<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Puasa dan Pengelolaan Keuangan</title>
	<atom:link href="http://weblogs.hianoto.net/2006/09/puasa-dan-pengelolaan-keuangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://weblogs.hianoto.net/2006/09/puasa-dan-pengelolaan-keuangan/</link>
	<description>Internet Marketing &#124; Parenting &#124; Food &#38; Travelling &#124; Personal Development</description>
	<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 10:42:15 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: hian</title>
		<link>http://weblogs.hianoto.net/2006/09/puasa-dan-pengelolaan-keuangan/#comment-4983</link>
		<dc:creator>hian</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Oct 2006 10:28:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://weblogs.hianoto.net/2006/09/puasa-dan-pengelolaan-keuangan/#comment-4983</guid>
		<description>#3: Bung Yudhis, terimakasih sudah mampir ke blog saya. Iya, saya pikir sudah saatnya semua umat Islam kembali ke makna ibadah Puasa yang sebenarnya dan bisa memperingati hari raya Idul Fitri dengan bersahaja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#3: Bung Yudhis, terimakasih sudah mampir ke blog saya. Iya, saya pikir sudah saatnya semua umat Islam kembali ke makna ibadah Puasa yang sebenarnya dan bisa memperingati hari raya Idul Fitri dengan bersahaja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yudhis</title>
		<link>http://weblogs.hianoto.net/2006/09/puasa-dan-pengelolaan-keuangan/#comment-4976</link>
		<dc:creator>Yudhis</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Oct 2006 08:29:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://weblogs.hianoto.net/2006/09/puasa-dan-pengelolaan-keuangan/#comment-4976</guid>
		<description>Salam. Baru pertama kali mampir. Setuju sekali dengan tulisannya. Saatnya kembali ke makna yang sebenarnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam. Baru pertama kali mampir. Setuju sekali dengan tulisannya. Saatnya kembali ke makna yang sebenarnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hian</title>
		<link>http://weblogs.hianoto.net/2006/09/puasa-dan-pengelolaan-keuangan/#comment-4592</link>
		<dc:creator>hian</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Oct 2006 02:27:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://weblogs.hianoto.net/2006/09/puasa-dan-pengelolaan-keuangan/#comment-4592</guid>
		<description>#1: Bung Ari, very well said!!

Banyak orang yang justru berlomba 'kelihatan' kaya di hari Lebaran, dengan perhiasan baru, mobil baru, perabot rumah baru, barang elektronik baru, dll. Padahal setelah hari Lebaran berlalu, mereka bergegas menggadaikan perhiasan, menjual kembali mobil baru, atau pusing tujuh keliling memikirkan pembayaran cicilan yang kian menumpuk.

Lebih baik kaya beneran ketimbang 'kelihatan' kaya. Bagikan zakat kepada orang yang membutuhkan dan gunakan uang dengan bijak. Niscaya kita akan kaya beneran, jasmani maupun rohani.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#1: Bung Ari, very well said!!</p>
<p>Banyak orang yang justru berlomba &#8216;kelihatan&#8217; kaya di hari Lebaran, dengan perhiasan baru, mobil baru, perabot rumah baru, barang elektronik baru, dll. Padahal setelah hari Lebaran berlalu, mereka bergegas menggadaikan perhiasan, menjual kembali mobil baru, atau pusing tujuh keliling memikirkan pembayaran cicilan yang kian menumpuk.</p>
<p>Lebih baik kaya beneran ketimbang &#8216;kelihatan&#8217; kaya. Bagikan zakat kepada orang yang membutuhkan dan gunakan uang dengan bijak. Niscaya kita akan kaya beneran, jasmani maupun rohani.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ari kristiyanto</title>
		<link>http://weblogs.hianoto.net/2006/09/puasa-dan-pengelolaan-keuangan/#comment-4441</link>
		<dc:creator>ari kristiyanto</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Sep 2006 03:36:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://weblogs.hianoto.net/2006/09/puasa-dan-pengelolaan-keuangan/#comment-4441</guid>
		<description>Benar sekali apa yang dikatakan ko hian, saya sangat setuju.

Pada hakekatnya berpuasa adalah bertujuan untuk melawan hawa nafsu dan memperbesar pengendalian diri.
Tetapi mau diakui atau tidak, pada kenyataannya masih banyak orang mengimplementasikan puasa sebagai acara seremonial saja. wal hasil, bukannya mengendalikan diri yang dilakukan, tetapi mengumbar nafsu, apalagi saat buka puasa telah tiba.

Nafsu yang sangat mencolok diumbar adalah mengkonsumsi makanan  lebih dari biasanya (baik dari kuantitas maupun harga), dan nafsu untuk membeli barang-barang untuk berhari raya yang belum tentu kita sedang sangat membutuhkannya.

Padahal untuk berhari raya kan tidak perlu pake baju baru yang banyak, mobil baru, etc.
Bahkan tak jarang setelah hari raya stock roti masih tersisa terlalu banyak, hingga baru bisa dihabiskan beberapa minggu/bulan kedepan.

Tengoklah saudara2 kita yang secara finansial masih kurang beruntung. Mereka tidak mampu membeli roti yang lezat (baju, etc)dikarenakan harga roti terlalu tinggi. 
Salah satu penyebab melonjaknya harga adalah besarnya demand. secara gila-gilaan kita menyetok roti terlalu banyak hingga tersisa setelah lebaran.

perbuatan "serakah" seperti inikah yang kita lakukan dihari puasa ? sudah sesuaikah dengan hikmah berpuasa ?

Salam nyam.. nyam.. nyamm 
(..eeh misih puasa dhing :) )</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Benar sekali apa yang dikatakan ko hian, saya sangat setuju.</p>
<p>Pada hakekatnya berpuasa adalah bertujuan untuk melawan hawa nafsu dan memperbesar pengendalian diri.<br />
Tetapi mau diakui atau tidak, pada kenyataannya masih banyak orang mengimplementasikan puasa sebagai acara seremonial saja. wal hasil, bukannya mengendalikan diri yang dilakukan, tetapi mengumbar nafsu, apalagi saat buka puasa telah tiba.</p>
<p>Nafsu yang sangat mencolok diumbar adalah mengkonsumsi makanan  lebih dari biasanya (baik dari kuantitas maupun harga), dan nafsu untuk membeli barang-barang untuk berhari raya yang belum tentu kita sedang sangat membutuhkannya.</p>
<p>Padahal untuk berhari raya kan tidak perlu pake baju baru yang banyak, mobil baru, etc.<br />
Bahkan tak jarang setelah hari raya stock roti masih tersisa terlalu banyak, hingga baru bisa dihabiskan beberapa minggu/bulan kedepan.</p>
<p>Tengoklah saudara2 kita yang secara finansial masih kurang beruntung. Mereka tidak mampu membeli roti yang lezat (baju, etc)dikarenakan harga roti terlalu tinggi.<br />
Salah satu penyebab melonjaknya harga adalah besarnya demand. secara gila-gilaan kita menyetok roti terlalu banyak hingga tersisa setelah lebaran.</p>
<p>perbuatan &#8220;serakah&#8221; seperti inikah yang kita lakukan dihari puasa ? sudah sesuaikah dengan hikmah berpuasa ?</p>
<p>Salam nyam.. nyam.. nyamm<br />
(..eeh misih puasa dhing <img src='http://weblogs.hianoto.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
