« - »

Singapore: Day 2 (7 Oct 2005)

Posted on 15 October 2005

Hari ini kami bangun agak siang dari rencana semula, sehingga baru dapat menikmati makan pagi sekitar jam 9.30. Makan paginya American buffet standar seperti biasa, sehingga saya rasa tidaklah perlu diuraikan lebih detil (BTW bacon-nya cukup enak lho, crispy lagi).

Kami berencana ke Pulau Sentosa menggunakan Cable Car. Ada dua alternatif, ke HarbourFront atau Mt Faber; dan kami memilih Mt Faber karena lebih dekat (irit ongkos taxi bookk :-)). Setelah sampai, ternyata kami melihat bahwa Mt Faber sedang direnovasi sehingga terlihat tidak teratur dan penuh debu. Kami sempat kebingungan mencari ticket counter karena minimnya petunjuk. Setelah tiba, kami pun membeli paket tur yang meliputi Cable Car, Underwater World, Butterfly Park and Insect Kingdom, serta Dolphin Lagoon. Kami berpikir untuk membeli ticket Cinemania, Images of Singapore, dan The Merlion Walk secara terpisah.

Kebetulan Elly ingin ke toilet, setelah mencari beberapa saat dan menemukannya, dia malah balik lagi. Dengan berbisik dia berkata bahwa toiletnya sangat kotor sekali, bahkan semuanya belum disiram :-(. Masih untung dia tidak mual-mual. Walaupun sedang dalam perbaikan dan banyak tukang bangunan, semestinya toilet untuk pengunjung dijaga kebersihannya. Sungguh suatu hal yang sangat mencengangkan dan tidak pernah saya bayangkan akan terjadi di Singapore :-(.

Kami pun beranjak ke Cable Car Station, dimana ada kolam dengan banyak sekali ikan yang besar dan berwarna-warni. Pemandangannya sungguh menakjubkan, kita dapat melihat keadaan sekeliling dari atas, termasuk pulau Sentosa yang terlihat dari kejauhan.

Tibalah saatnya bagi kami untuk menumpang Cable Car. Pintu Cable Car terbuka otomatis, dan kami pun segera masuk ke dalam. Untuk faktor keamanan, rasanya sudah cukup Ok walaupun bagi saya yang punya masalah dengan ketinggian, cukup mendebarkan :-). Sayangnya di dalam cukup panas, untung ada angin berhembus melalui sela-sela jendela sehingga cukup membantu. Selain itu, narasi di dalam Cable Car yang (kelihatannya) tersedia dalam berbagai bahasa tidak berfungsi.

Tempat pertama yang dikunjungi adalah Underwater World. Sekilas hampir mirip Seaworld Jakarta, namun disini ada 3 tingkat. Yang saya paling sukai disini adalah eskalator yang berbentuk lingkaran dan lebih panjang ketimbang di Jakarta, sehingga bila belum puas dan ingin mengitarinya lagi, kita tinggal masuk lagi (saya dan Brian mengitari sampai tiga kali lho) ๐Ÿ™‚ . Juga ada bayangan ikan hiu 3D, yang baru terlihat bila kita memandang dari ketinggian tertentu (makanya Brian tidak bisa melihat awalnya).

Setelah itu, kami pun menumpang bis (disini semua bis gratis) menuju Butterfly Park and Insect Kingdom. Wah, Brian sangat senang disini. Dia melihat ada begitu banyak kupu-kupu beterbangan, dan dia pun berlarian kesana kemari untuk mengejar dan menangkapnya. Kupu-kupu tersebut sungguh indah dan ada satu orang fotografer yang sibuk dengan kamera DSLR-nya (pake lensa tele yang panjaaaanggg banget, keren!). Setelah puas melihat kupu-kupu, kami pun masuk ke ruangan Insect Kingdom, dimana ada kecoak Madagaskar (seperti yang sering kita lihat di Fear Factor), kumbang super besar, kalajengking, dll. Saat keluar dari Insect Kingdom, saya baru menyadari kalau camdig saya tertinggal di suatu bangku di dalam. Segera saja saya minta ijin untuk masuk kembali dan mencarinya. Sungguh panik sekali. Untunglah saya menemukan camdig tersebut tanpa kurang sesuatu apa pun, padahal waktu sudah berlalu cukup lama (sekitar 15 menit). Mungkin kalau di tempat/negara lain, camdig saya sudah ‘diamankan’ :-(. Phew, legaaa banget.

