« - »

Video Conference, Telkom, dan Hotel Ciputra Semarang

Posted on 15 November 2007

Kebetulan kantor membutuhkan layanan Video Conference ke Hongkong. Biasanya kami menggunakan layanan provider di Jakarta, dan selama ini kami cukup puas dengan layanan tersebut. Kali ini, mengingat waktu yang terbatas dan kemungkinan bakal lebih sering menggunakan Video Conference, management memutuskan untuk mencoba layanan Video Conference di Semarang.

Kandidat pertama adalah Indosat, namun anehnya permintaan kami ini tidak dapat mereka penuhi karena tidak tersedianya ruangan yang memadai di kantor mereka untuk layanan ini. Aneh bukan?? Saya pikir dengan layanan senilai 5-6 juta untuk satu jamnya, mestinya mereka bakal menangani hal ini dengan sukacita dan lebih serius, bukan??

Kandidat kedua adalah Telkom. Mereka bisa menyediakan layanan ini, namun harus dilakukan di hotel Ciputra Semarang karena Telkom Semarang tidak memiliki tempat yang representatif untuk Video Conference. Sayangnya, kami selaku calon pelanggan harus melakukan negosiasi langsung dengan hotel Ciputra, walaupun nantinya pelayanan disediakan oleh Telkom. Akibatnya, beberapa kali terjadi ketidakefisienan dalam komunikasi pre-sales yang diakibatkan belum dikuasainya hal teknis yang terkait dengan layanan ini oleh staff hotel Ciputra Semarang.

Berbeda dengan Indosat Jakarta yang memperbolehkan koneksi Video Conference dilakukan oleh pihak luar (dalam hal ini adalah relasi kami di Hongkong), Telkom Semarang bersikeras untuk melakukan koneksi dari Indonesia. “Kami tidak bisa menjamin kualitas Video Conference bila koneksi dilakukan dari luar, karena incoming call bisa saja menggunakan gateway di luar Telkom sehingga berpotensi terjadi delay saat interkoneksi dengan Telkom. Bila koneksi dilakukan dari sini, maka koneksi Semarang – Hongkong dipastikan menggunakan gateway Telkom sehingga kualitas lebih terjamin”, demikian ucap seorang Account Manager Telkom. Sungguh suatu strategi pemasaran yang jitu dan manjur karena tidak ada seorangpun yang bakal berani mengambil risiko jeleknya kualitas Video Conference akibat koneksi dilakukan dari luar, apalagi dengan wanti-wanti seperti itu.

Hari Selasa kemarin, saya tiba di hotel Ciputra sekitar jam 11.30 untuk melakukan testing Video Conference ke Hongkong yang dijadwalkan jam 12.30. Karena ruangan meeting yang dipesan masih dipakai, maka TV pun dipasang di dalam suatu gudang kecil nan sempit berisi instalasi kabel dan pemadam kebakaran, dan perangkat Video Conference digelar di lantai sebuah gang tempat lalu lalang para manager dan staff hotel Ciputra ke ruang kerja mereka. Coba lihat foto di bawah, betapa sebuah hotel bintang lima kehabisan ruangan sehingga untuk testing layanan senilai 5-6 juta /jam sampai harus menggunakan gudang kecil penuh berisi kabel dan pemadam kebakaran.

Video Conference in Hotel Ciputra Semarang 1Video Conference in Hotel Ciputra Semarang 2Video Conference in Hotel Ciputra Semarang 3

Sayangnya testing tidak dapat diselesaikan sebagaimana mestinya dan kami pun harus menghubungi relasi di Hongkong untuk meminta penundaan waktu testing beberapa kali. Instalasi kabel ISDN tidak dapat dibereskan karena kabel yang dulunya telah dipasang tidak lagi tersedia dan rekan-rekan Telkom harus menarik kabel lagi dari luar. Seharusnya kabel yang telah dipasang tidak boleh digunakan untuk keperluan lain, mengingat upaya untuk mengurutkan dan memasang kembali memerlukan waktu dan sumber daya yang tidak sedikit. Sungguh suatu pekerjaan yang sangat membuang-buang waktu.

