« - »

Pameran Telkom Speedy di Semarang

Posted on 16 May 2006

Hari Minggu kemarin saya berkesempatan mengantar keluarga ke Java Mal dan secara kebetulan saya melihat pameran Telkom Speedy disana. Mulanya saya tidak menyadari kalau itu pameran Telkom Speedy karena stand pameran Telkom Speedy malah terletak di ujung, sedangkan stand peserta pendukung pameran malah lebih terlihat dari pintu masuk utama, sehingga lebih terlihat semacam pameran komputer yang jauh lebih kecil dari biasanya!! Fakta #1: Telkom tidak mengalokasikan stand utama di tempat yang eye-catchy dan strategis.

Saya pun mengunjungi stand Telkom untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Sayangnya saat saya bertanya tentang sistem Billing dan hal-hal teknis lainnya, penjaga stand terlihat tidak bisa menangani situasi ini dengan baik. Saya dapat memaklumi bahwa penjaga stand hanya dapat memberikan informasi umum tentang produk ini; namun sebaiknya mereka diperlengkapi dengan etika dan cara menangani pertanyaan teknis dengan baik, misalnya dengan meminta data si penanya untuk follow-up lebih lanjut dari divisi teknis, atau memanggil supervisor atau tim dari divisi teknis (yang mestinya juga stand-by sepanjang pameran berlangsung, bukan?) untuk menjawab pertanyaan teknis ini. Fakta #2: Telkom tidak mempersiapkan penjaga stand-nya untuk menangani pertanyaan teknis/sulit dengan baik.

Penjaga stand mengajak saya untuk melihat sistem Billing lewat Web secara langsung. Saya diajak ke suatu stand lain di pojok dan dia meminta seseorang di sana untuk menunjukkan sistem Billing kepada saya sementara penjaga stand tersebut malah bercakap-cakap dengan orang lain. Setelah bertanya beberapa hal, saya menarik kesimpulan bahwa orang tersebut jelas-jelas tidak menguasai produk. Koq bisa?? Karena saya bertanya apakah saya bisa memperoleh IP Public dengan keanggotaan Telkom Speedy yang Home/Personal, dan beliau menjawab “Tentu saja bisa, itu khan juga jalur telpon umum biasa”. Bah, apa hubungannya “jalur telpon umum biasa” dengan “IP Public”?? Usut punya usut, akhirnya saya baru tahu kalau stand tersebut adalah bukan stand Telkom!! Fakta #3: Telkom tidak mengedukasi penjaga stand untuk mendampingi calon konsumen dengan baik dan malah membiarkannya dilayani oleh penjaga stand mitra Telkom yang malah berpotensi memberikan informasi produk Telkom yang salah.

Saat akan menunjukkan sistem Billing, penjaga stand mitra Telkom ini malah menggeleng-gelengkan kepala. Saya pun melihat layar komputer dan sepintas terlihat komputer melakukan reboot untuk kesekian kalinya. Saya pun tersenyum dan bertanya “Komputernya kena virus yah??” dan dia pun mengiyakan. Bah, koq tidak professional begini?? Selain itu, saya amati beberapa produk modem/router ADSL yang diusung mitra Telkom berpotensi menimbulkan masalah. Saya tulis “berpotensi” karena saya tidak yakin kebenarannya dan belum berkesempatan mencoba/memeriksanya secara langsung. Misalnya di brosur, tertulis produk seharga kurang dari 600 ribu rupiah tersebut dilengkapi dengan fitur Web Filtering, AntiVirus scanning dan fitur-fitur Advanced Security lainnya; namun saya lihat di buku manualnya tidak ada penjelasan lebih rinci bagaimana mengatur konfigurasi tersebut (bisa jadi brosur tersebut ‘over-promoting‘ atau bisa jadi pula fitur tersebut memang disediakan di produk murah-meriah ini. Namun bila memang tersedia dan tidak dijelaskan dengan rinci, bagaimana konsumen rumahan bisa memanfaatkannya dengan baik??). Fakta #4: Telkom seharusnya menyaring kualitas mitra kerja dan produk-produk yang dipromosikan karena berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari dan malah berakibat turunnya citra Telkom Speedy di kalangan masyarakat.

Karena waktu yang terbatas, akhirnya saya pun meninggalkan area pameran dengan segudang pertanyaan di hati dan harapan bahwa Telkom dapat melakukan perbaikan di event-event selanjutnya.

