<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Butuh vs Ingin</title>
	<atom:link href="http://weblogs.hianoto.net/2006/05/butuh-vs-ingin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://weblogs.hianoto.net/2006/05/butuh-vs-ingin/</link>
	<description>Internet Marketing &#124; Parenting &#124; Food &#38; Travelling &#124; Personal Development</description>
	<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 10:07:24 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: Puasa dan Pengelolaan Keuangan-- Hian&#8217;s Weblogs</title>
		<link>http://weblogs.hianoto.net/2006/05/butuh-vs-ingin/#comment-4411</link>
		<dc:creator>Puasa dan Pengelolaan Keuangan-- Hian&#8217;s Weblogs</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Sep 2006 08:26:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://weblogs.hianoto.net/2006/05/butuh-vs-ingin/#comment-4411</guid>
		<description>[...] Ada sekian banyak orang yang melewatkan waktunya dalam menunggu bedug tanda berbuka puasa dengan &#8220;nongkrong&#8221; di mal. &#8220;Adem dan menyenangkan, sehingga tidak terasa sudah waktunya berbuka&#8221;, demikian kata mereka. Betul, suasana di mal yang sejuk dengan sekian banyak toko dan outlet yang memamerkan berbagai produk yang menarik hati, khususnya pakaian dan aksesoris yang sangat pas dikenakan saat Lebaran nanti, tentunya sangatlah menyenangkan. Bagaimana tidak?? Yang ini didiskon 50%, yang itu sedang di-SALE. &#8220;Masakan kita merayakan Lebaran tanpa baju baru??&#8221;, demikian ucap hati sebagai pembenaran dan pembelaan diri. Di sini kita harus ekstra hati-hati, godaan membeli sesuatu yang sebetulnya tidak benar-benar diperlukan sangatlah tinggi. Ingatlah selalu akan prinsip &#8220;membeli karena butuh, bukan karena keinginan semata&#8220;. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Ada sekian banyak orang yang melewatkan waktunya dalam menunggu bedug tanda berbuka puasa dengan &#8220;nongkrong&#8221; di mal. &#8220;Adem dan menyenangkan, sehingga tidak terasa sudah waktunya berbuka&#8221;, demikian kata mereka. Betul, suasana di mal yang sejuk dengan sekian banyak toko dan outlet yang memamerkan berbagai produk yang menarik hati, khususnya pakaian dan aksesoris yang sangat pas dikenakan saat Lebaran nanti, tentunya sangatlah menyenangkan. Bagaimana tidak?? Yang ini didiskon 50%, yang itu sedang di-SALE. &#8220;Masakan kita merayakan Lebaran tanpa baju baru??&#8221;, demikian ucap hati sebagai pembenaran dan pembelaan diri. Di sini kita harus ekstra hati-hati, godaan membeli sesuatu yang sebetulnya tidak benar-benar diperlukan sangatlah tinggi. Ingatlah selalu akan prinsip &#8220;membeli karena butuh, bukan karena keinginan semata&#8220;. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Pelayanan Melebihi Pengharapan-- Hian&#8217;s Weblogs</title>
		<link>http://weblogs.hianoto.net/2006/05/butuh-vs-ingin/#comment-3172</link>
		<dc:creator>Pelayanan Melebihi Pengharapan-- Hian&#8217;s Weblogs</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Jul 2006 06:47:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://weblogs.hianoto.net/2006/05/butuh-vs-ingin/#comment-3172</guid>
		<description>[...] Sungguh suatu pelayanan yang jauh melebihi pengharapan. Ini merupakan pelipur lara setelah saya mengalami permasalahan dengan pelayanan buruk sebuah perusahaan telekomunikasi besar di Indonesia. Kualitas pelayanan prima seperti inilah yang membuat saya senantiasa menceritakan kelebihan mereka kepada keluarga dan teman-teman; serta bertekad untuk membeli mobil Toyota di Nasmoco Kaligawe kelak di kemudian hari nanti tatkala memang benar-benar dibutuhkan. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Sungguh suatu pelayanan yang jauh melebihi pengharapan. Ini merupakan pelipur lara setelah saya mengalami permasalahan dengan pelayanan buruk sebuah perusahaan telekomunikasi besar di Indonesia. Kualitas pelayanan prima seperti inilah yang membuat saya senantiasa menceritakan kelebihan mereka kepada keluarga dan teman-teman; serta bertekad untuk membeli mobil Toyota di Nasmoco Kaligawe kelak di kemudian hari nanti tatkala memang benar-benar dibutuhkan. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hemat vs Pelit-- Hian&#8217;s Weblogs</title>
		<link>http://weblogs.hianoto.net/2006/05/butuh-vs-ingin/#comment-2695</link>
		<dc:creator>Hemat vs Pelit-- Hian&#8217;s Weblogs</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jun 2006 08:48:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://weblogs.hianoto.net/2006/05/butuh-vs-ingin/#comment-2695</guid>
		<description>[...] Orang yang hemat adalah orang yang menggunakan uangnya secara bijaksana; sebagian besar terutama untuk hal-hal yang memang benar-benar dibutuhkan dan penting. Namun demikian, dia juga tetap tidak mengesampingkan kewajibannya sebagai umat beragama; misalnya persepuluhan, zakat, infak, dll. Selain itu, dia juga tetap memperhatikan kasih kepada sesama manusia; sehingga tetap rela memberikan sebagian miliknya untuk membantu orang lain yang dalam kesulitan misalnya korban gempa Jogjakarta yang baru lalu, korban Tsunami Aceh, dll. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Orang yang hemat adalah orang yang menggunakan uangnya secara bijaksana; sebagian besar terutama untuk hal-hal yang memang benar-benar dibutuhkan dan penting. Namun demikian, dia juga tetap tidak mengesampingkan kewajibannya sebagai umat beragama; misalnya persepuluhan, zakat, infak, dll. Selain itu, dia juga tetap memperhatikan kasih kepada sesama manusia; sehingga tetap rela memberikan sebagian miliknya untuk membantu orang lain yang dalam kesulitan misalnya korban gempa Jogjakarta yang baru lalu, korban Tsunami Aceh, dll. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