Saat menunggu instalasi, cukup banyak staff hotel Ciputra yang lalu lalang melewati kami. Ada beberapa staff yang kebetulan mengenal rekan saya, lalu berhenti dan sekedar berbasa-basi. Menariknya, tak seorangpun menyempatkan diri berhenti untuk menanyakan permasalahan yang ada dan apa yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan ini. Padahal ada 6-8 orang duduk di lantai gang yang sempit dan merupakan tempat khusus staff. Sungguh mengenaskan, bukan?? Sang General Manager, seseorang yang kami harapkan bisa turut berempati atas masalah ini, hanya berjalan melewati kami begitu saja tanpa menoleh sama sekali dan tidak merasa perlu untuk bertanya permasalahan ini. Padahal saya yakin dengan otoritas beliau, ada banyak hal perbaikan yang bisa dilakukan andaikata beliau concern dengan hal ini.

Jam 2 siang, kami pun merasa haus dan lapar. Ya, walaupun kami adalah tamu dari sebuah hotel bintang lima dengan nilai layanan hampir 6 juta untuk 1 jam, namun dari jam 11.30 hingga jam 4.30 sore kami tidak mendapat segelas air atau secuil biskuit sekalipun untuk sekedar menangsal perut kosong ini. Kami pun pergi menuju foodcourt Mal Ciputra untuk makan siang. Usai makan siang, kembali kami menilik apakah instalasi telah selesai atau belum. Ternyata belum. Yang menakjubkan, seluruh tim teknis Telkom juga bernasib sama seperti kami. Segera saya menuju ke Mal Ciputra untuk membeli 8 gelas teh Tong Tji untuk mereka dan kami berdua. Ya, memang sengaja saya memilih teh Tong Tji seharga 2 ribuan ketimbang minuman lain yang mestinya lebih matching dengan suasana hotel bintang lima. Sungguh ironis, bukan?? Can you imagine, teh Tong Tji goes to five-stars hotel??

Jam 3 sore, perangkat Video Conference pun dipindahkan ke ruang meeting. Sekitar jam 4.30 sore, kami pun disuguhi secangkir teh panas. Kami tidak tahu apakah kedua hal ini dilakukan karena sebelumnya kami telah mengungkapkan luapan perasaan hati kepada seorang staff Marketing hotel Ciputra atau karena sebab lain.

Akhirnya semua persiapan ini berakhir dengan antiklimaks, Video Conference dibatalkan karena relasi di Hongkong merasa tidak yakin Video Conference bisa diselenggarakan dengan baik di Semarang, karena beberapa kali jadwal testing tidak bisa terselenggara tepat waktu sesuai permintaan mereka; dan akhirnya Video Conference pun diadakan di Jakarta.

Walau dibatalkan, namun hari itu saya memperoleh segudang pengalaman yang sangat berharga.

Bekerja di suatu hospitality industry seperti hotel membutuhkan hati, pikiran, dan perasaan untuk memberi pelayanan terbaik. Ini adalah urusan subconscious mind, pikiran bawah sadar. Andaikata ini tidak ada, maka yang terjadi hanyalah pelayanan secara fisik saja. Bisa jadi saat melayani pelanggan, ada senyum tersungging di bibir namun itu adalah senyum protokoler saja. Sekedar ritual “melayani dengan senyum”. Untuk itu, marilah kita belajar “melayani dengan hati” dan niscaya seluruh pelanggan bisa merasakan semuanya ini.

Kejadian buruk seperti ini sering memicu kita untuk menyalahkan nasib. Saat itu, seorang Account Manager Telkom mengatakan “Wah Pak, nasib apes tenan awake dhewe..” Segera saya pun membantah. Bagi saya, kejadian ini bukanlah masalah nasib, karena kalau sampai kita menyalahkan nasib, berarti kita mempertanyakan keadilan Tuhan Yang Maha Adil. Ini adalah permasalahan yang kita buat sendiri. Mari sejenak kita analisa bersama:

Tidak ada gading yang tak retak, namun keledai tidak akan jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. Saya berharap seluruh pihak yang terlibat dalam kejadian ini dapat memetik manfaat berharga bagi kemajuan dan kesuksesan kita semua. Amin.

Popularity: 33% [?]

