« - »

Waroeng Semawis Semarang

Posted on 23 July 2005

Semalam saya dan keluarga berkesempatan mengunjungi Waroeng Semawis Semarang. Parkir cukup mudah didapat, mungkin karena kami datang cukup malam (sekitar jam 21.00). Sambil berjalan kaki dari lokasi parkir yang tidak jauh, kami pun mulai mendengar hiruk pikuk orang berbicara dan menyanyi, juga mencium harumnya sate dibakar. Tak terasa, kaki pun mulai lebih cepat melangkah.

Waroeng Semawis adalah suatu pusat jajan di Jl Gang Warung, di daerah Pecinan Semarang; yang bertujuan mempromosikan Semarang sebagai suatu kota wisata, termasuk juga wisata kuliner :-). Dalam dua minggu terakhir ini, Waroeng Semawis dibuka pada hari Jumat-Sabtu-Minggu, untuk selanjutnya akan dibuat permanen (CMIIW). Projek ini digarap cukup serius, mulai dari penyaringan pedagang yang berminat menjadi peserta, pasokan listrik dan air bersih, sampai ke perbaikan jalan dan saluran.

Tatkala kami pun telah sampai di ujung Gang Warung, mata saya pun berbinar-binar.. betapa tidak ?? Jalanan dipenuhi dengan kedai makanan dan para penikmat kuliner. Ada Nasi Ayam (bahkan penjualnya diboyong dari depan SD/SMP Karangturi), Nasi Pecel, Sate Babi, Baikut Goreng, Nasi Campur Jakarta, Bubur Ayam Jakarta, sampai ke masakan Pakistan/India; bahkan hidangan eksotis seperti Ular dan Biawak-pun ada!! Ada juga kedai teh dengan berbagai macam teh yang sungguh menarik, mulai dari teh untuk meredakan panas dalam, untuk melangsingkan tubuh, dll. Ini benar-benar surga makanan Semarang!! Kedai makanan diatur di sebelah kanan dan kiri jalan, sedangkan meja dan kursi diletakkan di tengah jalan. Walaupun sudah larut malam, namun masih tetap ramai dan 90% meja dan kursi penuh!! Di bagian tengah, terdapat panggung hiburan dengan penyanyi serta pengiring musik secara live.

Tak terasa kami pun telah selesai menyusuri Gang Warung dari ujung ke ujung bolak-balik (jadi sekitar 2×350 meter), suatu hal yang tidak pernah kami lakukan sebelumnya. Di suatu gang kecil, nampak sekelompok anak muda sedang berlatih Liong, suatu atraksi pertunjukkan menggunakan naga dengan banyak tongkat penyangga. Tentu saja banyak anak kecil (termasuk Brian) yang kegirangan dan setia menunggui mereka berlatih walaupun tidak menggunakan kostum pertunjukkan dan tanpa bunyi-bunyian nyaring seperti biasanya. Dengan penuh semangat mereka berlatih keras, mungkin untuk pertunjukan pada malam minggu ini.

Malam itu hanyalah malam penjajakan bagi kami, mengingat beberapa menit sebelumnya kami telah menyantap Mie Pak Min di perempatan Gambiran – Sebandaran yang sungguh lezat itu. Namun malam ini, kami berencana untuk kembali ke sana dengan kondisi perut kosong agar dengan puas dapat mencicipi beragam makanan yang sungguh membuat air liur menetes.

Yuk manjakan lidah dan perut Anda dengan ikut berwisata kuliner disana !! :-). Hmmm, yummy !!

Popularity: 15% [?]

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya!


8 Responses to 'Waroeng Semawis Semarang'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to ' Waroeng Semawis Semarang '.


  1. on April 8th, 2006 at 11:41 am

    […] Jumat malam kemarin (7 April 06) merupakan waktu yang sangat saya tunggu-tunggu. Betapa tidak?? Untuk pertamakalinya saya mengikuti KopDar (baca: Kopi Darat alias pertemuan) dengan anggota JS (baca: milis Jalan Sutra) Semarang. Pertemuan dijadwalkan jam 19:30 di Semawis. Pada jam 19-an, saya masih bertukar SMS dengan Angela Agustina mengenai cara mengenali diri masing-masing, mengingat kita belum pernah bertemu sebelumnya. Akhirnya saya pun tiba tepat waktu di Semawis jam 19:30. Setelah celingak-celinguk tidak menemukan Angela sesuai dengan warna baju yang disepakati (busyet, kayak mau blind date aja nih ), saya pun menelponnya. Ternyata dia baru saja tiba dan sedang bertemu Markus Henoch. Singkat cerita, kita bertiga pun bertemu di tempat yang disepakati. Setelah berkenalan singkat, kami pun berjalan kaki menyusuri Semawis sampai ke ujung jalan bolak-balik, sambil mata jelalatan mencari target makanan yang harus disantap. Terlihat Angela sangat menguasai daerah ini, terbukti dari sekian banyak penjual dan pengunjung yang dia kenal; seakan-akan malam tersebut adalah malam jumpa fans baginya . […]


