« - »

Singapore: Day 5 (10 Oct 2005)

Posted on 24 October 2005

Tidak terasa kami sudah berada di Singapore selama 5 hari, dan ini adalah hari terakhir dalam perjalanan ini. Pagi ini kami menghabiskan waktu dengan makan pagi dan bersantai di kolam renang dan jacuzzi, diakhiri aktivitas membosankan yaitu berkemas-kemas :-(. Siang harinya, tepat jam 13:00 kami check out dan menitipkan barang bawaan ke concierge. Kami pun ke People’s Park Food Centre untuk makan siang. Karena termasuk range jam makan siang, tempat begitu penuh sehingga kami pun harus menunggu beberapa saat untuk mendapatkan tempat duduk. Tadinya Elly memesankan nasi Hainan dan ayam tim untuk Brian, namun dia mendapatkan tempat yang menjual nasi dengan berbagai sayur dan lauk (tinggal tunjuk), sehingga akhirnya saya yang jadi korban untuk makan nasi Hainan, padahal saya sudah punya incaran Ramen lho :-(.

Karena masih ada waktu, kami pun berjalan mengitari People’s Park, dan terlihat ada banyak travel agent yang menawarkan paket wisata dengan harga cukup miring dari Singapore ke Hongkong dan banyak negara tujuan wisata lainnya. Wah menarik juga, apakah cukup memadai kepusingan dan kerepotan mengatur wisata model beginian yah?? Kami juga melihat ada penjual tart-susu (disini disebut Portugese Tart), tapi kurang meyakinkan (kebetulan ibu saya memesan untuk beli dengan kulit yang tipis, tapi disini tebal), sehingga kami batal membelinya. Selain itu, kami melihat penjual ayam asin (ayam ditim dengan garam, sehingga asin) dari Serangoon, kelihatan cukup enak, tapi berhubung perut sudah kenyang dan barang bawaan sudah banyak, jadi kami tidak membelinya.

Saat kembali ke hotel untuk mengambil barang bawaan, tiba-tiba sang petugas concierge memarahi saya karena saya pergi tanpa pesan kepada dia. Jelas saya juga jengkel dan balik berargumen kepada dia, karena sang receptionist telah memberikan kartu penitipan barang (jadi saya berpikir semua sudah Ok dong) dan selain itu, petugas tersebut tidak ada ditempat saat kami meninggalkan hotel. Pendek cerita, dia tidak terima dan meminta saya menjelaskannya sendiri kepada petugas concierge dibawah, yang ternyata malah petugas lain tersebut tidak marah dan memaklumi hal tersebut. Usut punya usut, petugas yang marah-marah tersebut berasal dari Bandung (katanya). Wah, ada-ada saja. Nyaris saya naik pitam dan akan melaporkannya kepada On-Duty Manager, karena perlakuan yang sangat tidak mengenakkan dan terkesan memperpanjang permasalahan.

Kami pun berangkat ke Changi Airport. Kami melihat-lihat toko-toko disana dan membeli parfum, kacamata untuk Brian, dan beberapa barang kecil lainnya. Tidak lama kemudian, kami pun terbang ke Semarang, kota tercinta.

Pertama kali menggunakan imigrasi kedatangan di Semarang, saya sungguh terkejut. Antriannya sungguh panjang, kami menghabiskan waktu hampir 1 jam untuk antri (ini sungguh harus menjadi pemikiran pihak yang berwenang, karena sangat tidak nyaman dan rentan terjadi penyimpangan). Lucunya saat akan mengantri, saya bilang ke Elly bahwa pasti bagasi akan memakan waktu yang cukup lama, bandingkan dengan Singapore dll. Ternyata karena antrian sungguh memakan waktu lama, proses pemindahan semua bagasi dari pesawat ke ruang kedatangan selesai saat kami masih antri di imigrasi <g>. Ada penumpang lain yang telah menyelesaikan antrian imigrasi dan dengan yakinnya membawa koper kami. Sempat panik memang (saya bingung mau gimana, nerobos imigrasi jelas tidak mungkin, memanggil penumpang tersebut jelas tidak terdengar, tapi klo sampai ketukar khan konyol), tapi untungnya petugas memeriksa nomor bagasi dan karena tidak cocok, bagasi tersebut dikembalikan lagi. Phew, that was close. Akhirnya semua berakhir baik dan kami pun menumpang taxi kembali ke rumah dengan segudang perasaan :-D.

Bila Anda membaca blog tentang perjalanan ini, tentu Anda menemukan begitu banyak links tentang tempat yang kami kunjungi. Hal ini menandakan bahwa kami telah melakukan eksplorasi melalui Internet, bahkan jauh-jauh hari sebelum kami berangkat. Kami bahkan telah menyusun jadwal untuk setiap harinya, lengkap dengan perkiraan biaya ticket dll. Dengan cara ini, kami dapat melakukan perjalanan dengan persiapan yang lumayan baik (hanya saja sayang, ada beberapa hal yang tidak dapat kami lakukan karena sakit punggung saya, juga batal ke Jurong BirdPark walaupun beberapa orang Singapore meyakinkan tidak ada flu burung di Singapore.. Tapi saya berpikir better safe than sorry, toh masih ada kesempatan mengunjunginya di masa yang akan datang).

Popularity: 6% [?]

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya!


Leave a reply