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya!


33 Responses to 'Video Conference, Telkom, dan Hotel Ciputra Semarang'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to ' Video Conference, Telkom, dan Hotel Ciputra Semarang '.

  1. victor said,

    on December 1st, 2007 at 9:32 am

    Salam…
    Saya sangat tertarik dengan tulisan ada di blog anda. Kalo saya baca, anda dan kantor anda ada pemikiran untuk meng-aplikasikan technology khususnya Video Conference. Untuk saat ini peng-aplikasiian Video Conference sudah bukan hal baru di dunia bisnis. Hal ini sangat di mungkinkan untuk di aplikasikan karena akan sangat mengurangi cost, efesiensi kerja, kecepatan informasi, kecepatan kordinasi, dan banyak sekali manfaat yang akan di ambil dengan peng-aplikasian Video Conference.
    Saya sebagai penyedia perangkat Video Conference siap dan akan selalu membantu untuk kebutuhan2 yang menyangkut permasalah Video Conference dimana kami akan membantu unutk memberikan solusi dan juga support dalam bentuk pengadaan baik itu rental ataupun penjualan perangkat tersebut.
    Untuk lebih jelasnya bisa hubungi saya di 0818****** atau victor@***.co.id.
    Terima Kasih

    Victor Gamaliel Muhalling

  2. hian said,

    on December 5th, 2007 at 4:54 pm

    #1: Salam juga. Sayangnya kami sudah membeli perangkat Video Conference, dan saat ini sedang mempersiapkan untuk instalasi ISDN line. Sukses untuk Anda.

  3. henry said,

    on December 8th, 2007 at 6:07 pm

    Dear Pak Victor , Saya ingin bantuan untuk pengadaan Video conferencing, Policom, sony dan Tandberg, Mohon Hubungi saya di ********@yahoo.com mengenai pengadaan barang, harga, garansi dll
    Trims

  4. hian said,

    on December 10th, 2007 at 10:29 am

    #3: Pak Henry, permintaan Anda telah saya teruskan kepada Pak Victor. Kiranya Anda berdua dapat memperoleh manfaat terbesar dari ini. Sukses untuk Anda.

  5. victor said,

    on December 10th, 2007 at 11:02 am

    Terima kasih pak untuk informasinya, saya langsung follow up.


  6. on January 17th, 2008 at 4:13 am

    Saya pikir tentunya layanan di jakarta dan di semarang pasti kualitasnya lebih bagus di Jakarta tentunya. Walaupun satu perusahaan (Indosat). Namun alangkah bijaknya jika hal tersebut di perbaiki. Secara tidak langsung hal ini pula yang mendorong terjadinya arus urbanisasi yang amat besar ke ibu kota kita tercinta Jakarta.

  7. hian said,

    on January 19th, 2008 at 11:27 am

    @Pak Arif, ya tentu saja kualitas layanan di Jakarta mestinya lebih bagus; namun saya setuju dengan Anda, bahwa hal semacam ini harus diperbaiki. Adalah sangat mahal bila untuk Video Conference 2 jam namun kita harus ke Jakarta seharian (karena saking macetnya Jakarta)..

  8. victor said,

    on January 21st, 2008 at 8:50 am

    Salam ketemu lagi pak Hian..
    Setuju bgt dengan dengan pak Hian… susah bgt ya kalo mau ViCon aja. Harusnya di tiap2 kantor sudah ada Video Conference, jadi jaman yang penuh kemacetan dan panas2, ga perlu susah2 untuk berhubungan kerja. tapi kenapa ya, untuk aplikasi ViCon aja kok susah bgt. Kalo untuk perangkat sudah bukan hal yang mahal dan bukan hal yang susah d dapat. Dengan 2,5 jutaan aja kita bisa dapet ViCon yang type personal (software base).Maaf pak Hian saya sedikit ngiklan. Saya sangan peduli dengan orang2 yang sangat mengalami kesusahan dalam hal Vicon. Oh ya, saya pernah coba ViCon tersebut dengan koneksi pake Telkom Speedy, hasilnya lumayan bagus. Silahkan Coba aja.

