« - »

Tabungan vs Rekening Transaksi

Posted on 2 February 2006

Mari kita simak potongan pembicaraan antara Budi dan Amir berikut:

Budi: Apakah Anda mempunyai tabungan??

Amir: Oh tentu, ada yang di BNI, BII, BCA, dan Bank Mandiri. Kenapa tho??

Budi: Dari sekian banyak tabungan yang tadi disebutkan, mana yang saldonya senantiasa bertambah??

Amir: Hah, ya ndak ada. Gini nih ceritanya, yang BNI itu untuk menampung gaji yang ditransfer perusahaan setiap akhir bulan. Yang di BII itu untuk pembayaran kartu kredit BII, HSBC, dan Citibank. Yang BCA itu untuk pembayaran transaksi di Internet (baik pembelian online, bayar webhosting, ataupun transaksi dari milis Gadtorade). Dan Bank Mandiri itu untuk pembayaran listrik, telpon, dan air secara otomatis.

Banyak orang (termasuk saya) seperti Amir, mempunyai sekian banyak (rekening) tabungan di berbagai bank. Mereka menganggap telah memiliki tabungan. Sayangnya saya harus memberitahukan kepada Anda bahwa anggapan tersebut adalah SALAH BESAR.

Tabungan merupakan suatu rekening keuangan yang jumlahnya senantiasa bertambah, hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun; hingga sampai suatu saat nanti uang di dalam tabungan tersebut dipergunakan sesuai peruntukkannya. Bila rekening keuangan Anda bernasib sama seperti milik Amir, maka tidaklah tepat menyebutnya sebagai tabungan, melainkan rekening transaksi.

Dalam perencanaan keuangan, tabungan memegang peranan yang sangat penting. Setiap orang yang concern dengan keuangannya harus memiliki minimal satu tabungan dan dia harus commit untuk menyimpan uangnya dari waktu ke waktu secara konsisten. Karena dimaksudkan untuk menampung tabungan, saya sarankan untuk memilih tabungan yang aman, biaya administrasi yang seringan-ringannya, dan tidaklah perlu memiliki kemudahan yang tidak essential misalnya ATM, Internet Banking, serta Mobile Banking (karena sebenarnya fasilitas itu tidak gratis dan Anda harus membayarnya secara tidak langsung).

Setelah melakukan proses tutup buku kemarin, saya mengetahui ada sedikit uang tersisa dari budget bulanan saya. Pagi ini saya pun membuka rekening tabungan di Koperasi Karyawan tempat saya bekerja. Koperasi Karyawan menjadi pilihan yang ideal bagi saya karena relatif aman (walaupun AFAIK tidak ditanggung pemerintah sih <g>), tidak dikenakan biaya administrasi, saldo minimal yang sangat ringan (Rp 5.000,-), tidak punya fasilitas non-essential seperti ATM, dan hanya bisa melakukan transaksi pada jam kerja saja.

Sudahkah Anda memiliki tabungan yang bukan merupakan rekening transaksi?? Bila sudah, tingkatkan selalu saldo tabungan Anda (koq kedengarannya seperti iklan perbankan saja yah??). Bila belum, jangan tunda lagi; buka dan isi tabungan SEKARANG!!

Selamat menabung!

Popularity: 8% [?]

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya!


4 Responses to 'Tabungan vs Rekening Transaksi'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to ' Tabungan vs Rekening Transaksi '.

  1. mulus said,

    on February 2nd, 2006 at 3:41 pm

    Saya sependapat dengan paparan diatas,
    Klo dimungkinkan menabung jangan “Mana Suka”, tapi sebaiknya “Suka Paksa”, jadikan tabungan sebagai pengeluaran tetap, “Dana Pensiun”, Asuransi/Tabungan Pendidikan Anak”, Arisan Motor & “Dwit Lanang” xi…xi….xi….


  2. on February 3rd, 2006 at 12:52 pm

    […] Hian’s Weblogs My personal opinion on everything hianoto.netVisit my primary website :: BlogsVisit my personal weblogs :: BiggerBigger Font Size :: SmallerSmaller Font Size :: LeftLeft Align :: JustifyJustify Align :: RightRight Align :: BookmarkBookmark This Page :: PrintPrint This Page « Tabungan vs Rekening Transaksi […]


  3. on June 1st, 2006 at 9:43 am

    […] Sekarang, mari kita coba melihat kenaikan gaji dari sisi lain. Bila selama ini kita tetap bisa hidup dengan standar gaji yang lama, kenapa kita tidak mencoba untuk menyimpan selisih gaji baru dengan lama ke rekening tabungan?? Minimal bila kita memang benar-benar membutuhkan dana tambahan, maka upayakan (baca: paksakan) untuk menabung sebagian selisih gaji baru dan lama tersebut. Dengan demikian, kita akan bisa menabung dengan baik dengan tanpa mengurangi kualitas hidup saat ini. Selain itu, kita tetap terlatih untuk senantiasa hidup hemat dan menggunakan uang dengan bijak. […]


  4. on September 19th, 2006 at 9:37 am

    […] Saat melakukan pengelolaan keuangan, hal untuk meminimalkan risiko sangatlah penting. Bayangkan sesuatu hal buruk terjadi disaat kita telah sadar arti pentingnya pengelolaan keuangan dan telah mendisiplinkan diri untuk menabung dengan konsep Pay Yourself First, membeli barang berdasarkan kebutuhan saja, melakukan penghematan, dll. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa menjamin bahwa kita akan terluput dari risiko-risiko kematian, sakit, kebakaran, pencurian, perampokan, dsb. Setidaknya dengan meminimalkan risiko (sebenarnya mungkin lebih tepat dibilang memindahkan risiko ke pihak lain), maka kita dapat mengelola keuangan dengan lebih baik lagi. […]

Leave a reply