<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Pameran Telkom Speedy di Semarang</title>
	<atom:link href="http://weblogs.hianoto.net/2006/05/pameran-telkom-speedy-di-semarang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://weblogs.hianoto.net/2006/05/pameran-telkom-speedy-di-semarang/</link>
	<description>Internet Marketing &#124; Parenting &#124; Food &#38; Travelling &#124; Personal Development</description>
	<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 18:33:41 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: Shane</title>
		<link>http://weblogs.hianoto.net/2006/05/pameran-telkom-speedy-di-semarang/#comment-14695</link>
		<dc:creator>Shane</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Dec 2007 07:48:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://weblogs.hianoto.net/2006/05/pameran-telkom-speedy-di-semarang/#comment-14695</guid>
		<description>Why is Telkom Speedy having more pameran ?
Why are they looking for more customers ?
Telkom Speedy is getting more slow every day. So more customers = slower download/upload ?
Why not upgrade the system before adding more users ?

Thanks</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Why is Telkom Speedy having more pameran ?<br />
Why are they looking for more customers ?<br />
Telkom Speedy is getting more slow every day. So more customers = slower download/upload ?<br />
Why not upgrade the system before adding more users ?</p>
<p>Thanks</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: jayz</title>
		<link>http://weblogs.hianoto.net/2006/05/pameran-telkom-speedy-di-semarang/#comment-13731</link>
		<dc:creator>jayz</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Nov 2007 12:49:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://weblogs.hianoto.net/2006/05/pameran-telkom-speedy-di-semarang/#comment-13731</guid>
		<description>wah kok jadi ga berkwalitas gini
Kritik+fakta+anjuran(jalan kluar)+santai=upaya/daya(telkom)
kritik+umpatan=bisajadi pihak ke3 neh</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah kok jadi ga berkwalitas gini<br />
Kritik+fakta+anjuran(jalan kluar)+santai=upaya/daya(telkom)<br />
kritik+umpatan=bisajadi pihak ke3 neh</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ijal</title>
		<link>http://weblogs.hianoto.net/2006/05/pameran-telkom-speedy-di-semarang/#comment-10676</link>
		<dc:creator>Ijal</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Jun 2007 07:44:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://weblogs.hianoto.net/2006/05/pameran-telkom-speedy-di-semarang/#comment-10676</guid>
		<description>Bro, pake 3.5G aja! Dah pasti Kenceng......... Mahal dikit gpp to. He he</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bro, pake 3.5G aja! Dah pasti Kenceng&#8230;&#8230;&#8230; Mahal dikit gpp to. He he</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: robert</title>
		<link>http://weblogs.hianoto.net/2006/05/pameran-telkom-speedy-di-semarang/#comment-3541</link>
		<dc:creator>robert</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Jul 2006 09:11:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://weblogs.hianoto.net/2006/05/pameran-telkom-speedy-di-semarang/#comment-3541</guid>
		<description>Telkom SPEEDY termahal sejagad !

Mana pelayanan, maaf, brengsek banget...........

Gimana nih Bapak Bapak dari PT. Telkom kok bisa bisanya

memungut biaya USD 350 untuk paket unlimited........

Ngga malu apa cari untung berlipat lipat dibandingkan 
negara negara tetangga tuh

Malaysia USD 25, Singapore USD 20, HK USD 15

wah wah wah............

Perlu direformasi dan diliberalisasi sektor TELKOM sesegera mungkin.........

Ga akan maju Indonesia kalau main monopoli kaya begini diperlihara terus.........</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Telkom SPEEDY termahal sejagad !</p>
<p>Mana pelayanan, maaf, brengsek banget&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>Gimana nih Bapak Bapak dari PT. Telkom kok bisa bisanya</p>
<p>memungut biaya USD 350 untuk paket unlimited&#8230;&#8230;..</p>
<p>Ngga malu apa cari untung berlipat lipat dibandingkan<br />
negara negara tetangga tuh</p>
<p>Malaysia USD 25, Singapore USD 20, HK USD 15</p>
<p>wah wah wah&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Perlu direformasi dan diliberalisasi sektor TELKOM sesegera mungkin&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Ga akan maju Indonesia kalau main monopoli kaya begini diperlihara terus&#8230;&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: vanny</title>
		<link>http://weblogs.hianoto.net/2006/05/pameran-telkom-speedy-di-semarang/#comment-2729</link>
		<dc:creator>vanny</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jun 2006 16:24:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://weblogs.hianoto.net/2006/05/pameran-telkom-speedy-di-semarang/#comment-2729</guid>
		<description>Pak Taryoko,

