi sekalian mampir melihat pameran elektronik yang menginjak hari terakhir. Disana saya sedang berdiri sendirian melihat kulkas Toshiba dan tiba-tiba ada seorang SPG yang datang menghampiri. Dengan senyum ramah, dia menjelaskan bahwa kulkas Toshiba tersebut diperlengkapi dengan fitur agar sayuran dan buah-buahan dapat disimpan lebih lama dan segar. Bagi saya, SPG tersebut cukup mengesankan karena cukup agresif dan ramah dalam menghadapi konsumen.
Beberapa saat kemudian, saya mengutarakan kepadanya bahwa saya telah membeli kulkas Toshiba serupa satu-dua bulan yang lalu. Sungguh sayang, dia langsung menghentikan senyumannya yang menawan dan melakukan aksi “tutup mulut” :-(.
Sebagai seorang mantan tenaga pemasar :-), saya pikir tindakan tersebut kurang baik, pemasaran tidaklah berhenti saat konsumen (atau calon konsumen) menyatakan telah membeli produk serupa sebelumnya. Justru kita bisa memanfaatkan momen ini untuk mendapatkan feedback dari the real customer, bagaimana kesannya setelah menggunakan kulkas Toshiba tersebut; apakah sesuai dengan pengharapan konsumen setelah mendapatkan penjelasan yang berbusa-busa dari salesman ataupun salesgirl yang menangani konsumen tersebut.
Sedapat mungkin kita mencari tahu, apakah keputusan konsumen memilih kulkas Toshiba tersebut; apakah didasarkan pada product knowledge yang didapat dari brosur, penjelasan pemasar, fanatisme merk tertentu, pengalaman orang lain, product review dari majalah maupun Internet, dll. Bagaimana brand positioning Toshiba di benak konsumen tersebut. Apakah konsumen ini mempunyai produk Toshiba yang lain, bagaimana kesan-kesannya.
Dengan cara yang murah dan mudah, sebenarnya pameran dapat dijadikan ajang pencarian informasi dengan pendekatan yang lebih personal. Di akhir pembicaraan, bila narasumber memberikan feedback yang cukup, maka kita dapat memberikan semacam souvenir cantik yang harganya tidak seberapa.
Just my two cents :-).
Popularity: 5% [?]
One Response to 'Susahnya Jadi Seorang Pemasar Handal'
Leave a reply
Most Recent Posts
- Bandung BootCamp 2008 - Day 0
- Seminar Marketing Revolution - Tung Desem Waringin
- Peluang Penghasilan Online - ThinkBux (PTC)
- Peluang Penghasilan Online - Neobux (PTC)
- Wisata ke Jogjakarta dan Candi Borobudur
- Palm Beach Resort, Jepara (3)
- Palm Beach Resort, Jepara (2)
- Palm Beach Resort, Jepara (1)
- Pindah Hosting (lagi)
- Artikel Pertama di SekolahOrangtua.com
Most Recent Comments
- Bandung BootCamp 2008 - Day 0 (2)
Hianoto, Fonny - SuperCamp Becoming a Money Magnet (5)
Bam, hian, ubay, hian, widya - Reset Admin Password di WinXP (10)
pnyet, albert, ivn, herryburhansyah, Budi [...] - Lontong Tahu Blora - Mas Aris, Citarum (10)
blora.org, hian, slam, vandoyo, umardani [...] - Diskusi "Mengelola Mail Server" (31)
Hian, anton, anton, Novel, Takuya [...] - Pindah Hosting (lagi) (2)
Hian, kebumendiary - Video Conference, Telkom, dan Hotel Ciputra Semarang (24)
Hian, Rina Susanti, agnes, hian, Victor Gamaliel Muhalling [...] - Workshop "The Secret of Mindset" Adi W Gunawan (2)
Hian, Didi Yudha Trisandya
Most Popular Posts
- Posting JalanSutra tentang Makanan Semarang
- Seminar Dahsyat ala Tung Desem Waringin
- Reset Admin Password di WinXP
- Video Conference, Telkom, dan Hotel Ciputra Semarang
- SuperCamp "Becoming a Money Magnet"
- Seminar "Managing Business with Great Success" James Gwee
- Diskusi "Mengelola Mail Server"
- Sekolah Orangtua di Semarang (3)
- Sekolah Orangtua di Semarang (2)
- Permainan Logika yang Sangat Menantang
- SiteBar
- Jogja Bootcamp 2008
- Pernikahan Sonny-Nina
- Ulasan Kuliner di Pernikahan Sonny-Nina
- Seminar "Becoming a Money Magnet"
- Sekilas Makanan di Salatiga
- Banjirkanal, Traffic Light, dan Parade Siswa
- Local Queue in MDaemon 8.x
- Comment Spam dan Akismet
- SuperCamp Becoming a Money Magnet
I currently live happily with my beloved family in Semarang. I am an IT-addict, but have huge interests on Internet Marketing, Family Financial Planning, Personal Wealth Building, and other self development activities. Beside that, I also like to read books, eat delicious foods, and play games with my beloved son.








on February 17th, 2005 at 3:17 pm
iya ya, padahal post-sale support ini (termasuk di sisi marketingnya) kan bisa jadi satu nilai lebih jika dikelola secara baik, sebab kadang orang mau beli bukan karena bujukan si marketer, tapi karena adanya saran dan pengalaman yang baik dari orang terdekat yang udah menggunakan produk tersebut.