« - »

Mie Hap Kie

Posted on 3 December 2005

Tidak afdol rasanya membahas dunia perbakmian di Semarang tanpa menyinggung Mie Hap Kie. Berhubung Mie Hap Kie ini juga buka di berbagai tempat (tapi yang membuka memang termasuk saudara dari empunya aslinya), kita akan coba review satu per satu.

Secara umum, Mie Hap Kie menggunakan mie buatan sendiri, bulat (tidak gepeng, seperti kebanyakan mie lain). Sebagai lauk, ditambahkan keekian (gorengan tepung dengan daging udang), irisan telur dadar, potongan daging ayam, dan sayur. Untuk menu mie rebus (lengkap dengan variant-nya), akan didampingi dengan semangkuk kuah kaldu panas. Kuah kaldu ini yang membedakan Mie Hap Kie dengan pesaing-pesaingnya. Kebanyakan penjual mie berkonsentrasi penuh pada mie dan sering mengesampingkan kualitas kuah (malah ada yang beranggapan hanya sekedar ada, untuk sebagai syarat saja :-)). Tapi penjual Mie Hap Kie memilih untuk mengedepankan kualitas kuah kaldu (selain kualitas mie-nya sendiri, tentunya). Kuah di Mie Hap Kie terasa sangat berkaldu, enak sekali. Dengar-dengar si empunya Mie Hap Kie sampai harus bereksperimen sekian tahun dan melanglang buana ke berbagai tempat untuk menemukan kuah kaldu seenak ini. Selain kuah kaldu, kelebihan Mie Hap Kie adalah pangsit goreng yang dimasak sesuai pesanan. Jadi benar-benar segar dan crispy banget.

Satu hal yang saya temukan di kebanyakan penjual Mie Hap Kie, waktu pembuatan dan penyajian mie yang cukup lama, setidaknya lebih lama dari penjual mie lainnya. Hal ini tetap terjadi walaupun sepi antrian misalnya :-(. Karenanya penting untuk diingat, jangan pernah makan mie Hap Kie dalam kondisi kelaparan; bisa berbahaya untuk kesehatan karena pasti darah tinggi dan jengkel melulu :-D. Saya pernah duduk kelaparan selama 2 jam menanti pesanan Mie Pangsit Goreng, dan saya tidak henti-hentinya mengomel (walau cuma dalam hati sih, takut diracun sama yang jual :-D).

Mie Hap Kie yang tertua adalah Mie Hap Kie di Jl MH Thamrin, tepatnya di pertigaan MH Thamrin dan Moh Suyudi (setelah beberapa kali berpindah lokasi, terakhir IIRC di Jl Gajahmada). Di sini ruangannya cukup lumayan, sejuk karena ber-AC, meja di-finishing duco sehingga terlihat bersih dan mewah, namun sayangnya cukup sempit dan hanya mampu menampung beberapa meja saja. Konon di sini yang meracik dan memasak adalah Oom pembuat Mie Hap Kie sendiri. Sambil menunggu pesanan datang (bisa 1 – 1.5 jam, tergantung banyak sedikitnya antrian), biasanya saya memesan Ngoyang Goreng. Istimewanya, Ngoyang Goreng ini juga digoreng saat ada pesanan, sehingga rasanya panas dan renyah sekali.

Mie Hap Kie kegemaran saya adalah Mie Hap Kie di dekat RS Telogorejo. Di sini, kelebihannya adalah Keekian-nya digoreng terlebih dahulu sebelum disajikan; jadi terasa crispy. Kuah kaldunya juga terasa lebih enteng dan segar dengan potongan daun bawang. Selain itu, waktu masak dan penyajian relatif lebih singkat ketimbang Mie Hap Kie yang lain. Kesemua faktor itulah yang menjadikan tempat ini lebih saya gemari. Sayang di sini tidak ada Ngoyang Goreng, namun sebagai gantinya, kita bisa memesan Siomay Goreng yang rasanya cukup enak pula.

