« - »

Ke Jogja (1)

Posted on 28 October 2006

Karena kesibukan kantor yang tidak bisa ditinggalkan, akhirnya kami mengambil keputusan untuk berlibur di Jogja pada hari Idul Fitri yang baru lalu. Ada sedikit masalah, semua travel agent yang biasa kami gunakan menyatakan tidak ada kamar lagi. Beruntung, kami masih kebagian satu malam saja (tgl 24 Oct), itupun dengan biaya yang cukup tinggi, Rp 495.000,- untuk kamar Superior di Hotel Saphir. Merasa bahwa satu malam tidaklah sepadan dengan upaya berjuang di perjalanan yang bakal sangat padat karena mudik, kami berusaha menghubungi beberapa hotel secara langsung, namun mendapatkan jawaban yang sama “Hotel penuh dan tidak ada kamar yang tersisa”. Namun beruntung, di saat-saat menjelang keberangkatan, ada seorang rekan yang memberitahu bahwa masih ada kamar di Hotel Quality; yang tentu saja langsung kami tindaklanjuti. Akhirnya kami pun mendapatkan satu kamar di Hotel Quality dengan harga Rp 480.000,- (agak heran karena angka-angka tersebut tidaklah masuk dalam perhitungan logika saya; apa mungkin karena Hotel Saphir sangatlah dekat dengan pusat perbelanjaan yang sedang ngetop saat ini: Plaza Ambarrukmo dan Saphir Square yah??).

Walaupun tadinya berencana untuk berangkat jam 6 pagi, namun kenyataannya kami baru meninggalkan rumah sebelum jam 8 pagi. Kondisi jalan cukup ramai, sehingga laju kendaraan tidak bisa sekencang biasanya. Namun kami mengalami sedikit insiden saat berada di Ungaran, saat beberapa mobil di depan berhenti dengan cukup mendadak. Beruntung saya dapat menguasai mobil dan mengerem dengan baik, namun sayangnya pengemudi mobil di belakang kami tidak dapat menghentikan kendaraannya. Alhasil, mobilnya menubruk mobil kami dengan cukup keras (Brian yang sedang tiduran pun sempat terpental jatuh dari tempat duduknya) dan tak pelak lagi, mobil kami pun membentur mobil di depan. Ketiga mobil ini pun minggir ke tepi jalan. Kondisi terparah adalah mobil di belakang kami dan bagian belakang mobil saya. Akhirnya kami bertiga sepakat untuk berdamai tanpa perlu membayar biaya ganti rugi kerusakan, walaupun Elly sempat menggerutu karena penyebab insiden ini adalah ketidakmampuan pengemudi mobil belakang untuk menghentikan mobil dengan baik, masakan tidak bertanggungjawab untuk mengganti kerugian yang kami derita?? Namun saya pikir perjalanan ini adalah untuk berlibur dan bersantai; bertengkar dan berargumentasi hanyalah akan mengacaukan mood berlibur saja. Selain itu, saya percaya bahwa berkat dan perlindungan Tuhan kepada kami sungguh berlimpah, terbukti kami tidak mengalami hal yang lebih parah. Jadi akhirnya saya pun mengulurkan tangan kepada pengemudi mobil di belakang sambil berucap “Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf atas hal yang barusan terjadi”. Kami pun meneruskan perjalanan dengan lebih berhati-hati (walaupun insiden toh tetap bisa terjadi karena kelalaian orang lain, seperti yang kami alami barusan).

Sesampai di Magelang, kami pun berniat mampir ke RM Pancoran yang sangat kami gemari. Ternyata tidak buka, pintunya tertutup dan hanya terbuka selebar daun pintu saja (note: ternyata mereka sedang bersiap-siap untuk buka, karena mereka senantiasa beroperasi sepanjang liburan hari raya ini). Kami pun terpaksa ke RM Enny untuk sekedar mengisi perut.

Di Jogja, kami bermaksud untuk makan siang di Ayam Goreng Ny Suharti. Waduh, ramai sekali. Untuk menyiasatinya, kami pun memesan untuk dibungkus saja (kami beruntung karena menunggu tidak terlalu lama). Akhirnya kami menuju ke Hotel Saphir untuk check in, namun kondisinya begitu ramai dan kami harus menunggu di lobby. Sayangnya ada insiden kecil, pintu belakang mobil tidak bisa ditutup kembali! Kami pun pergi ke bengkel Nasmoco terdekat. Beruntung, mereka buka 24 jam dan atas bantuan rekan-rekan di Nasmoco Jogja, pintu belakang dapat kembali berfungsi dengan baik. Akhirnya kami pun kembali ke hotel dan menikmati makan siang yang nikmat, nasi gudeg dan ayam goreng Ny Suharti yang die-die must try itu :-).

Sore harinya, kami mengunjungi Saphir Square yang ternyata masih belum ramai. Walau demikian, saya merasa tata ruangnya cukup baik dan nyaman; sayangnya tempat mainan anaknya tidaklah sebesar dan sepadan dengan bangunannya.

Masih belum puas, kami pun melaju ke Plaza Ambarrukmo. Sungguh hebat, tata ruang yang mewah, jajaran toko yang mengusung merk-merk terkemuka di negeri ini, dan (ini yang terpenting buat saya) foodcourt dipenuhi hidangan yang sungguh menggiurkan dan menggetarkan iman untuk mengurangi berat badan :-). Setelah capai berkeliling di Carrefour, Centro, dan beberapa toko lainnya, kami pun menikmati makan malam di Qua-Li. Saya memesan Kuetiau Goreng Qua-Li, Elly Mie Goreng Ayam (aduh, kurang kreatif membaca menunya, mungkin saking pengen nerusin belanja), dan Brian Bubur Ayam. Ternyata, ukuran porsinya cukup besar! (lesson learned: kalau makan di Qua-Li, mendingan pesan lebih sedikit saja, apalagi bila tidak biasa makan porsi Jumbo). Kuetiau Gorengnya disajikan di dalam wajan alumunium beralaskan daun pisang; cukup lengkap dengan telur goreng, bakso, cumi, udang, dll. Yang saya suka darinya adalah kuetiau yang digoreng sampai agak gosong, rasanya yummy sekali. Mie Gorengnya relatif biasa seperti pada umumnya, namun menggunakan mie yang berdiameter besar. Bubur Ayamnya cukup halus, cocok untuk anak kecil.

Sesudah makan malam, kami memiliki tenaga ekstra untuk bermain DinoDuel sepuasnya di TimeZone. Kami juga sempat membeli roti di BreadTalk (habisnya, antrian di counter RotiBoy terlalu mengerikan). Karena sudah jam 10 malam, kami pun kembali ke hotel untuk beristirahat.

Popularity: 8% [?]

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya!


Leave a reply