Popularity: 19% [?]

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya!


19 Responses to 'Pameran Telkom Speedy di Semarang'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to ' Pameran Telkom Speedy di Semarang '.

  1. TARYOKO said,

    on May 17th, 2006 at 5:53 pm

    Yth. pak Hian.

    Sebelumnya saya ucapkan thanks banget atas kesempatan ‘mampir’ di acara pameran / expo speedy di JAVAMALL.

    Perkenalkan saya adalah TARYOKO, asisten manager data internet, yang kebetulan adalah pimpro acara pameran di JavaMall ini.

    Saya akan memberikan tanggapan atas tulisan ini dengan situasi, kondisi serta latar belakang yang menghasilkan output sebagaimana pak Hian rasakan.

    #1. Konsep awal memang PT. Telkom tidak menjadi MAJOR TENAN di acara tersebut. Event Launching sudah kami lakukan di Jl. Pahlawan, dimana kami berperan penuh di acara tersebut. Nha, untuk acara di JAVA ini, kami memang membagi peran yang berimbang dengan para mitra. SEjauh upaya kami sih, tema-nya masih tetap : SPEEDY. Makanya nuansa merah ada disana. Karena dalam ber-speedy ini nanti ada satu perangkat yagn mesti ditambahkan (dan tidak disediakan oleh Telkom), maka kita mengajak mitra/vendor modem. Mitra/vendor modem yang ikut ini, modem yang dijual sudah kami uji fungsi. ARtinya, modem tersebut comply dan bisa digunakan di network ADSL di semarang. Tujuan utama adalah memberi kemudahan buat pengunjung agar jika ingin berlangganan Speedy tidak perlu jauh-jauh lagi mencari modemnya,cukup datang ke salah satu stand yang ada di depan stang TELKOM. Mereka bebas menentukan pilihan (ada 7 vendor) sesuai selera masing-masing. SEtelah puas melihat-lihat dan menentukan pilihan modemnya, maka dia bisa datang ke counter REGISTRASI KAMI di depan. Saat itu juga, pengunjung akan didaftarkan dan menerima USERNAME dan PASSWORD yang tercetak secara rahasia. Stand kami mungkin tidak eye catching, namun paling tidak itulah yang maksimal bisa kita upayakan. Banyak faktor yang menyebabkan kami tidak bisa membuat counter yang eye catching, karena ruang terbatas. Kenapa ruangnya terbatas ? karena memang space lain sudah ‘leased-out’. Kami sudah muter-muter seluruh semarang, untuk periode mei, yang available cuma di javamall dengan ukuran segitu. tersedia agak longgar pada bulan juni. Nha, sementara kami tidak bisa menunggu terlalu lama untuk membuat acara ini karena juga ada desakan dari calon pelanggan speedy yang sudah indent lama.

    #2. Penjaga Stand, adalah dari mitra modem. Dari kami justru ada di counter Telkom-nya. Kami akan menjadikan masukan dari bapak ini untuk menjadi perbaikan dalam persiapan penjaga stand. Terima kasih.

    #3. Dari pihak telkom yang mendampingi memang sedianya lebih berperan untuk membantu kegiatan administratif, semisal menyiapkan formulir pendaftaran, mencatat-cata, dsb. Untuk detail informasi yang bersifat teknis di perangkat Telkom, semestinya supervisor pameran ini bisa membantu. Sayangnya pas Bapak berkunjung, tidak berkesempatan untuk bertemu. Saya mohon maaf untuk ini. BTW, saya biasanya selalu ada di arena sekitar jam 4 sore keatas.

    #4. Mitra Modem yang kita ajak kerjasama, sudah melalui uji fungsi perangkat. Bahkan beberapa sudah bersertifikasi departemen riset kami. Sebagian lagi memiliki surat lisensi supporting dari principal-nya. Waktu ketemu dengna kami, semua memiliki kualitas yang memadai. Namun, pada saat ketemu pak Hian, mungkin ketemu ‘penjaga’ stand juga yang di-‘hire’ mitra kami. Jadi kemungkinan juga bukan mitra/owner nya langsung. Masukan dari bapak akan kami sampaikan ke owner mitra ini.

    Terima kasih,
    salam hormat

    TARYOKO
    yoko@telkom.co.id

  2. hian said,

    on May 18th, 2006 at 9:29 am

    Salam kenal Pak Taryoko, terimakasih sekali telah menanggapi corat-coret saya tentang Pameran Speedy di Java Mall ini.

