Narasumber Asal
Posted on 6 July 2005Semalam kebetulan saya menonton suatu acara berita di TV nasional dan salah satu topiknya adalah kelangkaan BBM di tanah air. Diberitakan pada suatu kota di Sumatera (saya lupa tepatnya) beberapa pengendara saking desperate-nya, beralih menggunakan Pertamax yang jauh lebih mahal. Sebagai penutup topik tersebut, diberitakan bahwa penggunaan Pertamax sebagai pengganti Premium secara teknis adalah boleh-boleh saja, dan berikut adalah hasil wawancara dengan seorang narasumber teknis; lalu kamera disorotkan ke suatu bengkel sederhana dan seorang teknisi separuh baya yang sedang melakukan perbaikan mobil. Berikutnya, teknisi tersebut diwawancarai dengan pertanyaan “Bagaimana pendapat Bapak tentang penggunaan Pertamax sebagai pengganti Premium ??” dan beliau pun menjawab “Tidak apa-apa” dan sejumlah komentar lain yang tidak begitu saya perhatikan saat itu.
Yang saya bingungkan adalah mengapa pemberitaan televisi nasional menggunakan seorang narasumber yang tidak jelas kredibilitasnya (walaupun mungkin di daerah tempatnya, beliau merupakan seorang teknisi ahli misalnya) ?? Bukankah lebih baik menanyakannya kepada orang lain dengan kredibilitas yang lebih jelas, misalnya Kepala Bengkel dari suatu perusahaan otomotif nasional yang terkemuka ??
Hal ini tidak ubahnya menanyakan suatu hal teknis tentang Information Technology kepada seseorang (sebut saja Paimin) yang merupakan guru komputer di suatu lembaga pendidikan komputer terkemuka di suatu daerah, misalnya. Tentu saja lebih kredibel bagi masyarakat umum *) bila menanyakannya kepada Roy Suryo yang merupakan icon pakar TI dan Multimedia di Indonesia (walaupun mungkin memang ada beberapa pendapatnya yang dipertanyakan), mengingat pemberitaan tersebut disiarkan di TV nasional; lain halnya bila ditayangkan di TV lokal misalnya <g>.
*) Ditambahkan pada tgl 7 July 2005
Popularity: 4% [?]
4 Responses to 'Narasumber Asal'
Leave a reply
Most Recent Posts
- Dapatkan $1 untuk Setiap Rekomendasi Teman Anda!
- Gratis eBook dari TDW University – Rahasia Menjadi Kaya dan Bertumbuh Semakin Kaya
- 5 Ways To Make Money Online That Won’t Let You Down
- Akhirnya 2000 Klik di Neobux
- 7 Days Licensed NLP Practitioner (Day 3)
- 7 Days Licensed NLP Practitioner (Day 2)
- 7 Days Licensed NLP Practitioner (Day 1)
- Belajar Bisnis Internet GRATIS
- Bandung BootCamp 2008 – Day 0
- Seminar Marketing Revolution – Tung Desem Waringin
Most Recent Comments
- Permainan Logika yang Sangat Menantang (33)
dekteguh, ghanta, oman, fathiyah, bieyast [...] - Gunungpati (3)
alex, Slam, Slam - Peluang Penghasilan Online - Neobux (PTC) (17)
Boom, yudhi, Deddy, sandra, dwi [...] - Akhirnya 2000 Klik di Neobux (15)
frian, irvan, andhika, Hianoto, jim [...] - Sekilas Makanan di Salatiga (21)
indri, dani, Pasar Peksi Banyuputih, erik yanuar, Hian [...] - Berhasil Mengambil PayPal via BCA (15)
andind, rodex, rias, prisca, Peter's place [...] - MindSet Sukses yang Benar (12)
agus, hian, nitha, hian, nitha [...] - Dijual: Delphi, JBuilder, C++ Builder (2)
Fajar, En Tay
Most Popular Posts
- Posting JalanSutra tentang Makanan Semarang
- Permainan Logika yang Sangat Menantang
- Comment Spam dan Akismet
- Reset Admin Password di WinXP
- Seminar Dahsyat ala Tung Desem Waringin
- Diskusi "Mengelola Mail Server"
- Tahu Isi Benak Pikiran??
