« - »

Ke Jogja (1)

Posted on 12 January 2006

Pas hari raya Idul Adha tgl 10 January lalu, kami pergi ke Jogja, terutama untuk memeriksakan mata saya ke RS Dr Yap yang punya peralatan cukup lengkap dan modern. Kami berangkat pukul 7.30 (30 menit molor dari jadwal sebelumnya). Perjalanan cukup cepat karena situasi lalu lintas sangat sepi (mungkin masih pada beribadah dan mengurus pemotongan hewan kurban yah). Kami pun makan pagi di RM Pancoran, Magelang. Pesanan kami adalah Capjay Goreng (idih norak banget, habisnya Brian suka sih :-D) dan Kodok Goreng Tepung. Kodok Goreng Tepungnya disajikan bersama saus yang terasa enak, asam manis dan pedas. Brian makan sendiri dengan cukup lahap, apalagi saat menyantap Kodok Goreng Tepungnya, dia bahkan bisa mengambil cuilan daging kodok dengan baik :-).

Sesampai di Jogja, kami pun mampir ke Hotel Novotel karena kakak saya beserta keluarganya juga menginap di sana (malam sebelumnya). Brian, Willy, dan saya pun mampir sebentar ke Dolfi (arena bermain anak-anak di Novotel). Tumben sangat sepi, tidak terlihat seorang anak pun bermain disana. Usut punya usut, ternyata Dolfi menerapkan kebijakan baru, yaitu anak yang menginap di Novotel boleh bermain disana dengan membayar Rp 20.000,- per kunjungan (dulunya gratis), sedangkan yang tidak menginap dikenakan biaya Rp 30.000,-. Wah sungguh suatu kebijakan yang tidak populer nih :-(.

Untuk makan siang, kami pun menyantap ayam goreng Ny Suharti dan gudeg telur. Seperti biasanya, ayam gorengnya terasa sangat enak. Untuk pertama kalinya, kami memesan seporsi gudeg telur. Diluar dugaan, gudegnya terasa sangat enak, manisnya pas, ada pete dan cukup banyak lho (ini kesenangannya Elly), dan telurnya sangat gempi (mestinya ndak pakai formalin tho <g>). Brian sangat suka dengan telurnya, sehingga akhirnya telur tersebut dikuasainya sendirian :-D.

Kami pun melaju ke Wonosari, ke arena bermain anak Kids Fun. Di sana ternyata situasinya cukup rindang, sehingga topi yang kami bawa pun tidak digunakan. Dengan biaya Rp 28.500,- untuk paket bermain, kami lihat cukup mahal; apalagi untuk pengantar yang dikenakan biaya Rp 7.000,- per orang. Banyak permainan yang hampir sama jenisnya, mulai dari mobil/motor aki sampai ke kapal dengan bantuan aliran dan semprotan air. Sebagai mantan penggemar game Sim Theme Park, saya nilai layout arena permainan tidak runut dan menyulitkan. Bahkan IMHO ada kesalahan fatal, arena Arung Jeram diletakkan di dekat pintu masuk, bukannya di dekat pintu keluar; padahal arena tersebut bakal menyebabkan pakaian anak menjadi basah kuyub; bahkan penjaganya sendiri menyarankan untuk bermain di arena Arung Jeram hanya bila sudah hendak keluar/pulang.

Karena hari terlihat mendung, kami pun membatalkan rencana mengunjungi pantai Baron/Krakal/Kukup. Akhirnya kami ke hotel Quality untuk check in. Berhubung ini adalah untuk pertama kalinya kami menginap di hotel ini, kami cukup terkesan dengan kualitas kamar di sana, kamarnya cukup luas, kamar mandi yang besar, tempat parkir yang luas, adanya siaran Disney Channel yang menjadi favorit Brian (sampai saya harus mencuri waktu saat dia tidur karena ingin melihat kejuaraan 9 ball di ESPN).

Malam harinya, kami ke Malioboro dan memarkir mobil di seberang Toko Ramai. Waduh, dikenakan biaya Rp 2.500,- dengan beberapa poin di karcis parkir yang sangat menggelitik.

Walaupun ada segudang keberatan atas poin-poin di atas, kami pun tetap parkir di sana dan melangkahkan kaki menuju Pempek Palembang Ny Soekamto. Menu Kapal Selam, Lenjer, dan Bulat menjadi pilihan kami sore itu. Terbukti memang kualitas Pempek yang dijual sangatlah prima, kami pun sangat menikmati sajian Pempek di sana. Setelah membeli buah pear, minuman ringan, dan masakan untuk Brian, kami pun kembali ke hotel.

Malamnya, setelah bertanya-tanya arah kepada staff hotel, kami pun menuju Kotagede. Beli pernik-pernik perak?? Bukan!! Kami mau makan sate sapi di lapangan Karang, Kotagede. Sayang sekali, setelah menjumpai beberapa kesulitan menemukan lokasi dengan benar (untung orang Jogja ramah-ramah dan ringan tangan membantu), warung sate sapi tersebut tutup :-(. Keberuntungan sedang bersinar. Ada seorang wanita dengan ramah menjelaskan bahwa ada warung sate sapi sejenis di daerah Kemasan Kotagede, dia juga memberitahu arahnya. Singkat cerita, kami berhasil sampai ke sana. Saat memesan, kami baru tahu kalau warung sate sapi di Kemasan dan Karang itu kakak beradik. Akhirnya pesanan pun datang, dua piring ketupat (kami pesan masing-masing hanya separuh porsi saja) disiram lodeh tempe panas-panas serta dua piring sate sapi (masing-masing 10 tusuk, agak kecil-kecil). Saat menyantap sepotong ketupat dengan lodeh tempe, saya pun terperangah. Ini benar-benar enak sekali, sangat sedap dan cocok sekali. Jujur saya rasa saya bisa makan 2-3 piring ketupat dengan lodeh tempe tanpa perlu lauk yang lain. Tidak lama kemudian, saya pun meminta tambahan sepiring lodeh tempe saja. Luar biasa, ini benar-benar makan malam di Jogja yang sangat berkesan di hati. Bahasa Inggris ngawurnya: It’s a die-die must try, hahahaha :-).

Kami pun pulang ke hotel untuk beristirahat dengan hati riang. Oops, koq banyak cewek cantik berseragam di lobby?? Ternyata hotel Quality juga digunakan oleh beberapa maskapai penerbangan untuk menginapkan para pilot dan pramugarinya. Wah sungguh suatu hotel yang lumayan juga.

Popularity: 7% [?]

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya!


Leave a reply