    #1. Secara ideal, memang seharusnya mengambil seluruh space ruang pamer di Java Mall; dan Telkom mengambil satu sisi khusus untuk promo Speedy dan Internet (selaras dengan iklan Internet Telkom di TV yang intensif akhir2 ini), dan mitra
    bisa mengambil sisi yang lain. Namun dengan situasi yang ada, saya pikir semestinya Telkom mengambil tempat bukan di samping McDonalds, namun di ujung satunya (berarti tengah atrium Java Mall, sehingga lebih mendapat fokus perhatian yang semestinya). Ini lebih baik dan eye-catchy menurut saya, tapi mestinya Telkom telah memikirkan berbagai alternatif dan memilih yang terbaik bukan??

    #3. Bukan itu maksud saya. Walaupun supervisor ataupun tim teknis sedang berhalangan dan tidak berada di tempat saat itu, penjaga stand Telkom seharusnya bisa berinisiatif untuk melakukan pencatatan atas pertanyaan pengunjung yang tidak bisa dijawab, agar supervisor/tim teknis bisa menghubungi pengunjung tersebut untuk memperoleh jawaban yang lebih memuaskan. Disini, upaya penjaga stand sama sekali tidak terlihat. BTW apakah tidak ada sistem shift, sehingga dapat dipastikan selain Bapak, ada Senior Officer lain atau setidaknya Tim Teknis yang stand-by di tempat setiap waktu??

    Selain itu, tidaklah baik ‘mengoper’ pengunjung ke orang lain, apalagi ke penjaga stand lain yang notabene bukan sesama penjaga stand Telkom.

    #4. Yang saya maksudkan bukanlah sekedar kualitas produk, namun kualitas alat-alat pemasaran yang bisa dipertanggungjawabkan (brosur, kemasan produk, buku manual, dll). Sangatlah aneh bila di brosur maupun kemasan produk, diklaim bahwa ada fitur-fitur Advanced, namun di buku manual tidak disinggung sama sekali; apalagi bila misalkan sang penjual tidak bisa membuktikan fitur-fitur tersebut ada dan berfungsi sebagaimana mestinya.

    BTW, saya lihat sepintas di pameran tersebut koq Speedy tidak secepat jargon ‘speedy gonzales’ yah?? 🙂 Saya pikir tim teknis sangatlah berkewajiban berkoordinasi dengan seluruh mitra pameran untuk memeriksa seluruh PC yang dipakai di pameran dan memastikan kinerja yang optimal; agar pengunjung dapat melihat betapa bedanya mengakses Internet dengan ADSL yang bisa up to 384Kbps itu.

    Sukses deh untuk pamerannya, semoga bisa lebih baik lagi.

  3. TARYOKO said,

    on May 18th, 2006 at 2:52 pm

    Terima kasih atas masukan-masukan ini pak. Wah, jadi belajar banyak nih .. 🙂

    Untuk sekedar menambah informasi, berikut tambahan informasi dari saya.

    #1. Setelah berjuang habis nyari tempat yang layak, akhirnya kami hanya dapat satu section di section c JAVAMALL. Masalah berikutnya adalah lay-out. Kami melibatkan Event Organizer serta para mitra untuk berembung masalah ini. Kalau misalnya panggung (setiap malam minggu ada band), ditaruh di ujung (deket center), maka seolah ‘ruang kami’ hanya di section c saja. namun kalau panggung ditaruh di deket mc-d, maka seolah kami bisa punya area yang lepas. ARtinya orang yang lagi nongkrong di lt. 2 di kopi tugu luwak pun bisa melihat ke arah kami tanpa terhalang… gitu pemikiran kami semua waktu itu.

    #2. Sure, kami sudah menjadwalkan petugas-petugas kami. Hari-hari awal bahkan keroyokan nungguin semua. Namun hari berikutnya mengikuti jadwal. Ya memang belum maksimal hasilnya. SAya sepakat, tidak baik mengoper-oper pelanggan. thanks atas atensinya.

    Thanks anyway…

    best regards,
    -Yoko-
    #3.

