Membangun Komunitas Profesi
Posted on 14 March 2005Wah, sudah sekian tahun ini saya dan beberapa rekan berusaha membangun komunitas profesi yang merupakan suatu wadah diskusi insan IT di lingkungan lokal Semarang saja. Upaya ini sungguh tidak mudah, sudah jatuh bangun sekian kali, dan sampai saat ini pun kami masih menjumpai beberapa kesulitan.
Percobaan pertama yang dulu saya lakukan hanyalah lewat milis itsmg@egroups.com, yang tidak begitu berhasil. Yang muncul hanyalah beberapa posting tanya-jawab, itu pun hanya anggota-anggota tertentu saja. Akhirnya milis ini pun vakum
.
Percobaan kedua muncul saat penyelenggaraan suatu seminar di Semarang, dimana CEC Semarang terbentuk. CEC merupakan singkatan dari Computer Executive Club, sehingga jelas terlihat bahwa anggota biasa haruslah merupakan personil yang mendukung jalannya fungsionalitas IT di suatu perusahaan; vendor tidaklah diperkenankan menjadi anggota biasa. Selanjutnya atas kebaikan hati beberapa perusahaan komputer, kami pun menerima sejumlah dana hasil donasi dari mereka; sehingga kami pun bisa mengadakan Technical Gathering (ini istilah kami untuk pertemuan rutin).
Technical Gathering (TG) pertama diadakan di Indofood, yang berbaik hati meminjamkan ruang pertemuan beserta fasilitasnya yang sangat representatif. TG-TG selanjutnya kami adakan di berbagai Rumah Makan, mengingat kesulitan memperoleh pinjaman ruangan dan tingginya biaya untuk menyewa ruangan pertemuan. Selain itu, kami juga harus mengalokasikan dana khusus untuk penyewaan LCD Projector. Jumlah anggota yang berfluktuasi naik turun tidak tentu pun membuat permasalahan menjadi lebih kompleks.
Jadi kalau disimpulkan, beberapa kesulitan yang dihadapi adalah:
Bilamana rekan-rekan ada yang mempunyai kritik dan saran, mohon bisa dikirim japri kesaya. Demikian pula bila ada yang berpengalaman membangun komunitas serupa, bisa pula share pengalamannya agar dapat dipetik manfaatnya.
Popularity: 3% [?]
One Response to 'Membangun Komunitas Profesi'
Leave a reply
Most Recent Posts
- Dapatkan $1 untuk Setiap Rekomendasi Teman Anda!
- Gratis eBook dari TDW University – Rahasia Menjadi Kaya dan Bertumbuh Semakin Kaya
- 5 Ways To Make Money Online That Won’t Let You Down
- Akhirnya 2000 Klik di Neobux
- 7 Days Licensed NLP Practitioner (Day 3)
- 7 Days Licensed NLP Practitioner (Day 2)
- 7 Days Licensed NLP Practitioner (Day 1)
- Belajar Bisnis Internet GRATIS
- Bandung BootCamp 2008 – Day 0
- Seminar Marketing Revolution – Tung Desem Waringin
Most Recent Comments
Most Popular Posts
- Posting JalanSutra tentang Makanan Semarang
- Permainan Logika yang Sangat Menantang
- Comment Spam dan Akismet
- Reset Admin Password di WinXP
- Seminar Dahsyat ala Tung Desem Waringin
- Diskusi "Mengelola Mail Server"
- Tahu Isi Benak Pikiran??
- Symantec AntiVirus Corporate Edition dan Firewall
- Aneka Makanan Semarang
- Video Conference, Telkom, dan Hotel Ciputra Semarang
- Matahari Dikelilingi Awan Gelap dan Pelangi
- Peluang Penghasilan Online - Neobux (PTC)
- Wisata ke Jogjakarta dan Candi Borobudur
- SiteBar
- Seminar "Managing Business with Great Success" James Gwee
- Sekilas Makanan di Salatiga
- Local Queue in MDaemon 8.x
- Belajar Bisnis Internet GRATIS
- Bandung BootCamp 2008 - Day 0
- SuperCamp "Becoming a Money Magnet"
I currently live happily with my beloved family in Semarang. I am an IT-addict, but have huge interests on Internet Marketing, Family Financial Planning, Personal Wealth Building, and other self development activities. Beside that, I also like to read books, eat delicious foods, and play games with my beloved son.









on June 13th, 2006 at 3:19 pm
[...] Namun anehnya, diagnosa akan kebutuhan muatan lokal ini tidak bisa tercermin dengan baik saat membangun komunitas profesi di kota Semarang tercinta ini. Komunitas CEC Semarang masih belum bisa berkembang sesuai harapan. Jumlah peserta masih terlalu sedikit, anggota/simpatisan yang aktif juga sangat terbatas. Padahal hampir setahun penuh, komunitas ini pernah menjalankan strategi promosi untuk menjaring anggota dengan mengadakan pertemuan bulanan secara gratis (masih dapat makan malam atau snack lagi)!! Dipikir-pikir memang aneh juga, komunitas ini dibangun dengan semangat sosial tanpa memikirkan financial profit sama sekali, biaya bulanan yang relatif cukup murah, dan materi diskusi yang tidak terlalu jelek; tapi koq tidak bisa berkembang dan tumbuh dewasa menjadi sebuah organisasi nirlaba yang kuat?? [...]