« - »

Kartu ATM Hilang

Posted on 24 August 2005

Kemarin siang istri menelpon saya, suaranya terdengar sangat panik. Dia memberitahu bahwa kartu ATM saya (yang biasa dia bawa) hilang! Dia sih memperkirakan hilang saat berada di ATM, dimana dia lupa mengambil kembali kartu ATM karena sedang dalam keadaan terburu-buru. Waduh, untuk pertama kalinya nih saya menghadapi hal demikian. Akhirnya saya pun memutuskan untuk menghubungi Customer Service Bank agar memblokir kartu ATM tersebut. Sayangnya untuk keperluan pemblokiran kartu ATM, saya harus menghubungi kantor pusat di Jakarta; hiks, interlokal ke Jakarta pas jam siang, aduh mahal bookkk :-(.

Saat sang Customer Service melakukan verifikasi, saya diminta untuk menyebutkan nama lengkap, tanggal lahir, alamat lengkap (ini semua Ok), lalu detil transaksi (tgl dan jumlah nominal) ATM yang terakhir.. nah ini yang tidak Ok, karena selama ini kartu ATM tersebut hanya digunakan sang istri dan jelas saya tidak tahu tentangnya. Akhirnya saya malah pasrah, saya bilang “Bu, maaf.. saya sama sekali tidak tahu detil transaksi terakhir di ATM, namun kalau Ibu butuh informasi lain tentang saya dan account tabungan ini, saya siap.. apapun pertanyaannya”. Gile bener, kayak mau ujian pendadaran aja :-). Akhirnya dia menanyakan saldo terakhir, yang tentu saja bisa saya jawab dengan benar karena sudah mendapat ‘bocoran’ dari istri saya :-).

Hati ini terasa begitu lega saat CS memberitahukan bahwa saldo saat ini masih tetap sama dengan data saldo terakhir yang kami punya. Saya cenderung menduga berarti kartu tersebut tertelan masuk kembali ke mesin ATM. Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan, apalagi sehari sebelumnya ada sebuah sertifikat deposito kami yang dicairkan ke rekening tabungan tersebut, sehingga rekening itu berisi uang yang cukup banyak bagi kami. Segera saja saya meminta CS untuk memblokir kartu ATM tersebut, dengan konsekuensi harus mengurus kartu ATM baru dan pembuatan Surat Laporan Kehilangan sebagai lampiran :-(.

Hari ini, saya dan istri pun pergi ke Bank untuk mengurus pembuatan kartu ATM yang baru. Beruntung sekali, kartu ATM yang lama ternyata ditemukan dalam mesin ATM. Alhasil saya pun tidak perlu membuat Surat Lapor Kehilangan dari Kepolisian :-). Akhirnya saya pun telah memperoleh kartu ATM baru, walaupun hanya bisa dipakai besok pagi.

Pelajaran yang didapat: biasakan selalu melakukan double check saat bertransaksi di ATM; khususnya saat akan keluar dari ruang ATM. Sebelum ini, saya merasa diri saya dilanda phobia karena sangat sering merasa tidak yakin telah melakukan sesuatu dengan baik, sehingga sering memeriksa ulang kalau-kalau kartu ATM telah tersimpan rapi di dompet, pintu rumah terkunci dengan baik, kompor/AC telah dimatikan, dll. Namun kali ini saya merasakan langsung manfaatnya.

Better safe than sorry.

Popularity: 6% [?]

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya!


3 Responses to 'Kartu ATM Hilang'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to ' Kartu ATM Hilang '.

  1. billy said,

    on December 12th, 2007 at 11:04 pm

    masalahnya sama tuh he3.y klo udah hilang mau bilang apa lagi.
    btw ngurus surat kehilangan dari kepolisian ribet ga?,keluar biaya ga?.tolong donk?
    tanks……….

  2. hian said,

    on December 13th, 2007 at 4:46 pm

    #1: Pak Billy, seperti yang saya tulis, kartu ATM yang lama ternyata ditemukan dalam mesin ATM. Alhasil saya pun tidak perlu membuat Surat Lapor Kehilangan dari Kepolisian. Jadi saya tidak tahu biaya aktual pembuatan Surat Lapor Kehilangan dari kepolisian.

  3. chris said,

    on August 30th, 2009 at 8:48 am

    wah…pengalaman yang hampir persis sama baru saja saya alami juga (lupa mengambil kembali kartu atm setelah selesai bertransaksi). Segera begitu mengetahui atm saya hilang, saya langsung melaporkan ke CS. Untungnya sih uang saya tidak ada yang hilang, walaupun tentu saja saya harus mengorbankan uang juga untuk pulsa, transport ke kantor polisi, uang untuk pembuatan lapor kehilangan, dll.
    Belum lagi saya harus kehilangan waktu produktif saya (mestinya bisa ngerjain yang lain malah jadi terbuang sia-sia).
    Akhirnya, pelajaran yang saya dapatkan adalah: kita harus selalu berhati-hati dalam mengerjakan segala sesuatunya, tidak boleh terburu-buru. Lebih baik kita amenghabiskan waktu lebih lama sedikit untuk memastikan segalanya telah berjalan dengan benar daripada harus mengorbankan lebih banyak waktu (tidak hanya waktu, bahkan uang dan beban pikiran) untuk kesalahan akibat keteledoran kita.

Leave a reply