  9. blakutuk said,

    on January 31st, 2008 at 11:37 am

    menanggapi tulisan bapak, pertama2 asumsi saya bapak pakai video conference lewat ip (internet)soalnya saya baca indosat setau saya indosat tidak melayani koneksi ISDN hanya melayani gerbang internasional aja (001) lalu baca yg kedua baru “ngeh” bapak pakai ISDN ke hongkong … 😀 😀

    tapi ada 1 yang ganjal dengan tanggapan dari account manager telkom, dengan masalah “incoming call” bahwa akan ada delay atau apa lahh sebenarnya itu akal2an telkom aja pak…..sebenernya masalahnya kalo bapak incoming lewat ISDN otomatis bapak tidak ditagih pulsa pemakaian….nah telkom tidak ada pemasukan …gitu pak

    nahhh sekarang bapak mau apply isdn nihh….alangkah baiknya bapak sudah tahu kalo nanti sudah terpasang isdn dan bapak hanya incoming saja pemakaian perbulannya siap2 aja bapak tidak bisa incoming ….atau problem untuk incoming…tapi kalau outgoing call lancar..ini biar bapak tahu aja permasalahan isdn telkom dan ini sudah sering saya temui berkali2 karena saya bekerja di salah satu vendor vicon

    terakhir saya sarankan bapak apply ke indosat untuk buka akses 001 nya jadi bapak punya alternatif internasional selain 007 telkom…soalnya saya pernah coba pake 007 tidak bisa, pakai 001 bisa ..pakai 001 tidak bisa pakai 007 bisa

    thanks

  10. blakutuk said,

    on January 31st, 2008 at 11:42 am

    yg photo di tengah itu yg botak pakai baju biru orang telkom kan pak?? saya kenal tuh namanya kalo ngga salah pak koko bekas orang jakarta..emang kadang nanganin video conference

  11. hian said,

    on February 2nd, 2008 at 8:57 am

    @Victor: Salam ketemu kembali.. Mengenai tiap kantor harusnya sudah ada ViCon, rasanya ini terkait dengan persepsi kantor tentang kegunaan ViCon itu sendiri. Bila kantor tersebut merasa bahwa dengan Video Conference, mereka menerima manfaat yang tinggi melebihi apa yang mereka investasikan, maka tentu saja mereka akan dengan senang hati memasang ViCon di kantor mereka masing2.

    @Blakutuk: Terimakasih atas pemberitahuannya. Saya sudah mengerti koq tentang trik marketing tersebut. Namun masalahnya tidaklah sesederhana itu. Dengan ViCon yang dihadiri sejumlah petinggi penting di perusahaan, namun kualitas koneksi ViCon jelek (apapun penyebabnya), tentu saja hal ini sangatlah mahal bagi perusahaan. Ini adalah risiko yang tidak bisa dikesampingkan begitu saja.

    Oh ya, bapak berbaju biru itu memang orang Telkom, namun sayangnya saya lupa namanya 🙁 Tapi terlihat memang beliau cukup lancar menangani ViCon.


  12. on February 12th, 2008 at 9:49 am

    Salam semua….
    Saya ada sedikit kabar yang mungkin menggembirakan khususnya bagi para pengguna Video Conference. Saya kemarin mencoba Video Conference hanya dengan jaringan 3G (hanya dengan HP/modem 3G saja) dan konek ke VideoConference yang lain (Polycom,Tanberg,Sony,Aetra,Emblaze). Selama ini belum ada Video Conference yang bisa langsung jalan hanya dengan modem 3G, kebanyakan harus ada perangkat ini/itu yang sangat ribet dan belum tentu jalan pake jaringan 3G. Untuk mobilitas sangat membantu, khususnya untuk yang memiliki mobilitas tinggi dan bekerja di lapangan seperti Boss, Direktur, Menejer, dan juga orang2 yang bekerja di lapangan seperti Wartawan, kontraktor, perkebunan, pertambangan, marine, dan masih banyak lagi yang memelukan hubungan cepat, akurat, uptodate kapan saja dan dimana saja. Saat ini orang mau ber-Vodeo Conference dimana saja (mobil,mall,kantor,rumah,…) bukan hal yang mustahil (saya sudah membuktikan). Apalagi harus membuka aplikasi ISDN ke Telkom yang susah dan ribet khususnya untuk InComing karena alasan ini/itu hasilnya jelek. Ngapain harus susah-susah…. dengan modem 3G saja kita bisa konek Video Converence kemana saja dan dimana saja. itu semua bukan hal yag susah dan mahal…
    Terima Kasih..