Berikutnya Mie Hap Kie di Jl Gajahmada. Porsinya sedikit lebih banyak dan harganya sedikit lebih murah ketimbang yang lain. Saya rasa wajar karena AFAIK ini adalah outlet yang paling muda. Namun entah kenapa, saya merasa sedikit eneg karena lebih berminyak.

Ada tiga outlet Mie Hap Kie yang lain, yaitu di Jl Kranggan, Beteng, dan Puri Anjasmoro. Di sini semuanya standar khas Mie Hap Kie (kuah kaldu yang nikmat, pangsit goreng yang dimasak setelah dipesan, dsb), hanya tempatnya di dalam rumah. Waktu memasak juga lumayan lama, jadi harus agak sabar.

Selamat menikmati Mie Hap Kie!!

Popularity: 12% [?]

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya!


7 Responses to 'Mie Hap Kie'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to ' Mie Hap Kie '.


  1. on September 14th, 2006 at 2:29 pm

    […] Mie-nya kecil dan kenyal, dengan irisan telur dadar dan daging ayam. Sepintas mirip dengan Mie Hap Kie atau Mie Siang Kie, tapi dalam porsi yang lebih kecil. Banyak orang yang menggemari pangsit goreng di sini. Namun saya punya kegemaran lain, seporsi pangsit rebus namun tanpa kuah, disertai irisan telur dadar, daging ayam, dan sawi hijau. Rasa kulit pangsit rebusnya sungguh lembut di lidah. […]

  2. redy said,

    on October 16th, 2006 at 11:06 am

    Saya ingin tanya mie Hap Kie apakah sudah ada di Jakarta ? Apakah ada rubrik yang lebih terperinci mengenai mie anda ?

  3. hian said,

    on October 21st, 2006 at 5:26 pm

    #2: Pak Redy, saya kurang tahu apakah Mie Hap Kie sudah ada di Jakarta; mungkin kalau pas saya makan di sana, akan saya tanyakan lebih lanjut.. Yang kedua, kelihatannya Anda salah mengerti, saya bukan empunya Mie Hap Kie (although I wish I were), melainkan hanya seorang penggemar saja 🙂

  4. Wie said,

    on October 27th, 2006 at 1:27 pm

    Mie Hap Kie asal-asalnya di gang.Lombok, besaingan dengan Mie Siang Kie (tidak bersangkutan).

  5. susan said,

    on November 7th, 2006 at 2:19 pm

    kl sea food restaurant di smg yang nyedian masakan lobter super lesat di mana ya hehehe..thx …penggemar sea food neh…

  6. hian said,

    on November 8th, 2006 at 9:45 am

    #4: Wie, saya pernah mendengar sepintas tatkala si Oom pemilik Mie Siang Kie Gg Lombok bercerita kepada seorang pengunjung luar kota. Kalau tidak salah ingat, beliau bilang bahwa pemilik Mie Hap Kie juga masih bersaudara (walau jauh) dengan Mie Siang Kie.

    Namun hal ini perlu diverifikasi lebih lanjut, mungkin saat saya makan di Mie Hap Kie langganan ataupun saat bertemu anak pemilik Mie Hap Kie (kebetulan kami teman seangkatan saat di SMA). Setelah mendapatkan klarifikasi, akan saya cantumkan di sini.

    #5: Susan, untuk lobster kayaknya masih standard2 saja, belum sampai ke tahap super lezat. Tapi bila ingin mencoba, bisa ke Restoran Holiday di Pandanaran atau Kampung Laut di PRPP.

  7. SUGENG WIDARSONO said,

    on July 31st, 2007 at 11:09 am

    Koq.. pada ngomongin mie hap kie aja … emangnya kaya apa sick rasanya. Ada nggak di Jakarta. Abis kalau ke Semarang gede di ongkos yach.
    Kalau udah ada di Jakarta kasih tahu ya temen-2.. pengen nyobain nich.

Leave a reply