Sekolah Orangtua di Semarang (3)
Posted on 10 November 2007Hari ini, kembali saya datang pagi-pagi untuk makan pagi bersama di hotel Horison. Hal yang cukup menarik, hidangannya cukup berbeda sehingga tidak membuat bosan para tamu yang harus makan pagi berturut-turut di sini. Karena ada anggota Sekolah Orangtua yang melakukan konseling dengan Pak Ariesandi, maka saya dan Pak Sukarto pun nongkrong di lantai 6 sambil mengakses internet gratis yang disediakan oleh hotel.
Usai konseling, kami pun segera menuju toko buku Gramedia untuk melakukan talkshow. Situasi menjadi sangat menarik tatkala mas Gilang (Customer Service Gramedia) menggamit beberapa anak untuk satu-per-satu diajarkan matematika secara cepat. Ada seorang anak kelas 8 yang mengalami kesulitan menghitung operasi kuadrat. Dalam hitungan menit, Pak Ariesandi berhasil membuat anak ini melakukan operasi kuadrat tanpa menggunakan kertas hitungan. Ada lagi seorang anak kelas 3 yang ternyata masih sulit menghitung perkalian 6, 7, 8, dan 9. Masih dalam hitungan menit juga, pengunjung dibuat terkesima melihat anak ini mampu menjawab perkalian tersebut dengan cepat, bahkan lebih cepat dari bayangannya sendiri (oops, ini mah Lucky Luke yah, hehehe… Maksudnya lebih cepat dari perhitungan kalkulator di handphone). Dengan jiwa marketing-nya, Bu Amelia pun mulai menawarkan buku HypnoParenting dan Mathemagics kepada para pengunjung. Melihat banyaknya pengunjung yang tidak mungkin ditangani sendirian, saya juga langsung turut membantu menjelaskan isi buku HypnoParenting dan Mathemagics kepada mereka. Lumayan juga, dari hasil direct sales ini, terlihat cukup banyak buku yang terjual dan segera dimintakan tandatangan Pak Aries.
Kami pun pergi makan siang, lalu menuju lokasi gathering anggota Sekolah Orangtua yaitu RM Bumbu Pawon. Luar biasa!! Tadinya saya memperkirakan hanya belasan orang yang hadir, namun ternyata perkiraan saya salah. Yang hadir lebih dari 25 orang!! Acara 2.5 jam ini berlangsung sangat seru. Ada sekian banyak permasalahan parenting yang dilontarkan para anggota Sekolah Orangtua dan langsung dijawab oleh Pak Ariesandi, Pak Sukarto, dan Bu Ely. Menariknya, di bagian akhir acara, ada beberapa anggota yang diajarkan teknik EFT langsung oleh Pak Ariesandi.
Akhirnya acara Sekolah Orangtua di Semarang pun usai. Diiringi hujan yang demikian lebat, saya pun mengantarkan Pak Ariesandi, Pak Sukarto, dan Bu Ely ke hotel untuk selanjutnya kembali ke Surabaya. Sungguh tiga hari yang begitu mengesankan bagi saya. Kiranya Sekolah Orangtua bisa terus mengadakan berbagai seminar dan gathering bagi para orangtua sehingga bisa mendidik dan mengasuh anak untuk sukses dan bahagia.
Terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya saya ingin ucapkan untuk:
- Pak Ariesandi, Pak Sukarto, dan Bu Ely yang telah meluangkan waktu 3 hari 2 malam untuk memungkinkan acara seminar dan gathering Sekolah Orangtua yang untuk pertama kalinya dilaksanakan di Semarang
- Bu Amelia beserta tim yang telah membantu promosi dan pelaksanaan seminar
- Pak Okky yang telah memberikan sekian banyak masukan tentang penyelenggaraan event ini
- Hotel Horison yang telah memfasilitasi diadakannya seminar Sekolah Orangtua yang pertama di Semarang
- RM Bumbu Pawon yang telah memfasilitasi diadakannya gathering Sekolah Orangtua yang pertama di Semarang
- Toko Buku Gramedia (Pak Anton, Mbak Wanti, Mas Gilang dkk) yang telah memfasilitasi promosi seminar Sekolah Orangtua dan Talkshow bersama Pak Ariesandi
- Radio Trijaya FM dan Mbak Nita yang telah memfasilitasi promosi seminar Sekolah Orangtua
- Surat kabar Suara Merdeka yang telah memfasilitasi promosi seminar Sekolah Orangtua
- Pak Yance, Pak Daniel, dan segenap tim Mathemagics Semarang yang telah membantu promosi seminar Sekolah Orangtua
- Berbagai sekolah yang telah mengirimkan para pendidiknya mengikuti seminar ini (Isriati, Karangturi, Kiddieland, Permata Internusa, Tri Tunggal, Singapore International School, dan Dian Asih)
- Teman-teman yang dengan antusias telah membantu mempromosikan seminar Sekolah Orangtua, yaitu Rachmi, Tamara, Susanti, Meyla, Puji Sariyono, Maya & Arief, Sil, Nora, Lies, dan teman-teman lain yang tidak bisa saya sebutkan satu-per-satu
- Ridho dan Ismail yang telah membantu pembuatan brosur, x-banner, dan video shooting dengan kualitas yang baik
Sampai ketemu di event Sekolah Orangtua berikutnya!!
Popularity: 28% [?]
2 Responses to 'Sekolah Orangtua di Semarang (3)'
Leave a reply
Most Recent Posts
- Dapatkan $1 untuk Setiap Rekomendasi Teman Anda!
- Gratis eBook dari TDW University – Rahasia Menjadi Kaya dan Bertumbuh Semakin Kaya
- 5 Ways To Make Money Online That Won’t Let You Down
- Akhirnya 2000 Klik di Neobux
- 7 Days Licensed NLP Practitioner (Day 3)
- 7 Days Licensed NLP Practitioner (Day 2)
- 7 Days Licensed NLP Practitioner (Day 1)
- Belajar Bisnis Internet GRATIS
- Bandung BootCamp 2008 – Day 0
- Seminar Marketing Revolution – Tung Desem Waringin
Most Recent Comments
Most Popular Posts
- Posting JalanSutra tentang Makanan Semarang
- Permainan Logika yang Sangat Menantang
- Comment Spam dan Akismet
- Reset Admin Password di WinXP
- Seminar Dahsyat ala Tung Desem Waringin
- Diskusi "Mengelola Mail Server"
- Tahu Isi Benak Pikiran??
- Symantec AntiVirus Corporate Edition dan Firewall
- Aneka Makanan Semarang
- Video Conference, Telkom, dan Hotel Ciputra Semarang
- Matahari Dikelilingi Awan Gelap dan Pelangi
- Peluang Penghasilan Online - Neobux (PTC)
- Wisata ke Jogjakarta dan Candi Borobudur
- SiteBar
- Seminar "Managing Business with Great Success" James Gwee
- Sekilas Makanan di Salatiga
- Local Queue in MDaemon 8.x
- Belajar Bisnis Internet GRATIS
- Bandung BootCamp 2008 - Day 0
- SuperCamp "Becoming a Money Magnet"
I currently live happily with my beloved family in Semarang. I am an IT-addict, but have huge interests on Internet Marketing, Family Financial Planning, Personal Wealth Building, and other self development activities. Beside that, I also like to read books, eat delicious foods, and play games with my beloved son.









on February 19th, 2009 at 5:15 am
hi you make people hungry all the food you mention sound so good how about lumpia semarang dan makanan basah example onde onde kue koo nagasari bugis i miss the all ha ha thanks for the idea for the good food
on March 4th, 2009 at 9:44 am
wah asyik tuh jalan-jalan, sambil wisata makan