« - »

Pengharapan dan Realisasi

Posted on 14 December 2005

Hari ini saya belajar tentang pengharapan (expectation) dan realisasi.

Tadi pagi, walaupun waktunya sudah mepet, saya tetap menyempatkan diri untuk mampir ke sebuah warung makan yang menjual Soto Banjar, yang kebetulan mulai buka hari Minggu lalu. Beberapa kali saya berkunjung ke kota Banjarmasin dan sangat kesengsem dengan makanan di sana, salah satunya adalah Soto Banjar. Sayang sekali di kota Semarang saya belum menemukan warung penjual Soto Banjar yang otentik dan at least mendekati kenikmatan makanan yang saya rasakan di Banjarmasin :-(. Oleh karenanya bisa dimengerti, begitu mengetahui ada warung baru menyediakan Soto Banjar, saya sangat terobsesi untuk mencobanya. Saat duduk dan memesan soto, ingatan saya melayang jauh.. membayangkan kuah kaldu yang sangat lezat beserta potongan daging ayam, perkedel, dan telur rebus yang generous. Hmmm, sungguh yummy sekali. Tidak lama kemudian soto pun datang. Lho, kuahnya koq pucat dan encer?? Daging ayamnya koq disuwir-suwir cukup kecil, perkedel dan telurnya cuman sedikit lagi :-(. Lho koq pakainya jeruk nipis biasa, bukan limau yang sangat wangi?? Segala angan pun buyar, saya pun makan soto dengan sedikit menggerutu.

Siang ini saya berkesempatan mengunjungi pameran buku murah di Gramedia, yang baru mulai digelar hari ini. Saya membayangkan sangat mirip dengan event serupa yang baru diadakan minggu lalu, namun untuk majalah dan komik saja. Pada event yang lalu tersebut, harga majalah sangatlah miring. Bayangkan, dengan uang kurang dari 300 ribu rupiah, kami mendapatkan setumpuk majalah dan komik senilai hampir 800 ribu rupiah. Tentu saja kami sangat senang tatkala membaca iklan adanya pameran buku murah di Gramedia ini. Kalau dulunya banyak berfokus pada majalah, nah kali ini tentu banyak buku yang diobral sangat murah, demikian pikir kami. Betapa kecewanya kami tatkala melihat kebanyakan buku ditawarkan dengan tingkat discount 10, 15, dan 20% saja. Lha wong tanpa pakai acara pameran buku murah seperti ini saja, kami pasti mendapatkan discount 10% karena merupakan VIP member di Gramedia.

Kejadian ketiga, hari ini saya menitipkan mobil ke Nasmoco Kaligawe untuk service rutin. Karena sudah beberapa kali dan selalu mendapatkan hasil layanan yang sangat prima (well, saya khan merujuk ke bagian Tune-Up Service, bukan bagian Body Repair yang dodol itu), saya sudah menaruh pengharapan yang tinggi akan kualitas layanan yang prima seperti biasanya. Saat penerimaan mobil, layanan sangatlah prima walaupun dilakukan oleh SA lain (bukan SA yang biasa membantu saya). Di luar kebiasaan, siang ini SA tersebut menelpon saya dua kali. Yang pertama untuk memberitahukan adanya tambahan sparepart yang harus diganti, sehingga biaya service pun bertambah naik, sekaligus memberitahu mobil sudah selesai di-service dan bisa diambil. Yang kedua untuk menanyakan posisi saya dimana (saat itu saya masih dalam perjalanan ke Nasmoco Kaligawe), mengingat sebelumnya saya menyampaikan untuk melakukan pembayaran dengan kartu kredit, agar beliau bisa meminta kasir menunggu sebentar (saat itu sudah waktunya makan siang). Akhirnya saya tiba jam 12:25 (ada keterlambatan saat menunggu pesanan taxi datang ke rumah) dan kasir pun masih setia menunggu kedatangan saya. Ini sungguh suatu wujud pelayanan sepenuh hati, mereka rela menunda waktu makan siang dan menekan rasa lapar mereka hanya untuk memenuhi permintaan konsumen yang ingin membayar dengan kartu kredit. Sungguh luar biasa, dan saya sungguh ingin mengetahui rahasia dan cara managemen di sana yang mampu melatih semua karyawan di divisi tersebut, mulai dari SA yang memang berhadapan langsung dengan konsumen sampai ke BackOffice (kasir dan admin service) dengan sangat baik.

Disini saya belajar, tatkala kita menaruh pengharapan yang tinggi dan mendapati realisasinya jauh dari yang kita angankan, maka kekecewaan terasa sangat mendalam dan terkadang sedikit membutakan hati. Soto Banjar yang sebenarnya tidaklah terlalu parah, terasa sangat tidak enak di lidah. Discount buku sebesar 10-20% terasa sangat tidak menarik karena pengalaman obral majalah besar-besaran sebelumnya (padahal saat ini saya mengincar discount 20% untuk pembelian kacamata di dua optik terkemuka di Semarang). Sebaliknya, disaat kita menaruh suatu pengharapan tinggi dan mendapati realisasinya bisa melebihi itu, maka terasa sungguh luar biasa dan patut dihargai, apalagi pencapaian itu secara konsisten telah berlangsung beberapa kali.

Popularity: 6% [?]

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya!


Leave a reply