  4. Aditi said,

    on May 18th, 2006 at 4:09 pm

    Maaf sekalian saya ingin menanggapi ketidakprofessionalan Telkom…saya sudah menjadi pelanggan Telkom Speedy di Jakarta dan kebetulan saya kenal salah satu mitra Telkom di Semarang…saya diberi informasi bahwa pihak Telkom sendiri belum mengerti betul mengenai sistem ADSL jadi (maaf) apalagi penjaga2 standnya, dan mengenai sistem Billing di Jakarta saja belum bisa real time…bagaimana pak Taryoko bisa menjamin bahwa sistem billing di Semarang tidak akan ada masalah ?

    Lalu mengenai kecepatan…hal itu disebabkan karena Infrastruktur di Semarang sebenarnya belum cocok untuk teknologi ADSL…bukan begitu Pak Taryoko ?

  5. hian said,

    on May 18th, 2006 at 4:46 pm

    Wheleh Pak Taryoko, saya ini hanyalah orang awam yang lagi pengen belajar banyak hal termasuk marketing; jadi justru saya belajar dari kasus pameran Telkom ini 🙂

    #1 Setiap malam minggu ada band, ini band dari Java Mal atau dari Telkom (via EO)?? Bila dari Telkom, maka saya pikir akan lebih baik diisi dengan kuis, games, atau bahkan pengenalan Internet misalnya dengan menyediakan kelas dengan beberapa PC; mengingat hal ini akan mendukung iklan Telkom di TV akhir2 ini dan lebih menambah nilai.

    #3 Tapi saya pikir Telkom harus belajar dari (ekstrim-nya) toko komputer kecil yang ikut pameran Computech dan semacamnya; karena mereka berhasil ‘memaksa’ teknisi dan marketing mereka hadir mengikuti jadwal yang ditentukan sang boss :-). Atau justru saya salah disini?? 🙂 Justru karena kebanyakan Officer merupakan karyawan tingkat menengah ke atas, justru lebih sulit mengatur mereka untuk bisa hadir di luar jam kerja?? Hehehe, ini hanya guyonan untuk bahan renungan aja lho Pak, jangan ditanggapi terlalu serius 🙂 Mohon maaf sebelumnya.

  6. hian said,

    on May 18th, 2006 at 4:51 pm

    Pak Aditi, IMO sistem Billing Speedy adalah sistem yang berlaku secara nasional; jadi tidak ada perbedaan antara di Jakarta dan Semarang (mohon koreksi Pak Yoko)..

    Memang benar kita mendengar banyak permasalahan Billing terutama saat Speedy pertama diluncurkan; namun demikian, sesuai informasi yang saya dengar dari Manager Telkom, Speedy diundur sampai May 2006 adalah karena menunggu aplikasi Billing diperbaiki dan menjalani testing yang seksama. Jadi hopefully masalah ini tidak terjadi.

    Itulah sebabnya kemarin saya sempat ada argument dengan penjaga stand, bagaimana bila Billing Speedy berbeda dengan pencatatan bandwidth usage yang kita gunakan. Apakah perbedaan ini bisa diakui, sampai sejauh mana?? Apalagi mengingat prosedurnya adalah customer diminta untuk membayar penuh terlebih dahulu (bila ingin layanannya tetap jalan) sambil mengurus pengaduan/pengajuan restitusi yang tidak diketahui kapan beresnya.

    Bahkan kemarin saya sempat argue dengan penjaga stand, bagaimana aplikasi Bandwidth Meter (?) melaporkan angka penggunaan Speedy.. Apakah dia mencatat semua traffic upstream dan downstream locally atau sekedar men-download angka laporan dari server Speedy untuk ditampilkan di PC kita?? Bila aplikasi tersebut mencatat sendiri, bagaimana bila terjadi perbedaan dengan tagihan/laporan billing di web?? Sayangnya penjaga stand tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan dan tidak melakukan apa2 (baik mencatat contact saya maupun berusaha menanyakan ke Supervisor/tim teknis terkait) 🙁

    Masalah kecepatan, saya pikir bukan karena masalah infrastruktur di Semarang (ini juga mohon koreksi Pak Yoko).. Saya lebih condong karena router dan PC yang digunakan di pameran tidak ditangani dengan benar.. Coba bayangkan, bila PC tersebut masih belum di-patch, tidak dipasang AntiVirus yang ter-update, Firewall tidak dikonfigurasi dengan baik, tentu saja rentan terhadap exploit dan virus.. bila telah terkena exploit/virus, tentu saja aktivitas di background menjadi tinggi dan memakan bandwidth yang banyak pula.. Saya yakin, dengan SDM handal di Telkom, semestinya hal ini bisa dihindari.. Karenanya saya berpendapat, walaupun itu komputer-nya mitra, namun karena mengusung promo Speedy yang ‘speedy gonzales’, sudah selayaknya Telkom memeriksa dan memastikan semua perangkat yang digunakan (termasuk perangkat para Mitra) bisa beroperasi secara optimal. Ingat, pameran Telkom Speedy TIDAKLAH SAMA dengan pameran komputer yang biasa.. bila akses Internet dirasa lambat (padahal ini bukan masalah di connection), tetap saja Speedy yang bakal dituding..

