« - »

Sekolah Orangtua di Semarang (1)

Posted on 6 November 2007

Hari Jumat tgl 2 November 2007 kemarin adalah awal serangkaian acara Sekolah Orangtua di kota Semarang tercinta ini. Sedianya rombongan Sekolah Orangtua yang terdiri dari Pak Ariesandi Setyono, Pak Sukarto, dan Bu Ely Susanti dijadwalkan tiba di Semarang pada pukul 2 siang. Untuk memanfaatkan waktu yang ada di pagi hari, saya pun masih melakukan follow up kepada beberapa sekolah dan orangtua untuk bisa ikut menghadiri seminar pada keesokan harinya.

Menjelang jam 1 siang, saya mulai berkomunikasi lebih intensif dengan Pak Ariesandi dan Pak Sukarto via SMS. Namun sayang, ternyata pesawat yang mereka tumpangi mengalami keterlambatan. Akibatnya, beberapa acara di hari pertama ini pun terpaksa harus dijadwalkan ulang.

Tidak sabar menunggu, saya pun menghubungi maskapai penerbangan di bandara beberapa kali, menanyakan tentang jadwal kedatangan pesawat dari Surabaya. Begitu mendapatkan kabar dari staf maskapai penerbangan bahwa penumpang sudah mulai diminta naik pesawat, saya pun segera mengirimkan SMS ke Pak Sukarto. Beliau pun menjadi terheran-heran, koq saya punya indera ke-enam sehingga bisa mengetahui penumpang diminta naik pesawat dan Estimated Time of Arrival (ETA) adalah pk 17.40?? 🙂 Saya pun segera meluncur ke bandara untuk menjemput mereka.

Alih-alih tiba pk 17.40, akhirnya pesawat pun mendarat pada pk 18.05. Saya sudah berdiri paling depan di bagian penjemputan, namun belum juga melihat ketiga sosok manusia luar biasa ini (karena biasa di luar, hehehe). Tidak lama kemudian, mereka bertiga pun muncul. Sangatlah mudah mengenali Pak Ariesandi dan Sukarto, apalagi selama sebulan ini saya berkutat dalam pembuatan brosur, standing banner, cover handbook, dll yang selalu memuat wajah mereka berdua. Namun untuk Bu Ely, sungguh di luar dugaan, beliau adalah seorang wanita muda yang cantik nan tinggi (sungguh saya tidak menyangka kalau Bu Ely setinggi itu).

Kami pun meluncur ke hotel Horison untuk check in dan merapikan diri untuk persiapan TCI Learning Forum yang akan dibawakan oleh Pak Ariesandi. Mengingat keterbatasan waktu, kami meluncur sedemikian cepat ke RM Bumbu Pawon yang tidak jauh letaknya dari hotel Horison. Ternyata benar, sudah ada cukup banyak peserta yang telah hadir dan sudah tidak sabar untuk mengikuti acara “Hypnosis untuk Anak: Perlukah??“. Kami berempat pun segera makan dengan cepat (Turbo Mode ON) dan segera memulai acara.

Selama 2 jam lebih, kami dibuat terkesima oleh Pak Ariesandi yang dengan gamblang menjelaskan proses hypnosis dalam kehidupan anak, serta cara pemanfaatannya demi mencapai tujuan semua orangtua yaitu mendidik dan mengasuh anak untuk sukses dan bahagia. Banyak orangtua secara tidak sadar telah menghypnosis anak-anaknya untuk melakukan apa yang TIDAK dikehendaki, misalnya “Kamu koq bangunnya siang-siang, mau jadi apa kamu?? Mbok ya jangan malas, jangan bangun siang biar nanti sekolahnya tidak telat”. Coba kita lihat, semua perkataan yang diutarakan adalah hal-hal yang TIDAK diinginkan. Walaupun diembel-embeli kata “jangan” atau “tidak”, namun otak kita tidak memproses hal itu. Hal yang sama terjadi saat kita meminta anak kita untuk jangan nakal, jangan lari-lari, jangan lompat; alhasil mereka justru menjadi nakal, lari-lari, dan lompat ke sana kemari.

Usai acara, kami pun berpisah dengan suatu janji (bukan “Janji Joni” lho ya) untuk makan pagi bersama di hotel Horison.

Popularity: 15% [?]

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya!


Leave a reply