« - »

Diriku yang Paling Benar

Posted on 30 April 2005

Banyak orang yang mengamati suatu permasalahan dari sisi yang terbalik; sehingga mereka merasa diri merekalah yang paling benar, dan sesuatu akibat yang terjadi berasal dari pihak lain. Mereka ‘melupakan’ akar permasalahan yang mungkin saja justru berasal dari diri mereka sendiri.

Salah satu contoh yang banyak saya temui adalah saat seorang karyawan mengeluhkan tidak adanya kenaikan penghasilan yang dia harapkan dari perusahaan, lalu dia bertekad untuk melakukan pekerjaan seadanya dengan kualitas kerja semaunya sebagai pembalasannya kepada perusahaan. Sounds familiar, eh ?? :-). Padahal dia lupa, selama sekian bulan dia sempat mengalami penurunan motivasi kerja karena permasalahan keluarga ataupun finansial misalnya, sehingga akibatnya banyak kesalahan kerja yang dia lakukan. Apakah perusahaan salah karena tidak menaikkan gajinya ??

Contoh lain baru saja saya alami saat menghubungi seorang pemilik perusahaan pemasok sparepart agar bisa mengurangi harga penawaran sehingga sama murahnya atau setidaknya terpaut sedikit dengan pemasok lain. Dengan berang, dia malah mengatakan bahwa kamilah penyebab utama hak keagenan ekslusif mereka dicabut. Padahal dia lupa, ada sekian banyak customer-nya yang mengeluhkan sistem kerja mereka yang kurang baik sehingga mengakibatkan respons penanganan yang jelek, delivery period yang cukup lama, belum lagi kemampuan teknis dan daya analisa permasalahan yang kurang teliti dan kurang menyeluruh yang pada akhirnya merugikan customer-nya.. Ya, kami terpaksa ‘menjerit’ kepada pihak prinsipal Asia Pasifik karena saking kepepetnya, peralatan tersebut rusak selama hampir 2 bulan dan otomatis sangat mengganggu kegiatan produksi. Saya yakin Prinsipal Asia Pasifik melakukan pencabutan hak keagenan ekslusif melalui pemeriksaan yang seksama dan pertimbangan yang matang, bukan karena sekedar ‘jeritan’ sebuah customer saja. Andai saja dia melakukan introspeksi diri dan evaluasi ulang kinerja perusahaannya saat mendapatkan keluhan kecil dari sana sini, tentulah hasilnya tidak seperti ini.

Yah, memang topik ini menarik. Masalahnya, apakah kita dapat dengan kepala dingin berpikir dan mengevaluasi akar suatu permasalahan, memastikan bahwa kita telah melakukan hal-hal yang terbaik sebelum permasalahan ini meluap sampai ke puncaknya. Kiranya Tuhan selalu mengingatkan kita untuk senantiasa berpikir jernih dan tidak dengan semena-mena mengklaim pihak kita lah yang benar, dan orang lain yang salah.

Have a nice weekend !!

Popularity: 4% [?]

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya!


Leave a reply