« - »

Meminimalkan Risiko

Posted on 19 September 2006

Saat melakukan pengelolaan keuangan, hal untuk meminimalkan risiko sangatlah penting. Bayangkan sesuatu hal buruk terjadi disaat kita telah sadar arti pentingnya pengelolaan keuangan dan telah mendisiplinkan diri untuk menabung dengan konsep Pay Yourself First, membeli barang berdasarkan kebutuhan saja, melakukan penghematan, dll. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa menjamin bahwa kita akan terluput dari risiko-risiko kematian, sakit, kebakaran, pencurian, perampokan, dsb. Setidaknya dengan meminimalkan risiko (sebenarnya mungkin lebih tepat dibilang memindahkan risiko ke pihak lain), maka kita dapat mengelola keuangan dengan lebih baik lagi.

Secara umum, risiko dapat diminimalkan dengan menggunakan jasa pihak ke tiga berupa polis asuransi. Di masa lalu, banyak orang merasa enggan untuk mengikuti asuransi, terutama asuransi jiwa. Untunglah saat ini, pandangan keliru tersebut sudah berubah; banyak dari mereka yang sudah menyadari bahwa asuransi adalah penting bagi mereka sendiri.

Upayakan kita telah meminimalkan risiko dengan mengambil asuransi jiwa (bagi yang menanggung keuangan keluarga), asuransi kendaraan bermotor (terutama bila mobilitas kendaraan bermotor cukup tinggi dan/atau risiko hilang/rusaknya kendaraan bermotor tinggi), dan asuransi properti (terutama bila risiko kebakaran/kecurian cukup tinggi).

Banyak orang dibingungkan dengan pertanyaan “Berapa besar nilai pertanggungan yang akan di-cover oleh asuransi jiwa kita??”. Sesungguhnya hal ini sangat subjektif dan tidak ada jawaban yang 100% benar. Ada sebuah patokan umum yang menyatakan bahwa sedikitnya nilai pertanggungan adalah 6x pendapatan tahunan. Ada lagi patokan umum lain yang menyatakan untuk seseorang yang masih single cukup 6-7x pendapatan setahun, dan untuk yang sudah berkeluarga minimal 10x pendapatan setahun. Dalam memutuskan nilai pertanggungan, pertimbangkanlah kewajiban lain yang harus diselesaikan (baik seluruhnya maupun sebagian) tatkala kita meninggal dunia; misalnya cicilan rumah, kendaraan bermotor, hutang lain, kebutuhan pendidikan bagi anak-anak, dll. Bila dana terbatas, Anda bisa memulai dari nilai pertanggungan yang paling memungkinkan untuk saat itu. Suatu saat tatkala kondisi keuangan membaik, Anda bisa membeli polis asuransi jiwa lagi; namun ingat, tingkat premi akan semakin mahal seiring dengan pertambahan usia kita.

Untuk asuransi kerugian seperti mobil dan rumah, Anda tidak bisa menentukan nilai pertanggungan dengan semaunya. Jangan sampai menggunakan nilai pertanggungan dibawah nilai harta benda yang sebenarnya (Under Insured) karena akan merugikan kita sendiri saat mengajukan klaim. Untuk mengantisipasi pengaruh inflasi, Anda bisa menaikkan sekitar 2-5% dari nilai pasar. Namun demikian nilai pertanggungan juga jangan jauh melebihi nilai harta benda yang sebenarnya (Over Insured) karena pihak asuransi akan mengganti sesuai harga pasar yang sebenarnya saat terjadi kerugian total (total loss).

Pelajarilah konsep asuransi dengan seksama. Mintalah agen asuransi menjelaskan dengan detil tentang ketentuan asuransi agar Anda tidak kecewa di kemudian hari. Berhati-hatilah dengan penjelasan agen asuransi dan prospektus asuransi; catat dan simpanlah semua penjelasan agen asuransi; bacalah prospektus asuransi dengan teliti. Pelajari kondisi perusahaan asuransi tersebut, carilah informasi pengalaman pengajuan klaim dari para nasabahnya.

Beli karena produk dan perusahaannya. Jangan pernah membeli asuransi karena rasa kasihan dan sungkan terhadap agen asuransi yang kebetulan teman Anda. Ingat, teman Anda belum tentu bekerja selamanya di perusahaan asuransi tersebut; namun Anda ‘terikat’ dengan polis asuransi (jiwa) bahkan hingga Anda telah meninggal sekalipun (untuk mengurus pengajuan klaim).

