« - »

Banjirkanal, Traffic Light, dan Parade Siswa

Posted on 10 August 2007

Wuiih, pagi ini saya terheran-heran dalam perjalanan dari rumah ke kantor. Begitu keluar kompleks perumahan, saya melihat begitu banyak mobil diparkir di sisi kiri dan kanan jalan Madukoro (pinggir Banjirkanal Barat). Namun begitu melihat ada banyak siswa SD dan SMP berjajar, langsung saja saya menebak bahwa akan ada pejabat tinggi yang datang ke sana. Apakah mungkin yang akan mereka sambut adalah Pak SBY beserta rombongan usai meresmikan pembukaan event Semarang Pesona Asia semalam. Tapi ngapain mereka pergi ke daerah Madukoro sini yah?? Apa mungkin mau wisata sungai Banjirkanal??

Keheranan makin bertambah tatkala saya melihat traffic light di bundaran Tugu Muda yang terpasang indikator sisa waktu (dalam detik) menjelang pergantian warna lampu (merah ataupun hijau). Pasalnya, kemarin saya merasa belum melihat indikator tersebut terpasang. Namun keheranan tersebut menjadi gelak tawa saat melihat indikator menunjukkan angka 4 (artinya 4 detik menjelang pergantian warna lampu dari merah menjadi hijau), namun lampu hijau telah menyala. Wah, jangan-jangan karena dipasang secara terburu-buru kemarin, belum sempat di-tuning dengan baik nih 🙂 Anehnya lagi, kelihatannya indikator tersebut tidak terpasang di semua traffic light di seputaran Tugu Muda. Apakah hanya dipasang di rute perjalanan para VIP Jalanan saja yah?? Bila iya, tentu saja patut disayangkan karena rasanya indikator tersebut sama sekali tidak ada gunanya bagi para VIP Jalanan tersebut.

Sepanjang perjalanan Madukoro – Siliwangi – Tugu Muda – Dr Sutomo – RSU Karyadi – S Parman – Sultan Agung dipenuhi pemandangan para siswa SD, SMP, dan SMA berdiri berjajar di sepanjang jalan. Tampak beberapa guru dan petugas kepolisian sedang memberikan petunjuk dan arahan kepada para siswa tersebut. Walaupun tahu bahwa keberadaan parade siswa akan menambah kemarakan peristiwa istimewa saat pejabat dan tamu penting melintasi jalan tersebut, namun jujur saya kurang begitu setuju dengan pengerahan siswa semacam ini. Secara tidak langsung, kita telah mengurangi jam belajar siswa di sekolah. Padahal dengan tantangan jaman seperti ini, apakah tidak lebih baik para pelajar dan guru menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya untuk kegiatan belajar-mengajar di sekolah?? Apalagi dengan cuaca yang panas dan debu beterbangan seperti ini, para siswa berpotensi untuk banyak berkeringat sehingga badan menjadi lepek, tentunya hal ini sedikit banyak bakal mengganggu kegiatan belajar mereka saat telah kembali ke kelas masing-masing. Belum lagi mereka yang mengeluh pusing kepala karena terik matahari.

Ya, ini hanyalah suatu cerita saya mengenai perjalanan rumah-kantor di pagi hari. Nanti siang, saya akan pergi ke Hotel Quality Wahid di Salatiga, berkumpul bersama rekan-rekan dahsyat lain guna mengikuti SuperCamp: Becoming a Money Magnet yang akan dibawakan oleh Pak Adi W Gunawan dan Pak Ariesandi Setyono. Nantikan cerita seru usai mengikuti SuperCamp tersebut yah!!

Popularity: 20% [?]

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya!


Leave a reply