Saya setuju dengan masukan Pak Hian mengenai SPG Speedy.  Malahan saya mengalami dengan customer service speedy di Plaza Telkom sendiri, bayangkan, jelas2 merupakan customer service dari perusahaan telkom, tetapi tidak mengetahui dengan jelas tentang produk telkom.  

Dan hal ini bukan dengan satu atau dua orang saja yang saya temui, saya sering bolak balik mampir ke plaza telkom bsd, dan bahkan customer service yg bisa kita hubungi melalui telepon yaitu 147 pun, semua nya mempunyai jawaban yang berbeda2, hanya untuk sebuah pertanyaan yang sama, dan kesan nya antara 147 dan customer service plaza telkom pun saling menyalahkan.  

Dan juga entah kenapa, setiap kali melakukan pengupgrade-an speedy, saya selalu mengalami masalah untuk beberapa waktu lamanya dimana tidak bisa digunakan dengan baik. Dan sekarang pun sebagai pelanggan unlimited, tetap tidak dapat merasakan yang namanya speed 384, untuk bisa mencapai 100 pun sudah bersyukur,karena lebih sering speed dibawah 50.  Terutama beberapa minggu belakangan ini. Dan perlu diketahui, sy sudah mengantisipasi komputer dari virus/spy/adware dengan produk norton/windows defender/spyboot/spydoctor  /dibela2in beli asli loh/. Dan selalu men-scan setiap hari jika sudah digunakan.

Saya melihat display di plaza telkom, dimana digambarkan internet service lain sebagai jalan dengan satu jalur saja dimana banyak mobil2 mengantri, dan SPEEDY diibaratkan sebagai jalan dengan beberapa jalur(mobil2 tidak ada yang mengantri.  

Pertama saya mengira speed menjadi lebih jelek beberapa minggu ini dikarenakan saya pernah dijanjikan untuk diberikan discount oleh pegawai telkom untuk harga unlimited yang akan diberlakukan untuk tagihan bulan juli.  Dan saya baru menanyakan lagi hari ini, dan ternyata diskon bisa diberikan.  Tetapi entah kenapa, saya iseng2 browsing ke website www.telkom.co.id ternyata harga yg dikatakan 'diskon' dikarenakan usaha hasil pengajuan oleh pegawai tersebut tidaklah benar.  Jelas2 disana tertera harga yang memang berlaku untuk umum, dan juga tidak dijelaskan untuk penagihan/pemakaian bulan kapan, saya cek ke 147, customer service jelas2 bilang harga berlaku untuk tagihan bulan juni, tetapi lagi2 jawaban berbeda dari pegawai telkom tsb.

mohon slogan 'comitted to u' benar2 direalisasikan, jangan hanya untuk sebagai hiasan saja.  

Dan sebenarnya pengertian dari 'Dedicated service' dari produk 'Speedy' itu apa yach!? Service di bagian mana nya?! karena service utk speed, tidak. Customer 'service' pun tidak.  

Maaf saja, kalo memang kata2 saya ada yang menyingung, tetapi semata2 saya mengeluarkan uneq-uneq berdasarkan pengalaman yang saya alami sampai sekarang.

