« - »

Peringatan 600th Cheng Ho – PRPP

Posted on 4 August 2005

Tadinya saya sekeluarga berencana untuk pergi ke Sam Poo Kong semalam untuk melihat pembukaan Peringatan 600 tahun Cheng Ho disana berikut berbagai atraksi yang menarik, karena saya diberi undangan oleh papa saya. Sayang rencana itu harus ditunda, mengingat ada perkiraan pengunjung terlalu banyak dan sangat padat, juga kondisi cuaca dikhawatirkan agak kurang baik. Sebagai alternatif, kami langsung meluncur ke PRPP, karena disana juga ada exhibition.

Kami berangkat ke PRPP sekitar jam 19:30 (karena Brian harus makan malam dulu sepulang dari kursus). Wow, antriannya sungguh luar biasa panjang dan padat. Biaya parkir hanya Rp 2.000,- namun kami harus parkir cukup jauh diujung. Saat berjalan, kami melihat ada sebuah pintu masuk yang terbuka dan ada beberapa pengunjung memasuki PRPP melalui pintu tersebut; kami pun ikut masuk ke sana. Sangat beruntung, tatkala sampai di pelataran suatu bangsal, ada keramaian disana.. Ternyata liong dan barongsai Garuda Sakti tengah beraksi disana. Kami pun setengah berlari menghampirinya. Lumayan, sempat mendapat 10-15 menit atraksi :-).

Lalu kami memasuki beberapa bangsal yang ternyata merupakan stand pamer dari berbagai Pemda di penjuru Nusantara; mulai dari Lombok yang terkenal dengan Mutiaranya, Brebes dengan Telur Asinnya, sampai ke Banjarnegara dengan Es Dawet Ayu-nya (dasar rakus, hehehe :-)). Selain itu, ada banyak stand swasta yang menjual beraneka ragam barang, mulai dari Es Teh, sepeda motor, hasil kerajinan, sampai obat kejantanan pria <g>.

Kami juga melihat kontes bonsai, cukup apik dan asyik juga melihat betapa tanaman yang seharusnya tinggi besar dibuat menjadi mini :-). Sayangnya tidak ada acara untuk mendemonstrasikan bagaimana proses pembuatan bonsai dan tips perawatan bonsai.

Kami menuju ke panggung, menyaksikan berbagai atraksi menarik yang dibawakan rombongan dari China, seperti:

Di bagian lain, kami menemukan sekumpulan warung makan, mulai dari Mie Titee, Nasi Ayam, Bakso Daging Sapi, sampai pada Chinese Food. Keadaan kurang ramai, mungkin karena lokasi yang kurang strategis. Disini kami tidak mencicipi makanan karena dalam kondisi kenyang (maklum, sebelumnya saya harus menghimpun tenaga untuk menggendong Brian menonton atraksi di panggung).

Kami malah mampir ke suatu tempat permainan anak, mulai dari komidi putar sampai pemancingan hadiah. Kasihan, kurang begitu diminati; rasanya ini benar-benar karena lokasi yang terletak di pojok dan terkesan gelap.

Saat ingin pulang, kami menjumpai suatu problem: tidak ketemu jalan pulang kembali ke parkir mobil. Untunglah kami menemukan cara: Elly dan Brian berdiri di suatu jalan, dan saya menghampiri masing-masing bangsal untuk melihat peta stand disana. Kebetulan saya melihat ada bangsal berisi stand yang kami kunjungi pertama kali, sehingga kami pun dapat menemukan parkir mobil. Phew, capek juga nih..

Secara umum, saya terkesan dengan biaya yang murah (hanya dengan Rp 2.000,- saja!! Atau sebenarnya harus membeli tiket masuk, namun karena kami secara tidak sengaja menggunakan pintu parkir belakang yang terbuka, akhirnya kami tidak tahu kalau harus beli tiket yah :-D), atraksi yang cukup menarik, petugas parkir yang ramah dan tidak melakukan pungutan parkir liar. Namun beberapa kekurangan penyelenggaraan di PRPP adalah kondisi jalan yang becek, lokasi panggung yang cukup terpencar jauh, acara yang kurang/tidak sesuai dengan jadwal yang ada, kesulitan mencari pintu keluar, serta banyak orang yang dengan cuek merokok dalam ruangan ber-AC tanpa ada yang memperingatkan :-(.

Popularity: 3% [?]

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya!


Leave a reply