  7. TARYOKO said,

    on May 18th, 2006 at 5:10 pm

    Hallo pak Aditi..
    yup, seperti yang disampaikan pak Hian, billing ini berlaku nasional. Kami sudah berusaha sebatas kemampuan maksimal kami bahwa apa yang dideliver ke pelanggan pastilah sudah diupayakan tidak merugikan customer. Kami menganut falsafah jangan sampai mendapat rejeki dari orang lain secara tidak sah. Namun, sebagus apapun upaya kita, mungkin suatu saat ada saja celah yang muncul. Dan untuk ini, sebelumnya kami mohon maaf. Namun kami pastikan bahwa kami akan segera meresponnya untuk segera memperbaiki agar jangan sampai merugikan konsumen.

    Mengenai kecepatan, secara teknis harusnya sama saja pak. Arsitektur ADSL ya gitu-gitu aja tuh.. dari modem, lari ke DSLAM terus naik ke gateway. itu saja. Rasanya cooper wire kita juga sama saja kok pak… (paling tidak,semoga begitu 🙂 )

    to pak Hian…
    to be honest, memang melihat kualitas pertanyaan pak Hian, pasti ‘lawan’-nya bukan spg kami .. 🙂 Mohon maklum untuk ini ya pak…
    BTW, kami bisa informasi detil kok. Via japri aja atau gimana ? please send the questions to yoko@telkom.co.id atau call ke 70700493.

    best regards,
    -yoko-

  8. Aditi said,

    on May 18th, 2006 at 6:58 pm

    Pak Hian…
    Maaf Pak saya sudah sering berhubungan dengan Telkom di Jakarta…saya mengetahui tentang Infrastruktur dan sistem billing itu juga diprovide secara langsung dari pihak Telkom, dan mereka mengakui bahwa saat ini Telkom belum mampu memberikan pelayanan terbaik mengenai sistem billing dan menjamin kecepatan internet mereka, secara logika dengan Harga Internet Broadband termahal di dunia seharusnya kedua hal tersebut di atas sangat mudah di atasi oleh perusahaan sekelas Telkom…tapi (mohon maaf) sdm di Telkom belum memiliki kemampuan di bidang itu…di sini bukan berarti saya merasa lebih dibandingkan orang2 telkom tapi saya sering komplain mengenai hal ini di Jakarta tapi jawaban2 mereka memberi kesan bahwa Telkom tidak memberi training yang tepat dalam menangani teknologi sekelas Internet Broadband…saya berani bertaruh jika ada Telkom tidak memonopoli telekomunikasi di Indonesia saya yakin Telkom akan segera ditinggalkan pelanggan2nya jika Telkom tidak segera berbenah diri

  9. Aditi said,

    on May 18th, 2006 at 7:19 pm

    Pak Taryoko…

    Pak maaf sekali lagi…jika sama saja mengapa kecepatan di daerah satu yang lain berbeda…saya bisa mendapatkan kecepatan download rata2 20-40 kbps…itu karena saya sering complain dan di tempat lain hanya 15-27 Kbps…hal ini memperlihatkan bahwa Telkom tidak memiliki standar quality yang bagus…sudah bukan rahasia lagi kalo’ billing Telkom itu sering merugikan pelanggan…sudah banyak teman dan saudara saya yang dirugikan oleh Telkom…dan Telkom hanya berkata “ya memang pemakaian segitu di data kami” tapi anehnya begitu mereka dengan terpaksa membayar lebih dengan melalui provider lain…mereka tidak pernah sekalipun menerima tagihan sebesar yang telkom tagih…Coba Bandingkan Telkom menagih rata2 per bulan 3Jt ke atas tiap bulannya bahkan pernah hingga 7Jt di atas harga Unlimited setelah menggunakan ISP lain (walaupun masih menumpang Telkom Speedy karena monopoli Telkom) dengan cara pemakaian yang sama mereka tidak pernah kelebihan quota pemakaian…apakah hal ini tidak aneh ?

