« - »

Selamat Jalan Sahabatku!

Posted on 27 February 2007

Pagi ini, tanpa alasan tertentu, tiba-tiba saya terdorong untuk mencermati bagian iklan Duka Cita di harian Suara Merdeka. Mata saya terpaku pada sebuah wajah cantik yang terpampang dalam iklan tersebut. Heiii, bukankah ini adik kelas yang begitu cantik dan disukai banyak orang?? Di usianya yang masih belia, 32 tahun, dia telah berpulang ke rumah Bapa. Sungguh ini suatu hal yang mengejutkan bagi saya, apalagi secara kebetulan pula, beberapa hari yang lalu bayangannya melintas begitu saja di benak pikiran saya, padahal selama ini kami sangat jarang berkomunikasi.

Terakhir bertemu dengannya di kantor polisi saat memperpanjang SIM (kebetulan kami berdua lahir pada tanggal dan bulan yang sama), dia terlihat masih cantik, ramah, dan suka bergurau. Tidak pernah terbersit sedikitpun di benak saya, bahwa dia sedang menjalani hidup yang begitu painful karena penyakit kanker stadium lanjut yang dideritanya. Sama sekali tidak tampak rona kesakitan dan penyesalan di wajahnya. Kalau hari ini saya tidak mendapatkan informasi penyakitnya dari seorang kawan sekelas yang kebetulan sangat dekat dengannya, tidaklah mungkin saya mengetahui beban hidupnya yang begitu berat.

Banyak orang merasa iri padanya. Bagaimana tidak?? Dia dilahirkan dari sebuah keluarga yang berkecukupan, dikaruniai wajah yang begitu cantik, dan prestasi akademis yang cukup baik. Tidaklah mengherankan bila hampir setiap hari rumahnya dipenuhi belasan pemuda tanggung usia yang berlomba mendapatkan perhatiannya. Begitu banyaknya pemuda yang bertamu, sampai-sampai mereka harus duduk di ruangan yang terpisah (ruang tamu, teras, bahkan halaman rumah); yang mengakibatkan sang gadis menemui para pemuda tersebut secara bergantian. Saking isengnya, dulu saya pernah terpikir bahwa membuka usaha menjual minuman dan makanan ringan di depan rumahnya merupakan suatu investasi yang sangat menguntungkan :-).

Sungguh saya dibuat kagum olehnya. Di saat yang begitu menyakitkan, dia berjuang melewati hidup dengan senyum dan tawa. Hanya segelintir orang yang mampu melakukan ini dan kebanyakan orang hanya berfokus pada kesengsaraan dan penyakitnya. Hidup ini punya banyak pilihan, dan dia telah menunjukkan teladan yang luar biasa bagi kita.

Selamat jalan Siao Fen!! Berbahagialah engkau di samping Allah Bapa di Surga dengan tubuh kemuliaan daripadaNya. Kiranya damai sejahtera dari Bapa terus melingkupi keluarga yang kau tinggalkan. Biarlah kami semua senantiasa diingatkan untuk memilih menjalani hidup yang berarti dan berfokus pada hal-hal yang positif, walau dalam keadaan susah dan sakit yang amat sangat. Amin.

Popularity: 10% [?]

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya!


2 Responses to 'Selamat Jalan Sahabatku!'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to ' Selamat Jalan Sahabatku! '.

  1. ibujempol said,

    on February 27th, 2007 at 9:48 pm

    Ikut Berduka Cita dan mengaminkan doamu yg diatas.
    Suatu teladan yg baik dr Siao Fen. TFS


  2. on March 16th, 2007 at 8:02 pm

    Turut berduka cita. Semoga diterima Allah di surga. Amin.

Leave a reply