  2. on April 18th, 2006 at 8:25 am

    […] Tadi pagi adalah jadwal KopDar kedua untuk JS-ers Semarang yang bertempat di restoran Holiday, Pandanaran. Bagi pembaca blog saya, hal ini terasa agak aneh karena baru saja tgl 7 April yang lalu kita mengadakan KopDar pertama di Semawis. Sebenarnya alasan utamanya adalah adanya discount 50% untuk Dim Sum di restoran Holiday tersebut selama bulan April 2006 . […]

  3. Desi said,

    on November 8th, 2006 at 11:11 pm

    Saya ingin menambahkan berita baru tentang Semawis. Tidak hanya menjual aneka jalanan. Pada bulan Oktober 2006, saya pergi ke Semawis. Anehnya saya menemukan satu stan yang tidak makanan melainkan tentang sebuah stan Ahli Meramal, Nasib dan Jodoh dengan melihat wajah. Saya penasaran lalu saya mencoba menanyakan nasib dan jodoh saya. Ternyata benar-benar tepat semuanya. Bapak yang satu ini, tidak hanya tahu jodoh saya, dia juga tahu tentang sifat dan watak saya serta kejadian yang saya alami hanya diri saya tahu. Bapak yang satu ini, Tahu segalanya tentang saya. Kalau anda penasaran Anda bisa mencobanya datang ke Semawis. Saya cuma ingin menginformasikan tentang hal-hal yang menarik di Semawis.

  4. hian said,

    on November 13th, 2006 at 10:44 am

    Desi, thanks atas infonya.

    Saya malah belum berkesempatan mampir ke stand ini. Terus terang saya memang kurang tertarik untuk urusan ramal-meramal nasib (apalagi jodoh, lha wong sudah ada buntutnya koq)..

    Namun perlu diingat bahwa nasib tergantung dari kemauan dan usaha keras kita; serta diakhiri dengan restu Tuhan. Dengan kata lain, kita bisa menjadi apa yang kita mau asalkan kita punya kemauan yang sangat keras, melakukan usaha yang sangat keras, dan selalu berdoa meminta restu dan bimbingan Tuhan.

  5. novi said,

    on May 9th, 2007 at 4:00 pm

    koq ceritanya di sini kurang seru yah… ga seperti di acara Nikmatnya Dunia-SCTV yg disiarin waktu hari munggu tgl 6 mei kemaren…
    Seperti nya seru banget! Trus di situ dibilang nya PASAR semawis, tp wkt saya cari di daftar pasar yg ada di web nya pemkot semarang ternyata ga ada… Welwh-welwh… semawis tuh sbener nya pasar ato warung sih paaaakkk?

  6. hian said,

    on May 15th, 2007 at 1:43 pm

    #5: Novi, kurang serunya cerita saya di sini, bisa jadi karena ketidakahlian saya mengolah kata-kata. Namun serunya cerita di acara/artikel lain, bisa jadi karena keahlian mereka mengolah kata-kata sehingga lebih impresif 🙂

    Semawis itu Warung atau Pasar?? Dua-duanya benar koq, lagian dua-duanya juga dipakai silih berganti di berbagai media.. Coba baca http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_Semawis

  7. Dewi said,

    on May 28th, 2007 at 7:23 pm

    tolong info berapa km perjalanan dari semarang ke jepara.tks

  8. sakinah said,

    on November 7th, 2007 at 2:56 pm

    Waroeng Semawis yang digagas oleh “Kopi Semawis” atau “Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata”, memang khas dan seharusnya dibuat unik “Semarangan” . Dari kunjungan saya kesana ada beberapa kritik yang mungkin perlu untuk perbaikan :
    * Fasilitas kebersihan (higina dan sanitasi) hal yang mutlak untuk makanan, masih kurang diperhatikan.
    * Toilet/ Kamar mandi yang kurang mamadai.
    * Jenis makanan perlu dipilih secara lebih ketat :
    Perlu ditambah nasi goreng babat dan tahu pong yang sangat khas Semarang. Mengapa justru ada Sate Padang, tahu Sumedang, mi keriting Medan, dan bubur ayam Jakarta yang tidak khas Semarang?
    * Perlu dipertimbangkan kembali untuk memilih daging ular kobra dan biawak dijual disini. Mungkin lebih tepat ditempat/ disektor lain, “medeni”.
    *Toko/ kios yang menjual pernak-pernik khas Tiongkok perlu ditambah jenisnya.
    *Kios Peramal, pengobatan tradisional cina dsb menurut saya perlu ditambah ragamnya.

Leave a reply