« - »

IT = Informasi Tulalit ?

Posted on 15 July 2005

Tahun ini, penerimaan siswa baru untuk SMPN dan SMUN telah dikomputerisasi sepenuhnya, sehingga klaimnya lebih transparan, lebih cepat, dan lebih mudah serta fleksibel (bisa diakses melalui Internet maupun SMS). Di Semarang, semua data peserta didik yang mendaftar di 16 SMAN dan 40 SMPN diolah dan terpusat di Dinas Pendidikan Kota Semarang. Namun apa yang terjadi ?? Pengumuman penerimaan molor dari waktu yang telah ditentukan, layanan informasi via internet dan SMS, tidak bisa berfungsi dan diakses saat dibutuhkan, papan pengumuman pun tertulis “Maaf jurnal belum ada, belum bisa di-download!”. Akhirnya banyak orang tua calon siswa yang harus menunggu penuh harap sampai lama sekali, sehingga saking kecewanya mereka meminta sistem penerimaan siswa dikembalikan ke sistem yang lama. IT bagi mereka hanyalah “Informasi Tulalit”. *Gedubrak*

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Drs Sri Santoso, kemacetan sistem IT itu semua di luar kemampuan mereka. Beliau (merasa) sudah bekerja optimal, tetapi apa daya, hasilnya seperti itu. Namun ada perkataan beliau “Itulah salah saya. Sejujurnya saya akui, untuk sistem IT PPD, kami memang belum melakukan simulasi. Salah saya itu thok. Betul, itu saya akui.” *Gedubrak*

Waduh, gimana yah ?? :-(. Sering saya ungkapkan bahwa IT bukanlah Obat Dewa, yang mampu menyembuhkan orang yang sakit keras atau bahkan membangkitkan orang yang sudah meninggal, misalnya. IT hanya bisa menyelesaikan suatu masalah melalui suatu rangkaian tahapan proses, mulai dari memperoleh User Requirements, Business Processes sampai kepada trial and simulation, kesiapan infrastruktur, serta edukasi user untuk memastikan kelancaran operasional.

Walaupun beliau mengaku hanya punya satu kesalahan, yaitu belum melakukan simulasi, namun disini simulasi memainkan peran yang sangat penting; apalagi ini merupakan awal implementasi sistem yang sama sekali baru. Ibaratnya mau merubah sistem pengapian mobil secara drastis, namun baru melakukan percobaan keliling kampung doang, sudah puas dan langsung dipublikasikan bahkan dijual. Khan harusnya dilakukan uji coba perjalanan jarak jauh, bahkan ekstrimnya bisa jalan dari Sumatra – Jawa – Bali misalnya :-). Atau seperti kejadian yang lalu saat Presiden SBY memberitahukan nomor Handphone pribadinya untuk menerima SMS dari masyarakat secara spontan karena kecintaan beliau terhadap rakyat Indonesia; karena tidak memprediksi load dari SMS yang masuk, akhirnya terjadilah insiden Handphone SBY hang karena ribuan SMS masuk.

Tanpa pemikiran yang menyeluruh dan persiapan yang matang, jangan pernah harap IT dapat menjadi solusi utama yang handal; lalu ujung-ujungnya orang melihat IT hanyalah Informasi Tulalit. Doh :-(.

Popularity: 6% [?]

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya!


Leave a reply