« - »

Ke Jakarta – August 2005

Posted on 22 August 2005

Kebetulan hari Sabtu kemarin saya harus pergi ke Jakarta untuk menghadiri suatu pesta resepsi. Berhubung keberangkatan ini menggunakan dana pribadi, saya pun memutuskan untuk mencoba menggunakan layanan penerbangan hemat untuk pertama kalinya, dan pilihan pun jatuh ke Batavia Air dan Sriwijaya Air.

Sabtu pagi, saya pun telah berada di bandara A Yani menunggu keberangkatan sembari makan dan minum di ruang tunggu bandara. Lumayan, jadwal keberangkatan cukup tepat. Pesawat yang digunakan Batavia Air terasa cukup nyaman, ruang untuk penyimpan bagasi pun cukup lega walaupun penumpang sangat penuh; namun sayangnya busa kursi bagian bawah rasanya agak aneh (terasa sedikit anjlog gitu) dan sempat saya konfirmasi ke penumpang sebelah saya juga merasakan hal yang sama. Hal lain yang menarik perhatian saya adalah beberapa pramugari mempunyai potongan rambut pendek, ini sungguh suatu pemandangan yang baru bagi saya, mengingat selama ini kebanyakan saya menggunakan layanan Garuda Indonesia (maklum, perjalanan dinas kantor) dan semua pramugari GIA berambut panjang dan disanggul. Pramugarinya cantik-cantik dan cukup sering menebar senyum. Tidak seperti yang saya sangka, setiap penumpang dibagikan sepotong roti dengan selai dan segelas AMDK (Air Minum Dalam Kemasan); sayang saya kurang cocok dengan rotinya :-(. Setelah mendarat di bandara Sukarno-Hatta, para penumpang pun berjalan kaki di lapangan terbang (tidak menggunakan terowongan belalai ataupun bis/mobil).

Kali ini saya memilih untuk menghubungi beberapa rekan penggemar gadget (biasanya menghubungi rekan-rekan komunitas yang lain :-)) dan mendapatkan respon yang sangat baik. Boss Iwan sedang berada di Mal Taman Anggrek dan meminta saya untuk datang kesana. Boss Anton Japutra menawarkan untuk membawa saya ke DuGem (ini juga ada cerita lucunya, maklum saya jarang dengar perkataan “pergi ke Dugem” yang notabene punya arti lain. Hi Rony!!) atau berkeliling Mangga Dua. Mengingat hanya punya waktu yang terbatas pada hari Minggu, saya memutuskan pergi ke Mangga Dua, lihat gadgets, DVD, buku komputer, dan makan-makan tentunya.

Berhubung saya belum pernah bertemu muka dengan Boss Anton, kami memutuskan untuk bertemu di hotel Dusit Mangga Dua saja. Tak lupa kami pun saling memberitahu warna pakaian dan ciri-ciri lain yang memudahkan untuk saling mencari. Pendek cerita, kami pun bertemu dengan sukses. Diluar dugaan, Boss Anton begitu muda, rambut cekak yang fresh and wet-look :-), dan begitu gadget-geek dengan segudang gadgets kesayangannya. Kami pun langsung berkenalan, seru deh walaupun baru pertama kali bertemu (sebelumnya sih sudah cukup sering komunikasi via e-mail). Saya pun berhasil membeli sekian banyak DVD (hihihi, Boss Anton sampai bengong, mungkin pikirnya “ini orang kampung gile bener nonton film yah, apa jangan-jangan di kampung ndak ada yang jual DVD yah??” :-D) dan buku komputer (Windows 2000 Enterprise Networking). Saya pun sempat melihat beragam gadgets yang cukup menarik, mulai dari Sony Vaio sampai handphone Sky IM8500, juga mengunjungi berbagai toko gadgets mulai dari TokoPDA.com sampai Bhinneka.com. Saking asyiknya, kami sampai lupa tugas utama lain yaitu makan chinese food dengan layanan ala cepat saji (fastfood) yang sungguh yummy menurut Boss Anton :-(. Akhirnya saya pun diantar ke hotel Ibis Kemayoran tempat saya bermalam.