    Saya harap uneg2 saya ini tidak disalahartikan saya hanya ingin Telkom segera berbenah jangan sering merugikan pelanggan…dengan begitu saya harap TelkomSpeedy bisa lebih professional dan lebih dapat menarik lebih banyak pelanggan lagi, apalagi Telkom memiliki segala fasilitas untuk itu termasuk harga yang lebih rasional daripada yang sekarang…coba bandingkan harga quota 1GB Telkom dengan kecepatan 384Kbps itu sama dengan Unlimited 384Kbps/512Kbps (saya lupa) di Thailand

  10. Rendra said,

    on May 18th, 2006 at 8:12 pm

    Saya ingin menganggapi masalah modem yang dilengkapi banyak fasilitas namun tidak ada di manual.
    Hal ini sebenarnya wajar saja, saya pernah beli router cisco (bukan pakai duit saya sih), saya periksa semua isi di dalam kardusnya sama sekali tak ada manual bagaimana cara pakai cisco ios!
    Modem ADSL saya juga sama saja, cuma ada sedikit keterangan mengkonfigurasi secara sederhana melalui interface web. Belakangan secara tidak sengaja saya mengetahui bahwa modem ADSL ternyata juga membuka port Telnet (23) dengan password standard (padahal password interface web sudah diganti). untungnya hanya terbuka di LAN saja. setelah saya cari-cari di manual hal ini sama sekali tidak disebutkan.

    Jadi kesimpulannya : Tidak mungkin pengguna rumahan (yang awam jaringan) bisa melakukan konfigurasi maksimal tanpa belajar Jaringan komputer secara khusus.

  11. hian said,

    on May 19th, 2006 at 8:05 am

    Pak Taryoko, seperti yang saya utarakan sebelumnya, saya ini hanyalah orang awam yang lagi pengen belajar banyak hal termasuk marketing; makanya saya posting beberapa pemikiran saya yang dangkal menyangkut marketing, mulai dari pemasaran yang sehat dan bertanggungjawab, logika iklan, jiwa marketing, bahkan sampai urusan jual lunpia 🙂 Semuanya bisa dibaca di category Dunia Kerja di blog ini.

    Saya tahu pertanyaan teknis saya pastilah sulit dijawab SPG Speedy biasa (apalagi SPG Mezzo dll :-)), namun yang saya ingin dapat adalah reaksi dan tindakan yang diambil sang SPG karena hal itu mencerminkan training dan persiapan antisipatif yang dilakukan oleh yang punya gawe. Hitung2 sebagai bahan introspeksi diri saat saya berkesempatan mengelola usaha atau divisi pemasaran suatu hari kelak.

    Thanks Pak Yoko atas semua penjelasannya.

  12. hian said,

    on May 19th, 2006 at 11:12 am

    Pak Aditi, perbedaan kecepatan antar daerah bisa saja terjadi (walaupun misalnya tiap daerah memiliki backbone yang sama), karena di daerah tertentu typical pelanggannya adalah heavy user sehingga bandwidth tersedot habis; sedangkan di daerah lain, walaupun jumlah pelanggannya mungkin sama banyaknya tapi mereka adalah pengguna rumahan biasa yang misalnya cuma suka membuka Friendster atau IM+chatting non-visual sehingga penggunaan bandwidth tidaklah banyak.

    Namun demikian, Telkom sebaiknya (seharusnya?) melakukan bandwidth management, sehingga dalam kondisi peak time pun tiap pelanggan tetap kebagian bandwidth yang cukup. Sayangnya, di dalam brosur yang ada, hanya diutarakan kecepatan up to 384Kbps tanpa ada informasi tentang perbandingan rasio maupun jaminan bandwidth. Saya sih belum tahu seperti apa terms and condition dalam kontrak Speedy; harapan saya sih cukup detil dan win-win seperti kontrak layanan korporat yang juga membahas SLA, QoS, dll (walaupun kontrak kayak begini seringkali hanyalah terutama memproteksi kepentingan provider)

    Saya sih melihat Telkom bagai berkata “Speedy is reborn now in May 2006”. Semoga Telkom telah belajar dari pengalaman pahit saat Speedy diluncurkan pertama kali; dan mampu memberikan layanan yang jauh lebih baik kepada konsumen. Bila masih ada kekurangan di sana sini, ya mari kita sampaikan kepada mereka, sedapat mungkin disertai alternatif solusi yang bisa mereka evaluasi lebih lanjut.