terima kasih
vanny = whitelantern@hotmail.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Taryoko,</p>
<p>Saya setuju dengan masukan Pak Hian mengenai SPG Speedy.  Malahan saya mengalami dengan customer service speedy di Plaza Telkom sendiri, bayangkan, jelas2 merupakan customer service dari perusahaan telkom, tetapi tidak mengetahui dengan jelas tentang produk telkom.  </p>
<p>Dan hal ini bukan dengan satu atau dua orang saja yang saya temui, saya sering bolak balik mampir ke plaza telkom bsd, dan bahkan customer service yg bisa kita hubungi melalui telepon yaitu 147 pun, semua nya mempunyai jawaban yang berbeda2, hanya untuk sebuah pertanyaan yang sama, dan kesan nya antara 147 dan customer service plaza telkom pun saling menyalahkan.  </p>
<p>Dan juga entah kenapa, setiap kali melakukan pengupgrade-an speedy, saya selalu mengalami masalah untuk beberapa waktu lamanya dimana tidak bisa digunakan dengan baik. Dan sekarang pun sebagai pelanggan unlimited, tetap tidak dapat merasakan yang namanya speed 384, untuk bisa mencapai 100 pun sudah bersyukur,karena lebih sering speed dibawah 50.  Terutama beberapa minggu belakangan ini. Dan perlu diketahui, sy sudah mengantisipasi komputer dari virus/spy/adware dengan produk norton/windows defender/spyboot/spydoctor  /dibela2in beli asli loh/. Dan selalu men-scan setiap hari jika sudah digunakan.</p>
<p>Saya melihat display di plaza telkom, dimana digambarkan internet service lain sebagai jalan dengan satu jalur saja dimana banyak mobil2 mengantri, dan SPEEDY diibaratkan sebagai jalan dengan beberapa jalur(mobil2 tidak ada yang mengantri.  </p>
<p>Pertama saya mengira speed menjadi lebih jelek beberapa minggu ini dikarenakan saya pernah dijanjikan untuk diberikan discount oleh pegawai telkom untuk harga unlimited yang akan diberlakukan untuk tagihan bulan juli.  Dan saya baru menanyakan lagi hari ini, dan ternyata diskon bisa diberikan.  Tetapi entah kenapa, saya iseng2 browsing ke website <a href="http://www.telkom.co.id" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outbound/comment/http://www.telkom.co.id');" rel="nofollow">http://www.telkom.co.id</a> ternyata harga yg dikatakan &#8216;diskon&#8217; dikarenakan usaha hasil pengajuan oleh pegawai tersebut tidaklah benar.  Jelas2 disana tertera harga yang memang berlaku untuk umum, dan juga tidak dijelaskan untuk penagihan/pemakaian bulan kapan, saya cek ke 147, customer service jelas2 bilang harga berlaku untuk tagihan bulan juni, tetapi lagi2 jawaban berbeda dari pegawai telkom tsb.</p>
<p>mohon slogan &#8216;comitted to u&#8217; benar2 direalisasikan, jangan hanya untuk sebagai hiasan saja.  </p>
<p>Dan sebenarnya pengertian dari &#8216;Dedicated service&#8217; dari produk &#8216;Speedy&#8217; itu apa yach!? Service di bagian mana nya?! karena service utk speed, tidak. Customer &#8217;service&#8217; pun tidak.  </p>
<p>Maaf saja, kalo memang kata2 saya ada yang menyingung, tetapi semata2 saya mengeluarkan uneq-uneq berdasarkan pengalaman yang saya alami sampai sekarang.</p>
<p>terima kasih<br />
vanny = <a href="mailto:whitelantern@hotmail.com">whitelantern@hotmail.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hian</title>
		<link>http://weblogs.hianoto.net/2006/05/pameran-telkom-speedy-di-semarang/#comment-2575</link>
		<dc:creator>hian</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 May 2006 04:35:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://weblogs.hianoto.net/2006/05/pameran-telkom-speedy-di-semarang/#comment-2575</guid>
		<description>Pak Rendra, saya pikir beli router Cisco dengan beli modem/router ADSL berbeda dan tidak bisa dibandingkan. Router Cisco (kebanyakan) diperuntukkan perusahaan skala menengah dan besar dan diasumsikan akan dikonfigurasi oleh orang yang professional di bidangnya; dan kebutuhan petunjuk pengoperasian dapat dipenuhi dengan segudang buku yang tersedia di pasar. Sedangkan modem/router ADSL 'pahe' diasumsikan akan dikonfigurasi oleh orang rumahan biasa; sehingga faktor kemudahan sangat diutamakan, dan seringkali mengesampingkan faktor keamanan.