  13. ardo said,

    on February 22nd, 2008 at 6:34 pm

    Dear All,.

    Pak Viktor, bukannya sudah banyak aplikasi software video conference yang bisa connect ke internet dengan memakai apapun jenis koneksinya termasuk 3g seluler.
    Menurut saya aplikasi tersebut sudah banyak sekali jenisnya. Yang ingin saya tanyakan teknologi vi con yang anda gunakan itu memiliki kemampuan yang secara signifikan jauh lebih baik dari produk2 software vicon yang sudah ada. jangan2 sama saja dengan yang lain..

    thx


  14. on February 25th, 2008 at 9:15 am

    @ Pak Ardo
    Sangat banyak pak, seperti Yahoo messenger, skype, MSN, Net meeting. tapi apa semua itu bisa compatible antara satu dengan yang lain? andaiakn ada, apakan kualitas dans tandard yang ada sudah bagus dan sesuai?.. itu yang harus kita tau…. contoh: Yahoo Messenger apakah bisa connect dengan Polycom? Polycom dengan Skype. Skype dengan Yahoo messanger.. itu tidak bisa, karena Yahoo messenger, skype, MSN, dll masih propetery. itu yang sangat membatasi compatibelitas satu dengan yang lain. dan yang saya bicarakan (comment sebelunmya)sebelumnya kan yang besifat mobile, Viconn yang sudah standard ITU-T, bukan propetery lagi. Kalo yang banyak orang tau, Vicon selama ini adalah Hardware base. yang hanya bisa di instalasi di satu ruangan. kalo Hardware base mau pake link 3G, harus ada pernagkat ini/itu yang mahal dan belum tentu OK. itu yang jadi wacana saya untuk menulis comment sebelumnya.
    Thank’s…

  15. sofyan said,

    on March 11th, 2008 at 4:03 pm

    pak viktor kebetulan kantor kami sedang membutuhkan video conference dengan client kami di luar negeri, mohon informasinya dan dimana saya bisa menghubungi anda.

  16. hian said,

    on March 11th, 2008 at 5:17 pm

    @Victor: Wah ditunggu makan2nya nih 🙂


  17. on March 12th, 2008 at 4:16 pm

    @sofyan…
    Saya sangat berterima kasih ke pak Sofyan sudah memberi kepercayaan kepada saya untuk membantu memberi solusi buat bapak. Bapak bisa kontak ke saya lewat email saya di (maaf pak Hian, saya tulis email saya di sini. bukan promosi lho..)victor@rml.co.id atau 0818210579 (,moga2 ga kena sensor sama Pak Hian :)). silahkan bapak kontak saya, nanti saya siap bantu bapak..

    @ Pak Hian…
    Ga udah kuatir pak masalah makan, tinggal di atur aja tanggal dan tempatnya :). mau di Jakarta/Semarang? terserah Pak Hian…
    (nyogok dulu nih biar ga di sensor email&HPnya) he he he…..
    Sukses terus pak Hian….

  18. indah said,

    on March 17th, 2008 at 10:54 am

    Kebetulan sekali saat ini saya sedang kebingungan mengenai Vicon. Jadi ceritanya tanggal 7 April nanti, kantor saya mau mengadakan video conferencing dengan kantor di asia pacific. Saya sebagai HRD officer diminta untuk memprovide dengan cara menyewa fasilitas ViCon nya. Bisa bantu ngga Pak Hian? Mungkin bisa minta tolong diteruskan ke pak Victor dan dikirim via email saya di indah_*******@********.com. This is very urgent. Terima kasih banget ya.

  19. hian said,

    on April 2nd, 2008 at 2:31 pm

    @Victor: Saya kirim e-mail japri ke Anda, apakah sudah diterima??

    @Indah: Semoga kebutuhan ViCon Ibu telah terpenuhi dengan baik dan memuaskan.


