« - »

Pemasaran yang Sehat dan Bertanggungjawab

Posted on 24 June 2005

Pernahkah Anda memperoleh informasi dan janji-janji yang begitu manis dari Pemasar saat Anda mempelajari suatu produk yang mereka tawarkan ?? Seberapa besar kebenaran atas informasi dan janji-janji yang Anda terima ?? Apakah Anda ‘menelan’ perkataan manis mereka begitu saja ?? Kebetulan saya juga sering berhadapan dengan Pemasar seperti itu, yang dengan mudahnya melontarkan janji-janji manis tatkala kita mengemukakan kemungkinan problem yang akan muncul saat akan membeli produk mereka. Konyolnya, saat problem benar-benar muncul, Pemasar tadi mengemukakan sejuta alasan untuk menjelaskan bahwa mereka tidak bisa membantu kita <g> dan tidak sesuai dengan janji yang telah mereka lontarkan sebelumnya.

Baru-baru ini saya berhadapan dengan Pemasar ber-type seperti ini saat harus melakukan pembelian suatu produk teknologi tinggi untuk push mail bagi big boss saya. Berikut adalah sebagian kecil pertanyaan saya dan janji-janji manis yang mereka lontarkan:

Kebetulan saat apply, mereka meminta saya untuk membuat suatu surat pernyataan kesanggupan membayar dari sisi perusahaan (busyet, memangnya mau lari apa gimana yah :-(); kesempatan ini saya gunakan untuk mendokumentasikan semua janji manis yang pernah mereka lontarkan. Guess what ?? Mereka kelabakan menjelaskan ini dan itu, berusaha mengelak dari janji-janji yang dulu dilontarkan namun kali itu saya tulis dengan detil :-). Mari kita lihat bersama apa jawaban mereka:

Tulisan ini tidak bermaksud menjelekkan siapa-siapa, namun justru pada kesempatan ini, saya ingin mengkampanyekan “Gerakan Pemasaran yang Sehat dan Bertanggungjawab“, dimana pemasar berkewajiban memberikan informasi yang lengkap dan jelas kepada konsumen dan calon konsumen (tanpa berkilah “Wah dulu koq ndak tanya kalo misalnya gini.. gitu.. “); dan semua informasi tersebut dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya tanpa harus menggunakan catatan interpretasi apapun juga (tanpa mengemukakan alasan “Lho, maksud saya dulu itu begini lho…“) dan semacamnya. Juga kepada konsumen dan calon konsumen, agar menggunakan haknya untuk meminta semua informasi yang lengkap, jelas, dan benar; juga berlatih untuk lebih kritis dan memikirkan kemungkinan yang mungkin timbul setelah membeli produk yang dijual; jangan asal percaya dengan janji-janji manis Pemasar. Jangan lupa peribahasa mengatakan “Habis manis sepah dibuang”, lhooo ?? Apa hubungannya ?? Sama-sama manisnya yah ?? πŸ˜€

Popularity: 9% [?]

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya!


One Response to 'Pemasaran yang Sehat dan Bertanggungjawab'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to ' Pemasaran yang Sehat dan Bertanggungjawab '.


  1. on September 30th, 2005 at 12:03 pm

    […] Tentu saja sekali lagi saya ingin mengingatkan pentingnya pemasaran yang sehat dan bertanggungjawab. […]

Leave a reply