- Symantec AntiVirus Corporate Edition dan Firewall
- Video Conference, Telkom, dan Hotel Ciputra Semarang
- Peluang Penghasilan Online - Neobux (PTC)
- Matahari Dikelilingi Awan Gelap dan Pelangi
- Wisata ke Jogjakarta dan Candi Borobudur
- Seminar "Managing Business with Great Success" James Gwee
- Local Queue in MDaemon 8.x
- Bandung BootCamp 2008 - Day 0
- SuperCamp "Becoming a Money Magnet"
- Sekilas Makanan di Salatiga
- SiteBar
- Belajar Bisnis Internet GRATIS
- Sekolah Orangtua di Semarang (3)
I currently live happily with my beloved family in Semarang. I am an IT-addict, but have huge interests on Internet Marketing, Family Financial Planning, Personal Wealth Building, and other self development activities. Beside that, I also like to read books, eat delicious foods, and play games with my beloved son.









on July 6th, 2005 at 4:49 pm
yg penting isi komentarnya, bukan jabatannya.. apalagi hanya sekedar ‘jabatan’ yg diberikan oleh media.
on July 6th, 2005 at 4:55 pm
anda kok tahu kalau Roy Suryo misalnya, kredibel?
anda kok masih meragukan tulisan beberapa orang yang menyajikan fakta di http://rangkuman.roysuryowatch.org/ ?
kalau anda tidak setuju dengan berbagai fakta di wiki di atas, silahkan anda tambahkan fakta pembanding lain, wiki tersebut bisa diedit siapapun kok
on July 6th, 2005 at 4:55 pm
*komen*
on July 7th, 2005 at 8:50 am
Untuk Bung Benny,
Tentu saja sah-sah saja untuk meminta pendapat seseorang tentang sesuatu hal; namun bila digunakan sebagai konklusi atas hal tersebut, saya pikir ada baiknya menggunakan penjelasan teknis dari orang yang kompeten dibidangnya. Saya lihat di masyarakat, ada sekian banyak teknisi (tidak hanya otomotif, bahkan di bidang IT pun banyak) yang hanya belajar secara mandiri tanpa mengerti landasan teknis/ilmiah yang benar (mohon diperhatikan kombinasinya, saya sangat mendukung pembelajaran mandiri, namun harus disertai dasar teori yang benar pula). Tanpa bermaksud mengecilkan kemampuan teknis dari teknisi tersebut, ada baiknya penjelasan diberikan oleh seorang teknisi berkualifikasi dari sebuah bengkel ATPM resmi disertai dengan Technical Documents yang mendukung.
Untuk Bung Andika,
). Maksud saya kredibel disini adalah kredibel di mata masyarakat awam dan sebagian kalangan praktisi IT. Saya pribadi melihat ada beberapa pernyataan beliau yang memang kurang tepat dan beberapa tindakan yang kurang bijaksana (seperti saat konflik dengan Eko misalnya), namun tidak dipungkiri pula, IT Indonesia cukup ‘diwarnai’ dengan kehadiran beliau. Silakan koreksi pernyataan beliau yang salah, namun jangan serang orangnya. Saya lihat konsep RSW cukup baik, saya sih berharap ada situs2 serupa untuk orang2 berpengaruh/populer lainnya (dan tidak cuma di bidang IT).
Rasanya saya sedikit salah menulis sehingga Anda salah sangka, walaupun sebenarnya setelah saya baca ulang beberapa kali, saya tetap merasakan adanya satire dari tulisan saya (mungkin karena saya tahu persis opini saya terhadap beliau, sedangkan Anda dan pembaca lain belum tahu opini saya yah ??