« - »

Galantin Senilai Satu Juta Rupiah

Posted on 24 November 2005

Semua pada tahu “Galantin” khan?? Itu lho, makanan dari daging giling yang dicampur susu dll, lalu dibungkus seperti lontong (tapi menggunakan plastik, bukannya daun pisang, CMIIW), dimasak dengan saus merah. Semahal-mahalnya Galantin, tidak bakal sampai seratus ribu bukan?? Nah kemarin saya mengalami kejadian apes dengan Galantin termahal dalam hidup saya, bernilai satu juta rupiah!

Kemarin siang saya agak malas makan sebenarnya, tapi tetap ke warung belakang kantor. Sudah beberapa hari ini saya selalu memesan mie instan rebus dengan telur. Nah hari ini, Ibu si empunya warung mempromosikan masakan Galantin-nya. Ok, bosan dengan mie instan rebus, saya pun mengambil nasi putih dan Galantin (di sini modelnya prasmanan gitu). Pada gigitan Galantin yang pertama, saya merasa ada yang aneh.. Koq ada yang keras, saya pun mengunyah sekali lagi. Koq masih ada yang keras, saya pun mengambil benda keras tersebut, warnanya putih dan berbentuk serpihan tipis. Saya melihat ada benda lain yang keras, olala. Ternyata jaket gigi saya lepas :-(. Sudah beberapa tahun ini saya memakai jaket gigi, karena gigi depan saya ada yang cuil terkena benturan dan tambal gigi tidak dapat mengatasinya. Saya pikir karena Galantin tersebut sangat lengket (padahal mestinya Galantin normal tidak selengket itu khan?) dan menyebabkan jaket gigi lepas. Sayangnya jaket gigi itu menjadi pecah karena dikunyah :-(. Sore itu pun saya ijin pulang awal karena harus ke dokter gigi.

Wah di dokter gigi antrinya cukup lama, ada empat pasien sebelum saya. Untunglah saya membawa buku Harry Potter and The Half-Blood Prince :-D. Phew, akhirnya giliran saya pun tiba. Setelah diperiksa, akhirnya dokter memberitahu bahwa jaket gigi tersebut tidak bisa diperbaiki dan harus membuat jaket gigi baru. Sekarang harganya sudah satu jeti, hiks :-(. Beruntung sekali dokter gigi tersebut mempunyai persediaan jaket gigi sementara, sehingga bisa dipasang sampai jaket gigi pengganti yang baru telah selesai; klo ndak, bisa berabe nih karena tampang menjadi berantakan. Total waktu yang diperlukan kemarin sekitar 45-50 menit, cukup lama juga :-(. Sayangnya saya masih harus ke sana pada hari Sabtu siang besok untuk melakukan pencetakan model gigi (hiks :-(, padahal saya juga harus ijin pulang awal hari Jumat besok untuk menjalani pemeriksaan di dokter mata).

Wah ini benar-benar apes. Tahu begitu, mendingan makan mie instan rebus lagi aja :-(. Belum lagi risiko biaya ini tidak diganti kantor, hiks :-(. Benar-benar Galantin termahal dalam hidup saya.

Popularity: 7% [?]

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya!


Leave a reply