« - »

Action dan Spekulasi

Posted on 23 June 2006

Bulan Mei lalu saya mendapatkan telpon dari Bank Mandiri Jakarta, yang pada intinya memberitahukan bahwa permohonan kartu kredit saya tidak bermasalah, namun proses Transfer Balance ke rekening kartu kredit saya di bank lain mengalami kegagalan. Padahal terus terang saya membutuhkan proses Transfer Balance ini semata-mata agar saya dapat diikutsertakan dalam program Bebas Iuran Tahunan Seumur Hidup!! Tentu saja saya minta beliau untuk membatalkan saja proses aplikasi kartu kredit yang regular dengan kewajiban membayar biaya iuran (walaupun terlihat murah karena dibebankan tiap bulan <g>).

Dari peristiwa ini saya belajar dua hal penting, yaitu ACTION dan SPEKULASI. Koq bisa?? Simak penjelasan berikut…

Promo Transfer Balance sebenarnya telah cukup lama saya ketahui sebelumnya, baik melalui iklan di surat kabar terkemuka maupun pemberitahuan kakak saya yang memang piawai mengamati hal-hal semacam ini. Saat itu saya berpikir bahwa tidaklah perlu menambah kartu kredit lagi, toh sudah punya beberapa; sehingga akhirnya saya tunda dan tunda terus. Lagian ada pemikiran saya yang salah tentang Transfer Balance, dimana saya pikir kartu kredit yang lain akan ditutup dan kita harus menggunakan kartu kredit yang baru. Akhirnya awal April lalu, saya mendapatkan informasi yang benar tentang Transfer Balance sehingga saya pun tertarik untuk mengajukan aplikasi. Tapi ya itu tadi, tidak ada tindakan apapun (entah karena kesibukan kantor, entah karena malas melengkapi persyaratan, dll :-(), sehingga akhirnya saya baru mengajukan form aplikasi pada akhir bulan April dimana tenggat waktu promo sudah hampir berakhir.

NO ACTION = NO RESULT

Andai saya melakukan tindakan jauh-jauh hari, tentu hasilnya akan jauh berbeda. Saya akan bisa diikutsertakan dalam promo tersebut, dan saya bisa menghemat sekian juta rupiah untuk biaya keanggotaan kartu kredit seumur hidup. Bila sebelumnya kita telah melakukan komitmen untuk melakukan tindakan perbaikan untuk perencanaan keuangan pribadi dan keluarga, misalnya dengan mencatat semua transaksi keuangan maupun melaksanakan konsep pay yourself first; tapi bila tidak ada tindakan, maka kita tidak akan mendapat apa-apa.

Pelajaran kedua yang saya dapat adalah kurangnya nyali untuk melakukan spekulasi. Sebenarnya saya diberitahu staff Bank Mandiri bahwa aplikasi saya untuk kartu kredit dan Transfer Balance sangat besar kemungkinan untuk diterima; namun saya disarankan untuk membayar tagihan kartu kredit di bank lain sebagian saja dan menyisakan tagihan minimal Rp 3 juta di sana. Masalahnya, saya pernah mengalami keterlambatan membayar tagihan kartu kredit karena waktu itu kami sekeluarga sedang berlibur ke Singapura selama 5 hari dan lupa memindahkan dana dari bank lain ke rekening tersebut sehingga dana yang ada tidaklah cukup untuk di-AutoDebet demi pembayaran tagihan. Saking tingginya denda yang harus kami bayar, saya sampai mewanti-wanti Elly agar jangan sampai terjadi lagi keterlambatan membayar tagihan kartu kredit. Seumur hidup ini cukup satu kali saja mengalaminya. Belajar dari pengalaman itu, saya enggan untuk menyisakan tagihan kartu kredit (apalagi sebesar Rp 3 juta).

Di sini saya tahu bahwa ternyata saya bukanlah jenis orang yang suka berspekulasi. Padahal untuk bisa mencapai sesuatu yang baik, butuh usaha, spekulasi, dan biaya (there ain’t no such thing as a free lunch). Sejujurnya, setelah dipikirkan dari sudut pandang yang berbeda, sebenarnya denda keterlambatan tagihan Rp 3 juta masih terhitung sangat murah untuk pembayaran iuran 2 buah kartu kredit Gold seumur hidup. Saya belajar satu hal lagi:

Spekulasi itu boleh dilakukan bilamana peluang keberhasilannya cukup besar, biaya yang dikeluarkan dan manfaat yang diterima dapat dihitung dengan pasti, dan hasil akhirnya cukup menguntungkan.

Kapan ya ada program Bebas Iuran Tahunan Seumur Hidup kayak gini lagi 🙂

Popularity: 14% [?]

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya!


One Response to 'Action dan Spekulasi'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to ' Action dan Spekulasi '.

  1. Wenny said,

    on June 26th, 2006 at 7:29 am

    Regret in life is not because of the things we fail to do, but things that we affraid to try….

Leave a reply