« - »

BBM Oh BBM

Posted on 1 October 2005

Ya, setelah penantian sekian lama dengan penuh ketidakpastian, akhirnya SBY membuat keputusan untuk menaikkan BBM secara drastis. Premium naik menjadi Rp 4.500 (87,5%); solar naik menjadi Rp 4.300 (104,7%), dan minyak tanah menjadi Rp 2.000 (185,7%).

Secara pribadi, saya mengacungkan jempol atas keberanian dan ketegasan SBY beserta tim dalam memutuskan kenaikan BBM setinggi ini. Sungguh suatu keputusan yang sangat tidak populer dan berisiko tinggi karena berpotensi menimbulkan gejolak massa, yang salah-salah bisa menggoyang pemerintahannya. Sebenarnya mereka bisa saja ikut arus dan tidak melakukan keputusan kontroversial ini, semuanya tetap aman dan tentram; namun ada harga yang harus dibayar mahal oleh anak cucu kita nanti. Saya pikir bagi pemerintah memang lebih baik begini, sekali naik langsung tinggi, daripada naik sedikit tapi tiap bulan (walaupun terus terang saya tidak menyangka bakal setinggi ini naiknya :-().

Saya pikir kenaikan ini masih Ok (walaupun cukup memberatkan seluruh rakyat Indonesia) asalkan…

Asalkan Pertamina dibenahi untuk menjadi suatu perusahaan yang lebih kompetitif, melakukan penghematan biaya operasional secara drastis (termasuk gaji, tunjangan, dan bonus para direksi dan manager yang dikabarkan sangat menggiurkan), mampu memberikan pelayanan yang lebih baik ke masyarakat (jangan sampai terjadi kelangkaan BBM yang sering terjadi akhir-akhir ini), lebih tegas dalam menindak penyelewengan dan penyimpangan distribusi BBM yang dilakukan baik oleh oknum internal perusahaan ataupun pihak luar perusahaan.

Asalkan semua janji pemerintah memberikan insentif untuk mengimbangi kenaikan BBM ditepati, tanpa adanya penyimpangan di lapangan (kalaupun toh ada, pelakunya harus ditindak tegas).

Asalkan infrastruktur transportasi diperbaiki sehingga di tahun-tahun mendatang, rakyat punya alternatif transportasi umum yang nyaman, aman, dan tepat waktu seperti di negara-negara tetangga; sehingga mereka tidak perlu lagi menggunakan kendaraan bermotor pribadi seperti yang banyak terjadi sekarang ini.

Asalkan semua pengusaha dan pelaku bisnis mengendalikan diri dan tidak menaikkan harga semena-mena hanya karena kenaikan BBM. BBM hanyalah secuil komponen produksi. Naikkanlah harga produk dan jasa bilamana benar-benar diperlukan dan harus sesuai dengan proporsi komponen BBM dalam perhitungan HPP.

Dan masih banyak “asalkan-asalkan” lain.

Namun yang terpenting adalah kiranya orang-orang yang duduk di kepemerintahan (baik pusat maupun daerah) dan perusahaan yang mengelola kebutuhan hidup rakyat banyak dapat mengingat, mencamkan, dan melaksanakan pasal 33 UUD 1945 (terutama bagian ketiga) dengan baik.

  1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan.
  2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.
  3. Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Perlu saya garisbawahi “… untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat“. Tentunya yang dimaksud adalah seluruh rakyat Indonesia, bukan oknum tertentu, bukan keluarga besar oknum tertentu, dan bukan pula instansi tertentu.

Popularity: 2% [?]

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya!


Leave a reply