Kami pun menuju ke Dolphin Lagoon untuk melihat pertunjukkan Pink Dolphin. Sayangnya kami datang 1 jam terlalu awal, sehingga petugas menyarankan untuk berjalan-jalan ke tempat lain dulu. Tidak menyia-nyiakan kesempatan, kami pun menuju ke Food Court menggunakan bis (cukup jauh juga sih). Disini kami memesan prawn claypot, fish claypot, dan ca mini kailan. Claypot adalah nasi, daging, dan sedikit sayur yang disajikan dalam tembikar panas, yang dibungkus alumunium foil (mungkin untuk menjaga agar suhu tetap panas?). Sungguh sedap sekali, udangnya besar-besar, dibungkus tepung, dan digoreng kering. Demikian pula dengan daging ikannya, sungguh segar dan terasa manis. Yang hebat, ca mini kailan terasa sangat segar dan enak sekali. Selesai makan, kami pun berlarian kembali ke bus station karena hujan.

Sesampai di Dolphin Lagoon, ternyata pertunjukkan sudah dimulai. Tempat duduk yang dinaungi atap sudah penuh semuanya, sehingga kami pun terpaksa berdiri diluar. Waduh, panas banget. Pertunjukkannya saya pikir biasa saja, sang dolphin beratraksi melompat cukup tinggi, memainkan hulahop (?) di hidungnya, dll. Saya pikir pertunjukkan ini yang paling tidak setimpal dengan upaya kami naik bis kesana kemari, pake acara kehujanan lagi, dan kepanasan karena tidak ada tempat yang teduh.

Saat kami menumpang bis untuk ke tempat lain, Brian menunjuk suatu tempat dengan patung Dinosaurus besar di depan. Dia minta berhenti untuk mengunjungi tempat tersebut. He is the boss!! Tentu saja kami pun menurutinya. Ternyata tempat tersebut adalah Volcanoland. Tempatnya agak gelap dan misterius, nampak kurang terawat. Namun apa boleh buat, karena ada begitu banyak patung Dinosaurus besar, Brian pun tetap bersikeras kesana. Saat kami membayar tiket masuk, petugas mengatakan sebentar lagi ada pertunjukan. Saya bertanya apakah itu pertunjukan Dinosaurus, dia mengatakan semacam itulah dan kelihatan enggan menjawab lebih lanjut. Ok, kami pun berlarian masuk, khawatir bahwa pertunjukan telah dimulai. Untunglah belum dimulai, padahal sudah ada tiga keluarga dan serombongan gadis cantik dari Korea/Jepang sudah menunggu. Jalan untuk menuju ruang pertunjukan sangatlah gelap dan terasa seram. Dalam hati, saya mulai menyesal.. jangan-jangan ini semacam Rumah Hantu :-(. Ada sesosok tengkorak terlihat bersinar, ada potongan kaki terlempar ke lantai, dan seorang gadis dari rombongan tadi berteriak kaget, kontan saja Brian menangis tersedu-sedu dan minta untuk keluar. Gadis tadi sampai meminta maaf berulang kali. Saya pun bertanya kepada petugas dan dia menjelaskan bahwa ini bukan Rumah Hantu, melainkan semacam pertunjukan perjalanan sejarah bumi. Akhirnya Brian bisa ditenangkan, dan kami pun menuju ruang pertunjukan yang sangat besar dan luas. Cukup hebat pembuatannya, terasa cukup mendebarkan. Sayangnya Brian tetap ketakutan dan memilih tiduran dan menutup mata. Setelah usai, kami pun keluar dan meneruskan untuk berfoto dengan patung Dinosaurus kesukaan Brian.

Saat kami menumpang bis untuk mengunjungi Cinemania dan Images of Singapore, Brian malah sudah tertidur. Pasti dia sudah sangat lelah. Akhirnya kami membatalkan semua acara (hiks, padahal asli saya pengen banget nonton Cinemania) dan pulang kembali ke Cable Car Station.

Malam harinya, kami pun makan di Food Court Orchard Emerald. Saya makan masakan Jepang: Salmon Teriyaki dan Chicken Katsu, sedangkan Elly memesan Mie Bakso Ikan dengan Tahu Bak dan He Keng (semacam Kekian tapi dari udang). Salmon Teriyakinya hajubilah enak banget, saya dan Brian sampai lahap sekali memakannya. Tahu Bak adalah tahu putih yang diisi cacahan daging, tahunya terasa sangat lembut di lidah. Sungguh malam malam yang cukup luar biasa.

Lalu Elly pun meneruskan kegiatan shopping-nya dengan gembira :-). Saya dan Brian pun nongkrong berdiri di depan toko menonton film Tom and Jerry dengan televisi LCD besar. Sungguh suatu pembagian tugas yang menyenangkan, bukan?? ๐Ÿ˜€

Popularity: 5% [?]

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya!


Leave a reply