« - »

Pencatatan Transaksi Keuangan

Posted on 1 February 2006

Pagi hari ini saya melakukan proses tutup buku dan rekonsiliasi keuangan pribadi atas transaksi di bulan January 2006; sedangkan nanti malam, saya telah menjadwalkan waktu untuk melakukan hal serupa atas keuangan keluarga. Koq tumben sih?? Well, setelah membaca beberapa buku tentang perencanaan keuangan pada awal Desember lalu, saya pun tersadar dan tergerak untuk melakukan perubahan cara pengelolaan keuangan.

Karena hal ini bersifat cukup revolusioner (at least bagi saya), maka saya sengaja memulainya dari keuangan pribadi; hal ini lebih mudah karena saya mendapatkan uang saku bulanan setiap awal bulan. Sejak Desember 2005, saya melakukan pencatatan atas semua transaksi penerimaan dan pengeluaran keuangan pribadi dalam bentuk sebuah worksheet yang sederhana. Sengaja saya menggunakan worksheet sederhana untuk mengurangi faktor-faktor penghambat pelaksanaan ini. Prinsip saya agar berhasil, kegiatan pencatatan harus bisa diselesaikan dalam waktu 5-10 menit setiap harinya dan harus dilaksanakan secara konsisten (untuk hari libur, transaksi dicatat di secarik kertas agar saya tidak lupa membukukannya di worksheet tadi).

Dari hasil pencatatan selama Desember 2005 ini, saya jadi lebih mengerti pola pengeluaran pribadi. Sayangnya karena saya jatuh sakit selama 2 minggu, transaksi keuangan pribadi menjadi tidak seperti biasanya. Tapi tidak apa-apa, at least saya belajar dua hal: konsistensi pelaksanaan dan penyusunan sistem pencatatan. Berdasarkan data itu, saya membuat suatu perhitungan budget untuk bulan berikutnya.

Sementara itu, saya berusaha menjelaskan arti pentingnya perencanaan keuangan kepada istri saya. Untuk meminimalkan resistensi, saya meminta Elly untuk mencatat semua transaksi keuangan di selembar kertas; yang pada setiap hari Minggu, saya bukukan di worksheet tersendiri. Kegiatan ini kami mulai sejak January 2006. Hasilnya luar biasa, kami belajar mengidentifikasi pos pengeluaran mana saja yang berpengaruh besar terhadap keuangan kami. Kami juga belajar mengevaluasi pengeluaran mana yang sebenarnya kurang penting, dan seharusnya diminimalisir di waktu yang akan datang. Kami juga mulai membuat budget untuk periode berikutnya.

Bila Anda termasuk orang yang punya segudang pertanyaan: “Penghasilan saya sekian, tapi koq ndak bisa nabung-nabung yah??“, “Saya sudah bekerja sekian lama, namun aset yang dimiliki koq tidak makin bertambah yah??“, “Ke mana larinya uang saya??“, maka saya sangat menganjurkan untuk belajar dan melakukan perencanaan keuangan. Perencanaan keuangan ini bisa dimulai dengan melakukan pencatatan atas semua transaksi (penerimaan dan pengeluaran) keuangan kita secara konsisten, agar kita memperoleh penjelasan dan gambaran apa yang sedang terjadi dengan keuangan kita. Setelah langkah ini berhasil dilakukan, kita bisa menginjak tahap berikutnya yaitu analisa dan pembuatan budget.

Catatan:

Popularity: 12% [?]

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya!


2 Responses to 'Pencatatan Transaksi Keuangan'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to ' Pencatatan Transaksi Keuangan '.


  1. on February 2nd, 2006 at 2:12 pm

    […] Hian’s Weblogs My personal opinion on everything hianoto.netVisit my primary website :: BlogsVisit my personal weblogs :: BiggerBigger Font Size :: SmallerSmaller Font Size :: LeftLeft Align :: JustifyJustify Align :: RightRight Align :: BookmarkBookmark This Page :: PrintPrint This Page « Pencatatan Transaksi Keuangan […]


  2. on June 23rd, 2006 at 9:47 am

    […] Andai saya melakukan tindakan jauh-jauh hari, tentu hasilnya akan jauh berbeda. Saya akan bisa diikutsertakan dalam promo tersebut, dan saya bisa menghemat sekian juta rupiah untuk biaya keanggotaan kartu kredit seumur hidup. Bila sebelumnya kita telah melakukan komitmen untuk melakukan tindakan perbaikan untuk perencanaan keuangan pribadi dan keluarga, misalnya dengan mencatat semua transaksi keuangan maupun melaksanakan konsep pay yourself first; tapi bila tidak ada tindakan, maka kita tidak akan mendapat apa-apa. […]

Leave a reply