Produsen yang baik tentu saja akan memberikan dokumentasi yang lengkap dalam bahasa yang mudah dimengerti orang awam. Bila masalahnya adalah biaya pencetakan buku manual, tentu bisa diatasi dengan softcopy berupa CD atau download dari situs produsen.

Selain itu, mereka juga akan melakukan hal-hal tambahan untuk menjaga faktor keamanan, sementara tetap memberikan kemudahan bagi orang awam. Seberapa sulitnya sih memaksa user mengganti default password saat mulai menggunakan modem/router ADSL, juga memberi peringatan agar user melakukan &lt;i&gt;scan open port&lt;/i&gt; dari luar dengan membuka URL terkait dengan penjelasan lebih detil.

Masalahnya adalah produsen menganggap semua ini adalah kewajiban user, sedangkan user (baca: rumahan maupun SOHO) sama sekali tidak tahu bahwa mereka wajib melakukan perlindungan atas komputer dan jaringan mereka yang terhubung ke Internet. Andaikata tahu pun, sayangnya mereka tidak tahu bagaimana melakukannya. Ironis bukan??

Saya rasa ini adalah kewajiban semua pihak, mulai dari ISP (ya, mereka yang sangat berkait langsung dengan masalah ini. Saya pikir mereka tidak berharap untuk mencari keuntungan tingginya tagihan karena komputer pelanggan yang kena virus/exploit/spyware dan terus-menerus mengkonsumsi bandwidth), corporate (ya, mereka terkena imbas macetnya jaringan Internet karena banyaknya traffic virus/exploit/spyware. Masih ingat tatkala Nimda/CodeRed/Slammer melanda dan traffic Internet di Indonesia sangat kacau saat itu??), aktivis dan pemerhati IT, dll.

Saya setuju pendapat Anda, pengguna komputer jaman sekarang sungguh malang karena pengoperasian komputer justru makin rumit, njelimet, dan berbahaya. Pengguna awam perlu disadarkan bahwa mereka mau tidak mau harus belajar banyak tentang keamanan dan perlindungan data komputer.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Rendra, saya pikir beli router Cisco dengan beli modem/router ADSL berbeda dan tidak bisa dibandingkan. Router Cisco (kebanyakan) diperuntukkan perusahaan skala menengah dan besar dan diasumsikan akan dikonfigurasi oleh orang yang professional di bidangnya; dan kebutuhan petunjuk pengoperasian dapat dipenuhi dengan segudang buku yang tersedia di pasar. Sedangkan modem/router ADSL &#8216;pahe&#8217; diasumsikan akan dikonfigurasi oleh orang rumahan biasa; sehingga faktor kemudahan sangat diutamakan, dan seringkali mengesampingkan faktor keamanan.</p>
<p>Produsen yang baik tentu saja akan memberikan dokumentasi yang lengkap dalam bahasa yang mudah dimengerti orang awam. Bila masalahnya adalah biaya pencetakan buku manual, tentu bisa diatasi dengan softcopy berupa CD atau download dari situs produsen.</p>
<p>Selain itu, mereka juga akan melakukan hal-hal tambahan untuk menjaga faktor keamanan, sementara tetap memberikan kemudahan bagi orang awam. Seberapa sulitnya sih memaksa user mengganti default password saat mulai menggunakan modem/router ADSL, juga memberi peringatan agar user melakukan <i>scan open port</i> dari luar dengan membuka URL terkait dengan penjelasan lebih detil.</p>
<p>Masalahnya adalah produsen menganggap semua ini adalah kewajiban user, sedangkan user (baca: rumahan maupun SOHO) sama sekali tidak tahu bahwa mereka wajib melakukan perlindungan atas komputer dan jaringan mereka yang terhubung ke Internet. Andaikata tahu pun, sayangnya mereka tidak tahu bagaimana melakukannya. Ironis bukan??</p>
<p>Saya rasa ini adalah kewajiban semua pihak, mulai dari ISP (ya, mereka yang sangat berkait langsung dengan masalah ini. Saya pikir mereka tidak berharap untuk mencari keuntungan tingginya tagihan karena komputer pelanggan yang kena virus/exploit/spyware dan terus-menerus mengkonsumsi bandwidth), corporate (ya, mereka terkena imbas macetnya jaringan Internet karena banyaknya traffic virus/exploit/spyware. Masih ingat tatkala Nimda/CodeRed/Slammer melanda dan traffic Internet di Indonesia sangat kacau saat itu??), aktivis dan pemerhati IT, dll.</p>
<p>Saya setuju pendapat Anda, pengguna komputer jaman sekarang sungguh malang karena pengoperasian komputer justru makin rumit, njelimet, dan berbahaya. Pengguna awam perlu disadarkan bahwa mereka mau tidak mau harus belajar banyak tentang keamanan dan perlindungan data komputer.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hian</title>
		<link>http://weblogs.hianoto.net/2006/05/pameran-telkom-speedy-di-semarang/#comment-2573</link>
		<dc:creator>hian</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 May 2006 04:12:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://weblogs.hianoto.net/2006/05/pameran-telkom-speedy-di-semarang/#comment-2573</guid>
		<description>Pak Aditi, perbedaan kecepatan antar daerah bisa saja terjadi (walaupun misalnya tiap daerah memiliki backbone yang sama), karena di daerah tertentu typical pelanggannya adalah &lt;i&gt;heavy user&lt;/i&gt; sehingga bandwidth tersedot habis; sedangkan di daerah lain, walaupun jumlah pelanggannya mungkin sama banyaknya tapi mereka adalah pengguna rumahan biasa yang misalnya cuma suka membuka Friendster atau IM+chatting non-visual sehingga penggunaan bandwidth tidaklah banyak.

