« - »

KopDar Kedua JS-ers Semarang

Posted on 17 April 2006

Tadi pagi adalah jadwal KopDar kedua untuk JS-ers Semarang yang bertempat di restoran Holiday, Pandanaran. Bagi pembaca blog saya, hal ini terasa agak aneh karena baru saja tgl 7 April yang lalu kita mengadakan KopDar pertama di Semawis. Sebenarnya alasan utamanya adalah adanya discount 50% untuk Dim Sum di restoran Holiday tersebut selama bulan April 2006 :-).

Saya tiba di sana tepat jam 07:00; namun halaman parkir terlihat lengang. Oops, buru-buru saya pun menelpon Angela; ternyata beliau masih dalam perjalanan. Sayangnya Markus – yang sebelumnya telah konfirm akan ikut serta – malah belum datang dan tidak bisa dihubungi sama sekali :-(. Setelah Angela tiba, kami pun bersiap memasuki restoran namun akhirnya ragu karena tulisan “Sorry, we are closed” masih terpampang di pintu depan. Untunglah ada 3 orang tamu yang dengan pede-nya beranjak masuk; sehingga kami pun mengikuti jejak mereka :-).

Kami pun mulai memilih pesanan dari daftar menu yang tersedia. Terus terang agak sedikit bingung, selain karena ada sekian banyak pilihan masakan yang menggunakan nama asing dan tidak ada gambar/deskripsinya, juga karena penentuan jumlah porsi yang akan dipesan (soalnya belum ada kejelasan tentang kedatangan Markus yang mungkin ada halangan mendadak :-().

Yang pertama dihidangkan adalah Chinese Tea (tentu saja <g>, khan namanya saja Yum Cha yang berarti minum teh); yang sayangnya belum termasak dengan baik dan langsung dituang ke cawan saya; sehingga warnanya masih sangat pucat. Selanjutnya Tart Telur Panggang (egg taart) pun dihidangkan ke meja. Isinya cukup lembut di lidah, sayangnya sedikit kurang manis sehingga terasa kurang ‘nendang’.

Selanjutnya Ha Kau Udang dan Bakpau Char Siew Babi. Ha Kau (aka Pangsit Udang) adalah udang digulung dengan adonan kulit yang lebih tipis daripada kulit siomay dan dikukus. Sayangnya hari ini saya merasa udangnya belum terlalu matang dan sedikit terasa amis (dibandingkan saat minggu lalu saya makan masakan yang serupa di tempat yang sama pula). Sedangkan Bakpau Char Siew Babi-nya terasa lebih lengket, mungkin ada yang salah dengan adonannya??? (maklum, abis keranjingan nonton anime Yakitate).

Tibalah waktunya Sayur Ikat dan Cakar Ayam dihidangkan. Sayur Ikat merupakan masakan brokoli, jamur hioko, dan daging yang diikat dengan sayur putih. Kayaknya nama Sayur Ikat sangat memikat pengunjung wanita, terbukti istri saya dan Angela memesan masakan yang sama berdasarkan hasil deskripsi pelayan restoran saja. Cakar Ayam (di daftar menu, namanya diperhalus menjadi Kaki Ayam; padahal saya pikir pakai saja nama Cakar Ayam, so what gitu loh). Kali ini Cakar Ayamnya terasa kurang enak, padahal saat saya dan istri menyantap masakan yang sama minggu lalu, terasa cukup ‘nendang’). Angela pun sempat menjelaskan trik memasak Cakar Ayam yang saya pikir cukup menarik dan punya kaitan dengan Ilmu Pengetahuan Alam juga; yaitu saat cakar ayam yang baru saja digoreng panas-panas lalu disiram/direndam dengan air es yang sangat dingin untuk menghasilkan cakar ayam yang mengkerut dan mudah dilepaskan dari tulang.

Berikutnya adalah Lumpia Udang Kulit Tahu dan Xiao Lung Paw. Sayangnya Lumpia Udang Kulit Tahu tidak ditiriskan dengan baik sehingga minyak goreng masih banyak tertinggal dan sangat terasa di lidah. Padahal kami berdua setuju bahwa Lumpia Udang Kulit Tahu ini adalah masakan yang paling ‘nendang’ sampai saat itu. Sedangkan saya pikir Xiao Lung Paw ini tidak seperti yang pernah saya dengar, tidak terlihat kuah Xiao Lung Paw yang terkenal itu. Bahkan saya pernah membaca ada cara makan Xiao Lung Paw dengan memakan bagian atasnya terlebih dahulu dengan sendok besar, menyedot kuahnya dengan mulut, dan barulah memakan sisanya seperti biasa.

Masih merasa belum terlalu kenyang dan belum puas karena belum menemukan jawara hidangan kali itu, maka kami berdua pun memesan tiga menu tambahan yaitu Baikut Tim, Lumpia Seafood, dan Ham Siu Kok. Baikut Tim terasa tidak seenak di restoran Pringgading. Sedangkan Lumpia Seafood?? Waaaahhhh, akhirnya kami menemukan hidangan yang patut dijadikan jawara pagi itu. Lumpia Seafood digoreng ala Tempura, di dalamnya terdapat udang dan potongan sayur (paprika?). Rasanya sungguh yummy banget!! Karena perut sudah sangat kenyang, kami pun tidak sanggup lagi menyantap Ham Siu Kok; sehingga saya pun tidak bisa bercerita banyak tentangnya (karena dibungkus untuk Angela).

Dengan 10 macam masakan dan 2 porsi Chinese Tea, total kerusakan adalah Rp 54.725,- saja (setelah discount 50% dan PPN 10%). Sejujurnya, secara harga cukup memuaskan; namun secara kualitas, makanan pada kunjungan kali ini terasa tidak seenak saat saya datang minggu lalu. Namun setidaknya saya sudah tahu bahwa Lumpia Seafood dan Lumpia Udang Kulit Tahu akan saya pesan lagi saat kesempatan berikutnya, seraya mengingatkan untuk meniriskan masakan dengan baik sebelum menghidangkannya.

Popularity: 12% [?]

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya!


4 Responses to 'KopDar Kedua JS-ers Semarang'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to ' KopDar Kedua JS-ers Semarang '.

  1. Suhadi Santoso said,

    on April 19th, 2006 at 9:05 am

    Sudah PD ya motretin makanan… sebelum disantap 🙂

  2. hian said,

    on April 19th, 2006 at 9:35 am

    Hihihi, masih belum ke taraf yang saya inginkan sih..

    PD-nya klo perginya bareng orang yang suka makan (seperti JS-ers misalnya) atau sama orang yang cuek, atau bila tempat/suasana memungkinkan..

    Jadi masih harus banyak memupuk PD nih 🙂

  3. budi sutomo said,

    on September 12th, 2006 at 7:04 pm

    wah keren blognya. salam kenal

  4. hian said,

    on September 13th, 2006 at 10:50 am

    Thanks Pak Budi. Saya juga suka baca blog Anda (sayang tidak ikutan kuis berhadiah buku masakannya).

Leave a reply