  13. hian said,

    on May 19th, 2006 at 11:35 am

    Pak Rendra, saya pikir beli router Cisco dengan beli modem/router ADSL berbeda dan tidak bisa dibandingkan. Router Cisco (kebanyakan) diperuntukkan perusahaan skala menengah dan besar dan diasumsikan akan dikonfigurasi oleh orang yang professional di bidangnya; dan kebutuhan petunjuk pengoperasian dapat dipenuhi dengan segudang buku yang tersedia di pasar. Sedangkan modem/router ADSL ‘pahe’ diasumsikan akan dikonfigurasi oleh orang rumahan biasa; sehingga faktor kemudahan sangat diutamakan, dan seringkali mengesampingkan faktor keamanan.

    Produsen yang baik tentu saja akan memberikan dokumentasi yang lengkap dalam bahasa yang mudah dimengerti orang awam. Bila masalahnya adalah biaya pencetakan buku manual, tentu bisa diatasi dengan softcopy berupa CD atau download dari situs produsen.

    Selain itu, mereka juga akan melakukan hal-hal tambahan untuk menjaga faktor keamanan, sementara tetap memberikan kemudahan bagi orang awam. Seberapa sulitnya sih memaksa user mengganti default password saat mulai menggunakan modem/router ADSL, juga memberi peringatan agar user melakukan scan open port dari luar dengan membuka URL terkait dengan penjelasan lebih detil.

    Masalahnya adalah produsen menganggap semua ini adalah kewajiban user, sedangkan user (baca: rumahan maupun SOHO) sama sekali tidak tahu bahwa mereka wajib melakukan perlindungan atas komputer dan jaringan mereka yang terhubung ke Internet. Andaikata tahu pun, sayangnya mereka tidak tahu bagaimana melakukannya. Ironis bukan??

    Saya rasa ini adalah kewajiban semua pihak, mulai dari ISP (ya, mereka yang sangat berkait langsung dengan masalah ini. Saya pikir mereka tidak berharap untuk mencari keuntungan tingginya tagihan karena komputer pelanggan yang kena virus/exploit/spyware dan terus-menerus mengkonsumsi bandwidth), corporate (ya, mereka terkena imbas macetnya jaringan Internet karena banyaknya traffic virus/exploit/spyware. Masih ingat tatkala Nimda/CodeRed/Slammer melanda dan traffic Internet di Indonesia sangat kacau saat itu??), aktivis dan pemerhati IT, dll.

    Saya setuju pendapat Anda, pengguna komputer jaman sekarang sungguh malang karena pengoperasian komputer justru makin rumit, njelimet, dan berbahaya. Pengguna awam perlu disadarkan bahwa mereka mau tidak mau harus belajar banyak tentang keamanan dan perlindungan data komputer.

  14. vanny said,

    on June 8th, 2006 at 11:24 pm

    Pak Taryoko,

    Saya setuju dengan masukan Pak Hian mengenai SPG Speedy. Malahan saya mengalami dengan customer service speedy di Plaza Telkom sendiri, bayangkan, jelas2 merupakan customer service dari perusahaan telkom, tetapi tidak mengetahui dengan jelas tentang produk telkom.

    Dan hal ini bukan dengan satu atau dua orang saja yang saya temui, saya sering bolak balik mampir ke plaza telkom bsd, dan bahkan customer service yg bisa kita hubungi melalui telepon yaitu 147 pun, semua nya mempunyai jawaban yang berbeda2, hanya untuk sebuah pertanyaan yang sama, dan kesan nya antara 147 dan customer service plaza telkom pun saling menyalahkan.

    Dan juga entah kenapa, setiap kali melakukan pengupgrade-an speedy, saya selalu mengalami masalah untuk beberapa waktu lamanya dimana tidak bisa digunakan dengan baik. Dan sekarang pun sebagai pelanggan unlimited, tetap tidak dapat merasakan yang namanya speed 384, untuk bisa mencapai 100 pun sudah bersyukur,karena lebih sering speed dibawah 50. Terutama beberapa minggu belakangan ini. Dan perlu diketahui, sy sudah mengantisipasi komputer dari virus/spy/adware dengan produk norton/windows defender/spyboot/spydoctor /dibela2in beli asli loh/. Dan selalu men-scan setiap hari jika sudah digunakan.

