Butuh vs Ingin
Posted on 19 May 2006Anda sedang mempertimbangkan untuk membeli TV baru karena TV yang ada sekarang sudah dimonopoli anak untuk menonton film kartun kesayangan, sedangkan pada saat yang sama Anda ingin menonton sinetron atau infotainment tentang artis kesayangan Anda?? Atau Anda justru sedang berpikir untuk menambah koleksi gaun malam dan tas cantik yang akan dipakai untuk ke acara resepsi pernikahan dll?? Bagaimana dengan satu set perhiasan bergemerlap untuk melengkapi gaun malam dan tas cantik yang baru tadi??
Pengelolaan keuangan menegaskan bahwa sebaiknya kita membeli barang karena kita memang membutuhkannya. Namun sayangnya, seringkali keputusan kita membeli sesuatu adalah terutama didasarkan pada hasrat/keinginan saja. Bila kita hendak mengatur keuangan pribadi dengan baik, maka kita harus pandai-pandai mengevaluasi apakah kita benar-benar membutuhkan barang tersebut atau hanya sekedar ingin; misalnya ingin tampil ‘wah’, ingin terlihat kaya (walaupun saya lebih cenderung memilih untuk jadi kaya beneran ketimbang sekedar terlihat kaya :-)), dan segudang keinginan lainnya.
Wah jadi pengelolaan keuangan sama dengan menyiksa diri dong?? :-). Sebenarnya bukan demikian.. Justru dengan pengelolaan keuangan, kita belajar menggunakan uang secara bijak; bukan sekedar dihambur-hamburkan saja. Lebih baik berhemat sekarang untuk memiliki tabungan yang cukup saat dipergunakan di kemudian hari.
Toh kita masih bisa ke resepsi pernikahan menggunakan gaun malam, tas, dan perhiasan yang ada. Toh kita masih bisa menonton TV bersama keluarga secara bergiliran; justru ini adalah sarana untuk kumpul bersama keluarga. Bayangkan bila setiap kamar tidur memiliki TV sendiri, maka kehidupan berkeluarga menjadi sepi karena setiap anggota keluarga masuk ke kamar tidur masing-masing untuk menikmati acara TV yang digemarinya.
Bila Anda setuju dengan ini, bukalah lembaran baru dengan membeli barang yang benar-benar dibutuhkan. Setidaknya bila Anda tetap membeli barang berdasarkan keinginan, pertimbangkanlah masak-masak terlebih dahulu; niscaya Anda akan memetik hasilnya di kemudian hari.
Popularity: 10% [?]
3 Responses to 'Butuh vs Ingin'
Leave a reply
Most Recent Posts
- Akhirnya $1000 dari Neobux
- 7 Days Licensed NLP Practitioner (Day 3)
- 7 Days Licensed NLP Practitioner (Day 2)
- 7 Days Licensed NLP Practitioner (Day 1)
- Belajar Bisnis Internet GRATIS
- Bandung BootCamp 2008 - Day 0
- Seminar Marketing Revolution - Tung Desem Waringin
- Peluang Penghasilan Online - ThinkBux (PTC)
- Peluang Penghasilan Online - Neobux (PTC)
- Wisata ke Jogjakarta dan Candi Borobudur
Most Recent Comments
- Seminar "Managing Business with Great Success" James Gwee (3)
nur arifin, Hian, haseghawa - Permainan Logika yang Sangat Menantang (7)
robi cahyadi, dewi, dewi, sydnee, lilin [...] - Belajar Bisnis Internet GRATIS (2)
Yusi Setiawati, freemarketing.co.cc - Asem-asem - Koh Liem, Karanganyar (7)
iengtax, hian, melanie, hian, sylvester lee [...] - Panduan "Mesin Uang WordPress" (11)
kris, Argy, hian, nitha, nitha [...] - Reset Admin Password di WinXP (12)
acun, dyan, pnyet, albert, ivn [...] - 7 Days Licensed NLP Practitioner (Day 3) (2)
Hianoto, priyo - 7 Days Licensed NLP Practitioner (Day 1) (2)
Hianoto, Ikhwan Sopa
Most Popular Posts
- Posting JalanSutra tentang Makanan Semarang
- Seminar Dahsyat ala Tung Desem Waringin
- Reset Admin Password di WinXP
- Diskusi "Mengelola Mail Server"
- Video Conference, Telkom, dan Hotel Ciputra Semarang
- Permainan Logika yang Sangat Menantang
- Seminar "Managing Business with Great Success" James Gwee
- SuperCamp "Becoming a Money Magnet"
- Sekolah Orangtua di Semarang (3)
- Sekolah Orangtua di Semarang (2)
- SiteBar
- Jogja Bootcamp 2008
- Pernikahan Sonny-Nina
- Ulasan Kuliner di Pernikahan Sonny-Nina
- Seminar "Becoming a Money Magnet"
- Sekilas Makanan di Salatiga
- Local Queue in MDaemon 8.x
- Comment Spam dan Akismet
- Symantec AntiVirus Corporate Edition dan Firewall
- Banjirkanal, Traffic Light, dan Parade Siswa
I currently live happily with my beloved family in Semarang. I am an IT-addict, but have huge interests on Internet Marketing, Family Financial Planning, Personal Wealth Building, and other self development activities. Beside that, I also like to read books, eat delicious foods, and play games with my beloved son.








on June 2nd, 2006 at 3:48 pm
[...] Orang yang hemat adalah orang yang menggunakan uangnya secara bijaksana; sebagian besar terutama untuk hal-hal yang memang benar-benar dibutuhkan dan penting. Namun demikian, dia juga tetap tidak mengesampingkan kewajibannya sebagai umat beragama; misalnya persepuluhan, zakat, infak, dll. Selain itu, dia juga tetap memperhatikan kasih kepada sesama manusia; sehingga tetap rela memberikan sebagian miliknya untuk membantu orang lain yang dalam kesulitan misalnya korban gempa Jogjakarta yang baru lalu, korban Tsunami Aceh, dll. [...]
on July 15th, 2006 at 1:47 pm
[...] Sungguh suatu pelayanan yang jauh melebihi pengharapan. Ini merupakan pelipur lara setelah saya mengalami permasalahan dengan pelayanan buruk sebuah perusahaan telekomunikasi besar di Indonesia. Kualitas pelayanan prima seperti inilah yang membuat saya senantiasa menceritakan kelebihan mereka kepada keluarga dan teman-teman; serta bertekad untuk membeli mobil Toyota di Nasmoco Kaligawe kelak di kemudian hari nanti tatkala memang benar-benar dibutuhkan. [...]
on September 25th, 2006 at 3:26 pm
[...] Ada sekian banyak orang yang melewatkan waktunya dalam menunggu bedug tanda berbuka puasa dengan “nongkrong” di mal. “Adem dan menyenangkan, sehingga tidak terasa sudah waktunya berbuka”, demikian kata mereka. Betul, suasana di mal yang sejuk dengan sekian banyak toko dan outlet yang memamerkan berbagai produk yang menarik hati, khususnya pakaian dan aksesoris yang sangat pas dikenakan saat Lebaran nanti, tentunya sangatlah menyenangkan. Bagaimana tidak?? Yang ini didiskon 50%, yang itu sedang di-SALE. “Masakan kita merayakan Lebaran tanpa baju baru??”, demikian ucap hati sebagai pembenaran dan pembelaan diri. Di sini kita harus ekstra hati-hati, godaan membeli sesuatu yang sebetulnya tidak benar-benar diperlukan sangatlah tinggi. Ingatlah selalu akan prinsip “membeli karena butuh, bukan karena keinginan semata“. [...]