« - »

Juragan Cookies

Posted on 18 October 2007

“Juragan cookies“, demikian banyak orang memanggil saya sekarang. Betapa tidak, setiap hari dalam tiga minggu sebelum Lebaran ini saya selalu membawa turun beberapa kardus dari mobil setiba di kantor. Kardus tersebut berisi berbagai cookies seperti Lidah Kucing, Nastar, Sagu Keju, Dahlia Coklat dan Kuning, Kastengel, Putri Salju, dll.

Dengan penuh semangat, saya membawa kardus-kardus tersebut ke berbagai departemen di kantor yang tersebar di tiga lokasi. Dengan penuh senyum pula, saya tetap menawarkan cookies tersebut walau digoda sana-sini.
  “Orang laki koq jualan biskuit kayak gini.. Apa ya bisa tho??”
  “Jualan kayak gitu mau cari untung berapa sih?? Apa ya cucuk??” (cucuk = memadai)
  “Whalah, jualannya telat bgt, sudah banyak yang jualan kayak gini.. Ndak bakal laku!!”

Sebenarnya ada tiga hal yang ingin saya capai dalam profesi “Mendadak Jualan Cookies” ini:

  1. Pembelajaran diri bahwa “tidak perlu malu dalam mencari uang secara halal” dengan mengulang pelajaran berharga yang saya petik dalam seminar Financial Revolution-nya Pak Tung Desem Waringin yang saya ikuti beberapa waktu lalu. Saat itu, tanpa bermodal apapun juga (tanpa barang berharga yang melekat di tubuh dan tanpa identitas apapun juga), kami belajar untuk mencari uang di tengah lingkungan yang tidak kami kenal sama sekali. Walau situasinya berbeda, namun saya sangat menikmati proses pembelajaran diri ini. Bahkan dengan cueknya, saya menggamit seorang ekspatriat yang lewat saat saya menjajakan cookies untuk ikut membeli cookies saya (lumayan, dia beli tiga toples besar; bahkan sekarang dia tertarik untuk belajar membuat cookies!)
  2. Belajar menerapkan Law of Attraction, bahkan dalam bisnis sederhana seperti penjualan cookies ini. Sebenarnya kami terhitung terlambat dalam memulai bisnis ini. Kebanyakan orang telah menyebar sample cookies untuk dicicip para calon pembeli sebelum bulan Ramadhan. Selain itu, kami terbilang pemain sangat baru, tidak punya customer dan sangat miskin pengalaman. Karenanya, beberapa teman dan saudara merasa pesimis bahkan sebelum kami memulainya. Namun demikian, setiap malam tatkala akan tidur, sembari mendengarkan bineural beat untuk masuk ke kondisi Alfa, saya membayangkan keesokan harinya cookies yang saya bawa ke kantor akan laku keras. Saya juga mensyukuri berkat Tuhan yang melimpah atas keberhasilan penjualan cookies ini. Hasilnya?? Amazing!! Pada tgl 4 Oktober siang kemarin, kami berhasil menjual sekian banyak toples (suatu hasil penjualan yang memang dibayangkan oleh istri saya dan dibawa dalam doanya). Hal ini kian menambah keyakinan saya akan Law of Attraction!!
  3. Harapan sekiranya kedua poin pembelajaran diri saya ini juga bisa bermanfaat dan menginspirasikan orang lain.
    • Banyak orang enggan untuk melakukan pekerjaan remeh semacam ini, mereka hanya mau mengerjakan hal-hal besar dalam hidupnya; namun menariknya, di saat mengalami kesulitan hidup, mereka tetap enggan melakukan pekerjaan semacam ini. Alasannya sederhana, “Ah, ini bukan levelku dong”, padahal sebenarnya mereka tengah diliputi rasa malu. Pertanyaannya sekarang, kenapa harus malu?? Bukankah ini adalah pekerjaan yang halal dan baik adanya??
    • Banyak orang mempertanyakan apakah Law of Attraction itu ada dan efektif. Alih-alih memperdebatkan hal ini, kenapa kita tidak coba mempraktekkannya dalam kehidupan kita?? Toh dengan mencoba dari hal-hal kecil dan sederhana, kita akan semakin terlatih untuk menerapkannya dalam kasus-kasus yang lebih besar di kemudian hari.

“Mendadak Jualan Cookies??” It is FUN lah yauw!! See you at the TOP!!

Popularity: 11% [?]

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya!


3 Responses to 'Juragan Cookies'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to ' Juragan Cookies '.

  1. felicia said,

    on November 12th, 2007 at 7:07 pm

    Pak Han…, sharingnya sedikit bnyk menguatkan saya; sudah 2 tahun saya terima pesanan keringan dan lapis sby tapi thn ini vacum karna saya ga tahan stress jualan .. baik ‘stres’ wkt nawarin maupun ‘stres’ wkt produksi sampai2 migren saya kumat.. padahal hasilnya puji Tuhan lumayan tapi nyali u nyambung kecil banget.. tq artikelnya membuat mata saya mulai terbuka… oh ya nanya dong pak Han.. penginapan di ambarawa / bandungan yang bagus n bersih apa sih dan mahal ga? tq ya n salam u istri .. gbu

  2. hian said,

    on December 5th, 2007 at 5:05 pm

    #1: Bu Felicia, senang sekali mengetahui bahwa sharing saya sedikit banyak bermanfaat bagi Anda. Kiranya jualan keringan dan lapis surabayanya kian laris, Anda makin berbahagia dengan semua hasilnya. Maaf, untuk penginapan di Ambarawa, saya kurang tahu. Klo Bandungan, sih ada beberapa penginapan yang bersih dan terjangkau, seperti Wisma Gaya, dll (kebetulan agak error, lupa namanya, besok coba saya ingat2 kembali)

  3. Lex dePraxis said,

    on October 24th, 2008 at 4:18 pm

    Tentang Law of Attracion, jujur saja The Secret dan LOA sudah terlalu populer dan membosankan. Itu sebabnya saya menulis pelajaran revolusi formula terbaru dari The Secret Law of Attraction yang terfokus pada bidang hubungan pria, wanita, romansa, dan cinta. Silakan cek sendiri di alamat

    http://www.hitmansystem.com/blog/the-secret-law-of-attraction-113.htm

    Pembahasan yang lengkap menyeluruh, berikut aplikasi poin yang praktis detil. The Secret Law of Attraction sangat direkomendasikan untuk mereka yang sudah lelah dengan Law of Attraction yang klasik.

Leave a reply