Namun demikian, Telkom sebaiknya (seharusnya?) melakukan bandwidth management, sehingga dalam kondisi peak time pun tiap pelanggan tetap kebagian bandwidth yang cukup. Sayangnya, di dalam brosur yang ada, hanya diutarakan kecepatan up to 384Kbps tanpa ada informasi tentang perbandingan rasio maupun jaminan bandwidth. Saya sih belum tahu seperti apa &lt;i&gt;terms and condition&lt;/i&gt; dalam kontrak Speedy; harapan saya sih cukup detil dan win-win seperti kontrak layanan korporat yang juga membahas SLA, QoS, dll (walaupun kontrak kayak begini seringkali hanyalah terutama memproteksi kepentingan provider)

Saya sih melihat Telkom bagai berkata "Speedy is reborn now in May 2006". Semoga Telkom telah belajar dari pengalaman pahit saat Speedy diluncurkan pertama kali; dan mampu memberikan layanan yang jauh lebih baik kepada konsumen. Bila masih ada kekurangan di sana sini, ya mari kita sampaikan kepada mereka, sedapat mungkin disertai alternatif solusi yang bisa mereka evaluasi lebih lanjut.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Aditi, perbedaan kecepatan antar daerah bisa saja terjadi (walaupun misalnya tiap daerah memiliki backbone yang sama), karena di daerah tertentu typical pelanggannya adalah <i>heavy user</i> sehingga bandwidth tersedot habis; sedangkan di daerah lain, walaupun jumlah pelanggannya mungkin sama banyaknya tapi mereka adalah pengguna rumahan biasa yang misalnya cuma suka membuka Friendster atau IM+chatting non-visual sehingga penggunaan bandwidth tidaklah banyak.</p>
<p>Namun demikian, Telkom sebaiknya (seharusnya?) melakukan bandwidth management, sehingga dalam kondisi peak time pun tiap pelanggan tetap kebagian bandwidth yang cukup. Sayangnya, di dalam brosur yang ada, hanya diutarakan kecepatan up to 384Kbps tanpa ada informasi tentang perbandingan rasio maupun jaminan bandwidth. Saya sih belum tahu seperti apa <i>terms and condition</i> dalam kontrak Speedy; harapan saya sih cukup detil dan win-win seperti kontrak layanan korporat yang juga membahas SLA, QoS, dll (walaupun kontrak kayak begini seringkali hanyalah terutama memproteksi kepentingan provider)</p>
<p>Saya sih melihat Telkom bagai berkata &#8220;Speedy is reborn now in May 2006&#8243;. Semoga Telkom telah belajar dari pengalaman pahit saat Speedy diluncurkan pertama kali; dan mampu memberikan layanan yang jauh lebih baik kepada konsumen. Bila masih ada kekurangan di sana sini, ya mari kita sampaikan kepada mereka, sedapat mungkin disertai alternatif solusi yang bisa mereka evaluasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hian</title>
		<link>http://weblogs.hianoto.net/2006/05/pameran-telkom-speedy-di-semarang/#comment-2572</link>
		<dc:creator>hian</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 May 2006 01:05:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://weblogs.hianoto.net/2006/05/pameran-telkom-speedy-di-semarang/#comment-2572</guid>
