Gunungpati
Posted on 23 August 2005Bagi penduduk Semarang, Ungaran, dan sekitarnya, Gunungpati merupakan suatu daerah yang cukup terkenal, terletak di antara Ungaran-Semarang dan sangat sering digunakan sebagai jalur alternatif saat arus lalu lintas Ungaran-Semarang atau Ungaran-Boja sedang mengalami kemacetan. Namun bagi saya yang telah bekerja di Ungaran selama lebih dari enam tahun, Gunungpati tetap merupakan rute yang penuh misteri. Betapa tidak?? Tiga kali saya lewat sana dengan menyetir mobil sendiri, dan untuk ke-tiga kali pula saya menjumpai berbagai kekonyolan dan kesulitan
.
Beberapa tahun lalu, saya mendapat informasi bahwa ada kemacetan di daerah Watugong dan disarankan untuk melewati Gunungpati. Saya pun melewati Alun-alun Ungaran dan menuju ke arah Gunungpati. Selama perjalanan, saya menjumpai beberapa pertigaan atau perempatan, namun saya tetap mengambil jalan lurus. Ada perasaan aneh tatkala menyadari bahwa jalanan begitu sepi, sangat berliku-liku, dan saya telah menghabiskan waktu 40 menit lebih, namun belum ada tanda-tanda sampai ke kota Semarang. Akhirnya saya pun lemas ketika melihat suatu penunjuk jalan bahwa sebentar lagi saya tiba di …….. Boja!!! Waduh, jan apes tenan
. Akhirnya saya pun sampai ke rumah setelah menempuh perjalanan hampir 2 jam
.
Tahun berikutnya, saya pun mendapat informasi tentang kemacetan di daerah Banyumanik dan disarankan lewat Gunungpati lagi. Kali ini saya bertekad untuk tidak melakukan kesalahan yang serupa (lha wong keledai saja tidak jatuh pada lubang yang sama untuk kedua kalinya khan??
). Begitu menjumpai ada pertigaan, saya pun segera membelok ke kanan. Setelah hampir sampai di ujung jalan, saya baru tahu kalau jalan tersebut tembus ke Pudakpayung dan saya pun harus terjebak kemacetan yang tadinya ingin saya hindari
.
Kebetulan hari Jumat lalu, ada kecelakaan hebat di Banyumanik yang mengakibatkan dua korban jiwa dan beberapa korban luka-luka. Saya sempat ragu, apakah mau lewat Gunungpati lagi atau tidak; akhirnya saya putuskan untuk lewat Gunungpati. Berhubung kejadian sebelumnya sudah lama dan saya sendiri masih teringat kejadian pertama saat nyasar sampai Boja, akhirnya tanpa disadari saya melakukan kesalahan yang serupa, belok kanan terlalu cepat sehingga hampir sampai di Pudakpayung lagi
. Tentu saja saya mengomel – jengkel terhadap diri sendiri, dan melakukan U-turn 180 derajat. Saya pun kembali mengikuti jalur yang benar. Kali ini saya pun sukses sampai di pertigaan, dimana ada tanda arah menuju ke Sampangan dan Jatingaleh. Namun dasar dodol, saya mengambil arah ke kanan, dimana jalan tampak berliku-liku naik-turun. Setelah sekian lama, saya menaruh curiga dan bertanya kepada penduduk setempat; ternyata saya salah mengambil jalan ke Jatingaleh
. Saya pun berbalik sambil mengomel sekaligus khawatir, karena posisi odometer telah menunjukkan 333KM (biasanya saya mengisi bensin penuh bila mencapai 300-an KM) dan hari telah gelap. Sempat terpikir untuk membeli bensin di pinggir jalan, tapi saya urungkan niat itu. Setelah kembali ke pertigaan yang semula, saya berbelok ke arah Sampangan. Sayangnya ada suatu bundaran dengan banyak percabangan, saya pun berspekulasi (lha wong sudah 2x mengalami salah jalan, masak masih kurang??) mengambil suatu arah. Ternyata betul, saya salah mengambil arah kembali
. Setelah berbalik lagi, saya pun beruntung menjumpai suatu SPBU (walaupun antri cukup panjang, dan memakan waktu lama). Singkat kata, saya berhasil sampai ke rumah dengan waktu 1.5 jam
.
Saat ini saya punya tekad untuk lebih mengetahui jalur pulang lewat Gunungpati. Mungkin saya harus meluangkan waktu beberapa kali pulang kantor tepat waktu (agar kondisi jalan masih cukup terang) dan melewati jalur Gunungpati lagi, sehingga lebih terbiasa dan tidak mengalami kesalahan konyol seperti sebelumnya. Brrrrr
.
Bagi pihak yang berwenang, mungkin ini juga suatu pertanda bahwa tanda penunjuk arah di jalur Gunungpati ini tidak ada atau kurang jelas; sehingga bisa di-review ulang untuk diperbaiki, mengingat jalur ini sangatlah sering digunakan saat terjadi kemacetan atau saat arus mudik Lebaran.
Popularity: 6% [?]
3 Responses to 'Gunungpati'
Leave a reply
Most Recent Posts
- Dapatkan $1 untuk Setiap Rekomendasi Teman Anda!
- Gratis eBook dari TDW University – Rahasia Menjadi Kaya dan Bertumbuh Semakin Kaya
- 5 Ways To Make Money Online That Won’t Let You Down
- Akhirnya 2000 Klik di Neobux
- 7 Days Licensed NLP Practitioner (Day 3)
- 7 Days Licensed NLP Practitioner (Day 2)
- 7 Days Licensed NLP Practitioner (Day 1)
- Belajar Bisnis Internet GRATIS
- Bandung BootCamp 2008 – Day 0
- Seminar Marketing Revolution – Tung Desem Waringin
Most Recent Comments
Most Popular Posts
- Posting JalanSutra tentang Makanan Semarang
- Permainan Logika yang Sangat Menantang
- Comment Spam dan Akismet
- Reset Admin Password di WinXP
- Seminar Dahsyat ala Tung Desem Waringin
- Diskusi "Mengelola Mail Server"
- Tahu Isi Benak Pikiran??
- Symantec AntiVirus Corporate Edition dan Firewall
- Aneka Makanan Semarang
- Video Conference, Telkom, dan Hotel Ciputra Semarang
- Matahari Dikelilingi Awan Gelap dan Pelangi
- Peluang Penghasilan Online - Neobux (PTC)
- Wisata ke Jogjakarta dan Candi Borobudur
- SiteBar
- Seminar "Managing Business with Great Success" James Gwee
- Sekilas Makanan di Salatiga
- Local Queue in MDaemon 8.x
- Belajar Bisnis Internet GRATIS
- Bandung BootCamp 2008 - Day 0
- SuperCamp "Becoming a Money Magnet"
I currently live happily with my beloved family in Semarang. I am an IT-addict, but have huge interests on Internet Marketing, Family Financial Planning, Personal Wealth Building, and other self development activities. Beside that, I also like to read books, eat delicious foods, and play games with my beloved son.









on March 27th, 2009 at 4:55 pm
salam kenal pak
saya orang asli gunungpati…..
wah kota gunungpati ternyata terkenal yach
on March 27th, 2009 at 4:57 pm
oya pak, kalau mau pulang mudik lewat gunungpati tanya saaja saya pak… pasti saya bantu…
dijamin gak nyasar….
on November 10th, 2009 at 9:48 am
mesakne men to Pak,
petunjuknya banyk kok bisa 3 kali apes. ngantuk kali pas nyetir.
piss.