<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Membangun Komunitas Profesi</title>
	<atom:link href="http://weblogs.hianoto.net/2005/03/membangun-komunitas-profesi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://weblogs.hianoto.net/2005/03/membangun-komunitas-profesi/</link>
	<description>Internet Marketing &#124; Parenting &#124; Food &#38; Travelling &#124; Personal Development</description>
	<lastBuildDate>Mon, 11 Jul 2011 16:06:16 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: Muatan Lokal-- Hian&#8217;s Weblogs</title>
		<link>http://weblogs.hianoto.net/2005/03/membangun-komunitas-profesi/comment-page-1/#comment-2773</link>
		<dc:creator>Muatan Lokal-- Hian&#8217;s Weblogs</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jun 2006 08:19:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://weblogs.hianoto.net/?p=88#comment-2773</guid>
		<description>[...] Namun anehnya, diagnosa akan kebutuhan muatan lokal ini tidak bisa tercermin dengan baik saat membangun komunitas profesi di kota Semarang tercinta ini. Komunitas CEC Semarang masih belum bisa berkembang sesuai harapan. Jumlah peserta masih terlalu sedikit, anggota/simpatisan yang aktif juga sangat terbatas. Padahal hampir setahun penuh, komunitas ini pernah menjalankan strategi promosi untuk menjaring anggota dengan mengadakan pertemuan bulanan secara gratis (masih dapat makan malam atau snack lagi)!! Dipikir-pikir memang aneh juga, komunitas ini dibangun dengan semangat sosial tanpa memikirkan financial profit sama sekali, biaya bulanan yang relatif cukup murah, dan materi diskusi yang tidak terlalu jelek; tapi koq tidak bisa berkembang dan tumbuh dewasa menjadi sebuah organisasi nirlaba yang kuat?? [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Namun anehnya, diagnosa akan kebutuhan muatan lokal ini tidak bisa tercermin dengan baik saat membangun komunitas profesi di kota Semarang tercinta ini. Komunitas CEC Semarang masih belum bisa berkembang sesuai harapan. Jumlah peserta masih terlalu sedikit, anggota/simpatisan yang aktif juga sangat terbatas. Padahal hampir setahun penuh, komunitas ini pernah menjalankan strategi promosi untuk menjaring anggota dengan mengadakan pertemuan bulanan secara gratis (masih dapat makan malam atau snack lagi)!! Dipikir-pikir memang aneh juga, komunitas ini dibangun dengan semangat sosial tanpa memikirkan financial profit sama sekali, biaya bulanan yang relatif cukup murah, dan materi diskusi yang tidak terlalu jelek; tapi koq tidak bisa berkembang dan tumbuh dewasa menjadi sebuah organisasi nirlaba yang kuat?? [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

