« - »

Ke Jogja (2)

Posted on 13 January 2006

Pagi harinya kami pun ke Restaurant untuk makan pagi. Diluar dugaan, makan paginya terhitung cukup lumayan. Ada nasi goreng, soon goreng, ca sayuran, ikan goreng tepung, dan sosis goreng. Di samping itu, ada Dim Sum yang menyajikan pangsit goreng (berisi udang), semacam pastel goreng, dan semacam keekian udang goreng. Tentu saja ada hidangan standar seperti cereals, bubur ayam, salad, beraneka ragam roti, dan buah-buahan. Saya juga memesan omelette dengan keju dan jamur, wah terasa cheesy dan enak sekali.

Usai makan, kami pun ke kolam renang. Ternyata kolam renangnya terhitung cukup kecil dan punya tiga macam kedalaman, untuk anak kecil, untuk umum (tidak tahu pasti kedalamannya berapa), dan ada yang 180 cm. Saya pikir mengingat ukuran kolam yang kecil, ada baiknya hanya menggunakan dua macam kedalaman saja, yaitu untuk anak kecil dan untuk umum (sebaiknya tidak perlu sampai 180 cm karena cukup dalam). Situasi kolam renang tidaklah begitu ramai, hanya ada seorang turis manca negara dan sekeluarga turis domestik. Tidak lama kemudian, muncul tiga wanita dengan baju renang yang hampir serupa; kelihatannya mereka adalah pramugari yang menginap disana. Mereka cukup piawai dalam berenang, menggunakan berbagai gaya yang berbeda.

Saat Elly berkemas-kemas untuk check out, saya pun mengajak Brian ke arena bermain yang terletak di lantai 4. Mengejutkan. Yang dimaksud arena bermain disana hanyalah sebuah kamar hotel tanpa perabot, diberi alas puzzle karet untuk anak-anak, sebuah mainan tunggang-tunggangan, sebuah papan tulis, bola, dan sebuah televisi dengan VCD player. Saya pikir arena bermain di hotel ini sangat tidak menyenangkan, hanya dibuat ala kadarnya.

Jam 11 pagi, kami pun check out. Kesan kami terhadap pengalaman menginap pertama kali di hotel Quality adalah hotel ini sangat worth dengan biaya yang harus kami bayar, kualitas kamar cukup baik, layanan cukup ramah, dan makan pagi yang cukup enak serta beragam. Walaupun lokasi agak sedikit jauh, kolam renang yang kecil, dan arena bermain yang tidak memadai, kami tetap prefer untuk menginap di sana pada kunjungan kami ke Jogjakarta di lain kesempatan.

Usai mengajak Brian makan di McDonalds, kami pun berangkat ke RS Dr Yap. Kami pun sangat terkesan dengan RS khusus mata ini. Bangunannya agak kuno, tempatnya sejuk dengan sekian banyak pohon dan tanaman yang hijau, bersih (bahkan di toilet umumnya sekalipun). Di sini ada sekian banyak dokter mata dengan spesialisasi masing-masing, mulai dari glaucoma, syaraf mata, sampai ke contact lens dan laser retina. Hebatnya lagi, peralatannya cukup banyak dan canggih, dan harganya terhitung cukup murah serta terjangkau.

Kami pun meninggalkan RS Dr Yap sekitar jam 5 sore. Saat itu hujan deras sampai daerah Bedono, sehingga saya pun harus menyetir mobil secara perlahan. Ironisnya, saat di Muntilan, kami ingin membeli beberapa penganan titipan keluarga dan teman; ternyata parkir di toko oleh-oleh dipenuhi mobil-mobil. Setelah berhenti di pinggir jalan, sayangnya kami baru tahu kalau payungnya terjepit kursi dan koper sehingga sangat sulit diambil dan saat itu tidak ada tukang parkir berpayung yang menghampiri. Akhirnya kami pun membatalkan rencana membeli tape ketan dll :-(.

Karena hari sudah malam, kami pun berhenti sejenak di RM Timlo Solo, Ungaran untuk makan malam. Akhirnya kami pun sampai di rumah sekitar jam 20:30, sungguh suatu rekor tersendiri mengingat saya punya kesulitan untuk menyetir di luar kota waktu malam hari. Kunjungan ke Jogja ini pun membawa nuansa kuliner baru, karena kami menemukan berbagai variasi baru masakan yang kami coba kali ini.

Popularity: 7% [?]

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya!


Leave a reply