Pay Yourself First
Posted on 3 February 2006Tentunya saat membaca posting kemarin tentang Tabungan vs Rekening Transaksi, muncul kesan bahwa saya menabung dari sisa budget. Terus terang ini bukanlah cara yang benar untuk menabung, tapi saya sengaja melakukannya seperti itu. Lho koq?? Iya, karena saya masih dalam tahap belajar perencanaan keuangan. Saya harus mengenali dulu pola konsumsi saya (lewat pencatatan semua transaksi keuangan), sehingga akhirnya saya bisa mengetahui berapa yang bisa saya tabung setiap bulannya (lewat pembuatan budget). Setelah jumlah tersebut diketahui, saya bisa melakukan evaluasi ulang, seberapa besar saya masih bisa meningkatkan jumlah tabungan tadi dengan melakukan penghematan di sana sini. Nah, tatkala jumlah potensial yang bisa ditabung setiap bulannya telah ditetapkan, saya berencana untuk menabungkannya ke tabungan Koperasi Karyawan.
Berkebalikan dari praktik umum, kegiatan menabung ini sangatlah dianjurkan untuk dilakukan di depan. Istilah kerennya PAY YOURSELF FIRST. Prinsip ini menekankan bahwa kita harus meletakkan diri kita sebagai prioritas utama yang menerima bagian gaji/pendapatan yang kita peroleh, bukan Lembaga Penerbit Kartu Kredit, bukan Lembaga Keuangan tempat kita berhutang rumah ataupun kendaraan bermotor, dsb. Secara umum, pendapatan kita kebanyakan habis ludes pada akhir bulan bukan?? Daripada kita tidak bisa menabung karena uang sudah habis, kita ‘paksa’ untuk menabung di depan, sehingga dapat dipastikan kita menabung setiap bulannya.
Lah klo ‘paksa’ menabung di depan model gitu, jangan-jangan kita tidak bisa membayar tagihan kartu kredit, cicilan rumah/kendaraan bermotor, dll?? Ya tentu saja tidak. Prinsip Pay Yourself First tidaklah mengajari kita untuk ngemplang (baca: tidak membayar) pembayaran kewajiban kita. Ingat, di depan saya sudah menjelaskan bahwa jumlah yang akan kita tabung adalah jumlah yang telah kita perhitungkan sebelumnya dengan seksama di lembar budget; dimana selaku debitur yang baik, kita tentunya telah menganggarkan uang untuk pembayaran kewajiban tadi, bukan??
Sudahkah Anda menabung dengan prinsip Pay Yourself First?? Bila sudah, tetap lakukan penghematan di sana sini agar makin banyak yang bisa kita tabung. Bila belum, segera catat pengeluaran Anda, buat budget dan komitmen jumlah yang bisa ditabung, lalu tabung uang tersebut DI MUKA.
Popularity: 6% [?]
Leave a reply
Most Recent Posts
- Dapatkan $1 untuk Setiap Rekomendasi Teman Anda!
- Gratis eBook dari TDW University – Rahasia Menjadi Kaya dan Bertumbuh Semakin Kaya
- 5 Ways To Make Money Online That Won’t Let You Down
- Akhirnya 2000 Klik di Neobux
- 7 Days Licensed NLP Practitioner (Day 3)
- 7 Days Licensed NLP Practitioner (Day 2)
- 7 Days Licensed NLP Practitioner (Day 1)
- Belajar Bisnis Internet GRATIS
- Bandung BootCamp 2008 – Day 0
- Seminar Marketing Revolution – Tung Desem Waringin
Most Recent Comments
Most Popular Posts
- Posting JalanSutra tentang Makanan Semarang
- Permainan Logika yang Sangat Menantang
- Comment Spam dan Akismet
- Reset Admin Password di WinXP
- Seminar Dahsyat ala Tung Desem Waringin
- Diskusi "Mengelola Mail Server"
- Tahu Isi Benak Pikiran??
- Symantec AntiVirus Corporate Edition dan Firewall
- Aneka Makanan Semarang
- Video Conference, Telkom, dan Hotel Ciputra Semarang
- Matahari Dikelilingi Awan Gelap dan Pelangi
- Peluang Penghasilan Online - Neobux (PTC)
- Wisata ke Jogjakarta dan Candi Borobudur
- SiteBar
- Seminar "Managing Business with Great Success" James Gwee
- Sekilas Makanan di Salatiga
- Local Queue in MDaemon 8.x
- Belajar Bisnis Internet GRATIS
- Bandung BootCamp 2008 - Day 0
- SuperCamp "Becoming a Money Magnet"
I currently live happily with my beloved family in Semarang. I am an IT-addict, but have huge interests on Internet Marketing, Family Financial Planning, Personal Wealth Building, and other self development activities. Beside that, I also like to read books, eat delicious foods, and play games with my beloved son.