Malam harinya, saya pun menikmati resepsi pernikahan yang begitu megah. Kambing Guling yang biasanya menjadi favorit para hadirin dan lenyap dalam hitungan menit, kali ini tersedia terus sampai jam 9 malam. Ice cream begitu lembut dan sangat nendang banget, pssttt saya sampai nambah 2x lho :-).

Keesokan harinya, Boss Iwan pun datang ke hotel dan kami berdua menikmati buffet breakfast yang disediakan hotel. Sedikit disayangkan, karena kami datang pada saat-saat terakhir, makanan kurang tersedia dalam porsi yang banyak dan sedikit kurang segar; tapi Ok-lah, masih lumayan (hihihi, dasar rakus :-)). Kami pun berdiskusi banyak hal, mulai dari Semawis Semarang (maklum, sesama orang Semarang :-D) sampai ke gadgets. Saya sempat otak-atik Nokia 9500, Tungsten T3, sampai Sony Vaio (lupa seri berapa) yang sudah di-customized sedemikian rupa sehingga menyerupai tampilan Mac OS. Saya pun sempat mencoba koneksi GPRS Matrix, hmm lumayan juga lah, apalagi biayanya cukup murah. Sedikit OOT, akhirnya kami malah berbincang-bincang tentang Friendster dan selebriti Indonesia; juga tentang wargame dan film-film DVD.

Karena kondisi trafik lalu lintas Jakarta yang tidak bisa diprediksi, akhirnya saya memutuskan untuk check out dari hotel dan naik taxi menuju bandara Sukarno-Hatta. Untuk pertama kalinya saya menggunakan fasilitas ruang tunggu di Terminal 1, ternyata jauh berbeda dengan ruang tunggu di Terminal 2 (baik domestik maupun internasional). Suasana ruang yang hiruk pikuk, pengumuman penerbangan yang cukup terdengar keras terasa sangat mengganggu kenyamanan. Makanan yang disajikan pun sangat berbeda, kualitas kudapan yang dibawah kualitas di Terminal 2. Gelas minuman begitu kecil, sehingga minuman langsung habis dalam satu tegukan saja; tidak ada bir lagi :-(. Saya mengamati ada sekian banyak orang yang masuk walaupun tidak mempunyai kartu kredit tertentu dengan warna tertentu pula. Yang saya heran, ada sebagian dari mereka yang tidak berkeberatan untuk membayar Rp 50.000,- per orang untuk bisa masuk dan makan disana (suatu hal yang tidak bakal saya lakukan, bila mendapatkan kualitas makanan dan kondisi hiruk pikuk seperti itu).

Singkat kata saya pun naik pesawat Sriwijaya Air melalui terowongan belalai. Di dekat pintu masuk pesawat, ada tiga staff penerbangan yang berdiri dengan membawa sticker/label bagasi. Ternyata bagi penumpang yang tetap nekad membawa bagasi berukuran besar, mereka diharuskan untuk menitipkan bagasi mereka. Setelah masuk ke pesawat dan berusaha memasukkan tas bawaan, saya baru menyadari bahwa ruang bagasi diatas kepala memang jauh lebih kecil dari pesawat lain dan kelihatannya Sriwijaya Air telah berpengalaman sebelumnya dan melakukan antisipasi. Kursi cukup nyaman. Pramugarinya cantik-cantik, sangat ramah dan sopan, serta sangat sering menebarkan senyum menawan mereka. Kudapan yang dibagikan adalah dua potong roti dan segelas AMDK.

Ada beberapa kesimpulan hasil kunjungan saya ke Jakarta kali ini:

Popularity: 6% [?]

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya!


Leave a reply