    Saya melihat display di plaza telkom, dimana digambarkan internet service lain sebagai jalan dengan satu jalur saja dimana banyak mobil2 mengantri, dan SPEEDY diibaratkan sebagai jalan dengan beberapa jalur(mobil2 tidak ada yang mengantri.

    Pertama saya mengira speed menjadi lebih jelek beberapa minggu ini dikarenakan saya pernah dijanjikan untuk diberikan discount oleh pegawai telkom untuk harga unlimited yang akan diberlakukan untuk tagihan bulan juli. Dan saya baru menanyakan lagi hari ini, dan ternyata diskon bisa diberikan. Tetapi entah kenapa, saya iseng2 browsing ke website http://www.telkom.co.id ternyata harga yg dikatakan ‘diskon’ dikarenakan usaha hasil pengajuan oleh pegawai tersebut tidaklah benar. Jelas2 disana tertera harga yang memang berlaku untuk umum, dan juga tidak dijelaskan untuk penagihan/pemakaian bulan kapan, saya cek ke 147, customer service jelas2 bilang harga berlaku untuk tagihan bulan juni, tetapi lagi2 jawaban berbeda dari pegawai telkom tsb.

    mohon slogan ‘comitted to u’ benar2 direalisasikan, jangan hanya untuk sebagai hiasan saja.

    Dan sebenarnya pengertian dari ‘Dedicated service’ dari produk ‘Speedy’ itu apa yach!? Service di bagian mana nya?! karena service utk speed, tidak. Customer ‘service’ pun tidak.

    Maaf saja, kalo memang kata2 saya ada yang menyingung, tetapi semata2 saya mengeluarkan uneq-uneq berdasarkan pengalaman yang saya alami sampai sekarang.

    terima kasih
    vanny = whitelantern@hotmail.com

  15. robert said,

    on July 29th, 2006 at 4:11 pm

    Telkom SPEEDY termahal sejagad !

    Mana pelayanan, maaf, brengsek banget………..

    Gimana nih Bapak Bapak dari PT. Telkom kok bisa bisanya

    memungut biaya USD 350 untuk paket unlimited……..

    Ngga malu apa cari untung berlipat lipat dibandingkan
    negara negara tetangga tuh

    Malaysia USD 25, Singapore USD 20, HK USD 15

    wah wah wah…………

    Perlu direformasi dan diliberalisasi sektor TELKOM sesegera mungkin………

    Ga akan maju Indonesia kalau main monopoli kaya begini diperlihara terus………

  16. Ijal said,

    on June 26th, 2007 at 2:44 pm

    Bro, pake 3.5G aja! Dah pasti Kenceng……… Mahal dikit gpp to. He he

  17. jayz said,

    on November 10th, 2007 at 7:49 pm

    wah kok jadi ga berkwalitas gini
    Kritik+fakta+anjuran(jalan kluar)+santai=upaya/daya(telkom)
    kritik+umpatan=bisajadi pihak ke3 neh

  18. Shane said,

    on December 12th, 2007 at 2:48 pm

    Why is Telkom Speedy having more pameran ?
    Why are they looking for more customers ?
    Telkom Speedy is getting more slow every day. So more customers = slower download/upload ?
    Why not upgrade the system before adding more users ?

    Thanks

  19. Sri handayani said,

    on May 24th, 2010 at 5:52 pm

    Kasihan deh lo pihak speedy kalo mau pameran panggil ahlinya atau orang yg berpengalaman teori maupun praktek hampir semua kecewa…siapa yg salah 147 operator yg sekedar operator…atau yg punya warnet atau yg yg punya komputer…hanya sekedar pemakai tidak tau bagaimana men setting semua perangkat kali2222 pihak speedy panggil pihak pelanggan sharring kali ada yg pinter mau berbagi ilmu…heheehe aku pernah punya 3 warnet di daerah berbeda ga ada masalah tuh..memang harus banyak belajar dan belajar baik yg punya warnet atau pemakai speedy ada apa kok ngelegg banyak jawabnya sekarang aku ga pernah komplain lagi aku sudah bebajar dan belajar hehehee jadi iklas bayar speedy berapapun besarnya makasih speedy Semarang.

Leave a reply