Telitilah sebelum membeli. Selamat meminimalkan risiko dengan asuransi!

Popularity: 9% [?]

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya!


4 Responses to 'Meminimalkan Risiko'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to ' Meminimalkan Risiko '.

  1. Henky said,

    on October 4th, 2006 at 10:38 pm

    Kalau untuk ass property & kendaraan sebaiknya masuk lewat broker ass dr pada masuk sendiri krn pada saat klaim broker akan sangat membantu lagipula rate yang didapat lwt broker lbh murah dp lsg kita ke ass. Perlu Bpk ketahui ass terima uang sangat cepat tp klu mau keluar uang susah loh kdg mereka minta berkas yg tidak2 dgn adanya broker mereka dpt membantu kita memilah berkas2 yg memang hrs kita sediakan dan mereka juga bisa membantu secara hukum untuk ass bila perush ass nakal.Ini sih pengalaman pribadi saya.

  2. hian said,

    on October 5th, 2006 at 9:26 am

    #1: Untuk kendaraan, beberapa kali saya masuk langsung ke perusahaan asuransi dan mendapatkan pelayanan yang baik dan rate yang lumayan bagus pula. Saat terjadi klaim, prosedurnya cukup mudah dan tidak berbelit-belit.

    Untuk property, saya lewat agen. Untungnya sampai sekarang belum perlu meminta klaim, dan harapan saya sih tidak perlu klaim. Lebih baik keluar uang untuk membayar premi, namun tidak perlu mengajukan klaim.

  3. esumanto said,

    on December 21st, 2006 at 8:04 pm

    Semua apa yg di tulis oleh Sdr.Hianoto “Meminimalkan Resiko” dengan jalan membuka insurance sangat baik dan berguna sekali menurut saya. Terutama untuk keluarga muda yg mempunyai anak anak dan berpenghasilan relatif cukup.Hanya masalah asuransi di Indonesia belum menjadi hal yang biasa mungkin, karena banyak masyarakat kadang kurang mempercayai perusahaan asuransi tsb atau berdasarkan pengalaman untuk pembayaran kembali tidak mulus/lancar.

    Apakah konsumen atau masyarakat di Indonesia sekarang sdh bisa benar benar insurance minded,….? Saya tidak tahu lagi krn saya tdk tinggal di Indo lagi.
    Tetapi saya 100% sependapat dengan mister Hianoto sangatlah penting insurance, anda bisa membayangkan bagaimana seandainya kepala keluarga/kost winner yg mempunyai karier dan inkomen tinggi, suatu saat meninggal kecelakaan mobil,..bagaimana nasib istri dan anak anaknya selanjutnya,….untuk meneruskan hidup dan pendidikannya,…yg cukup tinggi sekali beaya ini di Indo.

    Saya mau share aja, kebetulan saya tinggal di Eropa, disana ada insurance untuk keluarga apabila salah satu anggota keluarga tsb merusakkan barang milik orang lain secara tidak sengaja,…misal anak kita memecahkan jendela rumah tetangga atau menjatuhkan vaas bunga antik milik kenalan.
    Kita bisa claim asuransi kita untuk membayarkan vaas atau jendela itu.Sehingga kita tdk usah mengeluarkan uang dr kantong sendiri dan hubungan dgn kenalan tetap biasa, biarpun mungkin kecewa krn vaas antiknya pecah,..ttp toh diganti. Bye,

    esumanto.

  4. CT Hardiyanto said,

    on October 19th, 2007 at 6:08 pm

    Selamat Malam Pak,

    Saya ingin meminta masukan dan pendapat dari Bapak, saya berencana mengambil cicilan kendaraan bermotor berupa Mobil, namun saya khawatir bagaimana bila suatu saat dimasa tenor berlangsung tiba2 saya meninggal dunia sementara saya belum memiliki polis asuransi, apakah ada asuransi yang menjamin cicilan kendaraan sehingga apabila saya meninggal dunia, keluarga saya terlepas dari sisa hutang cicilan kendaraan. Mohon saran dan pendapat Bapak, terima kasih

    Hardiyanto

Leave a reply