		<description>Pak Taryoko, seperti yang saya utarakan sebelumnya, saya ini hanyalah orang awam yang lagi pengen belajar banyak hal termasuk marketing; makanya saya posting beberapa pemikiran saya yang dangkal menyangkut marketing, mulai dari &lt;a href="http://weblogs.hianoto.net/2005/06/pemasaran-yang-sehat-dan-bertanggungjawab/" rel="nofollow"&gt;pemasaran yang sehat dan bertanggungjawab&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://weblogs.hianoto.net/2005/09/logika-iklan/" rel="nofollow"&gt;logika iklan&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://weblogs.hianoto.net/2005/04/jiwa-marketing/" rel="nofollow"&gt;jiwa marketing&lt;/a&gt;, bahkan sampai urusan &lt;a href="http://weblogs.hianoto.net/2005/09/jual-lunpia/" rel="nofollow"&gt;jual lunpia&lt;/a&gt; :-) Semuanya bisa dibaca di &lt;a href="http://weblogs.hianoto.net/category/dunia-kerja/" rel="nofollow"&gt;category Dunia Kerja&lt;/a&gt; di blog ini.

Saya tahu pertanyaan teknis saya pastilah sulit dijawab SPG Speedy biasa (apalagi SPG Mezzo dll :-)), namun yang saya ingin dapat adalah reaksi dan tindakan yang diambil sang SPG karena hal itu mencerminkan training dan persiapan antisipatif yang dilakukan oleh yang punya gawe. Hitung2 sebagai bahan introspeksi diri saat saya berkesempatan mengelola usaha atau divisi pemasaran suatu hari kelak.

Thanks Pak Yoko atas semua penjelasannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Taryoko, seperti yang saya utarakan sebelumnya, saya ini hanyalah orang awam yang lagi pengen belajar banyak hal termasuk marketing; makanya saya posting beberapa pemikiran saya yang dangkal menyangkut marketing, mulai dari <a href="http://weblogs.hianoto.net/2005/06/pemasaran-yang-sehat-dan-bertanggungjawab/"  rel="nofollow">pemasaran yang sehat dan bertanggungjawab</a>, <a href="http://weblogs.hianoto.net/2005/09/logika-iklan/"  rel="nofollow">logika iklan</a>, <a href="http://weblogs.hianoto.net/2005/04/jiwa-marketing/"  rel="nofollow">jiwa marketing</a>, bahkan sampai urusan <a href="http://weblogs.hianoto.net/2005/09/jual-lunpia/"  rel="nofollow">jual lunpia</a> <img src='http://weblogs.hianoto.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> Semuanya bisa dibaca di <a href="http://weblogs.hianoto.net/category/dunia-kerja/"  rel="nofollow">category Dunia Kerja</a> di blog ini.</p>
<p>Saya tahu pertanyaan teknis saya pastilah sulit dijawab SPG Speedy biasa (apalagi SPG Mezzo dll :-)), namun yang saya ingin dapat adalah reaksi dan tindakan yang diambil sang SPG karena hal itu mencerminkan training dan persiapan antisipatif yang dilakukan oleh yang punya gawe. Hitung2 sebagai bahan introspeksi diri saat saya berkesempatan mengelola usaha atau divisi pemasaran suatu hari kelak.</p>
<p>Thanks Pak Yoko atas semua penjelasannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