  20. on April 3rd, 2008 at 9:16 am

    Salam pak Hian….
    Saya sudah terima email japri pak Hian. saya sudah balas by Japri juga. Apa sudah diterima juga?

  21. hian said,

    on April 4th, 2008 at 2:04 pm

    @Victor: Wah sampai sekarang saya tidak terima balasan Pak Victor tuh. Bisakah bapak kirim ulang ke hianoto at gmail dot com?? Thanks.

  22. agnes said,

    on August 14th, 2008 at 10:02 am

    salam kenal,

    Pak hian, kasus serupa mba indah terjadi pada saya, mohon sekali bantuannya. japri info ke recruits@bss.co.id

    Thx b4!

  23. Rina Susanti said,

    on August 14th, 2008 at 11:54 am

    Dear Pak Hian,
    Saya ingin ikutan weblog Anda, melihat kejadian yang Bapak alami saya cukup prihatin sampai-sampai customer harus mengalami hal seperti itu, saya sendiri bekerja di perusahaan distributor Sony broadcast dan professional product, yang notabene customer kami adalah customer besar dari Ambassy,Semua stasiun TV Nasional sudah menjadi customer kami dimana mereka apabila tiba-tiba camera atau perangkat lainnya rusak kami siap memberikan back up unitnya, dan kebetulan kami juga vendor untuk perangkat video conference, menurut saya sangat tidak bijaksana kalau kegagalan memberikan layanan yang terbaik dianggap sebagai apes,

  24. Hian said,

    on August 14th, 2008 at 4:40 pm

    @Agnes: silakan hubungi Pak Victor atau biarkan Pak Victor yang menghubungi Anda

    @Rina: Salut atas pelayanan perusahaan Anda.

    Namun demikian, bagi banyak perusahaan lain, pelayanan ekstra hanya akan diberikan kepada pihak2 yang memiliki akses tingkat tinggi, misalnya pemerintahan, pers (stasiun TV, media cetak), dll. Sedangkan bagi pihak2 lain, ya pelayanan akan diberikan sesuai dengan standar yang ada di perusahaan, ataupun tergantung individu yang melayani kita.

    Dan seperti di posting saya sebelumnya, saya setuju pendapat Anda bahwa kegagalan memberikan layanan terbaik tidaklah tepat bila dilabeli dengan “APES”.

    Sukses besar untuk Anda!

  25. SUWARSO said,

    on September 20th, 2008 at 5:51 am

    Dear pak Hian.

    Diperusahaan tempat kami bekerja, ada beberapa site
    yang setiap bulannya pasti mengirim perwakilan untuk meeting di Surabaya. Biasanya dari tiap site kirim min. 2 orang selama 2 hari di Sby setiap kali pertemuan (Marketing, Raw material, Cash flow dll).Masing-masing datang dari Jkt, Pwt,Tmg dll.
    Saya hanya ingin tahu, seberapa reasonable jika saya usul kepimpinan untuk mengaplikasikan Video
    Conference jika dibandingkan antara investment dengan biaya transportasi dan akomodasinya. Mengingat hanya didalam negeri saja.
    Terimakasih.

    Sukses buat Bapak sekeluarga.

  26. victor said,

    on September 20th, 2008 at 11:16 am

    Salam,…
    Pak Suwarso, saya sangat tertarik dengan tulisan anda di atas. Untuk saat ini sangat tidak efesien dengan apa yang ada di Perusahaan anda dengan pengiriman langsung ke lokasi untuk meeting dan kooerdinas. Seperti yang bapak tulis, hal2 seperti itu sangat bisa di tekan dengan penerapan teknologi Informasi (Video Conference) dimana akan sangat meng-efesienkan pengeluaran untuk kal2 sepeti itu. sedangkan dana yang harus di keluarkan bisa di pakai atau dih=gunakan untuk keperluan yang lain yang sekiranya lebih efesen. Sangat reasonable apabila hal ini bisa Pak Suwarso usulkan ke pimpinan bapak guna kemajuan perusahaan.
    Kalau bapak butuh dan perlu informasi kita bisa sharing akan hal2 tersebut guna kemajuan perusahaan bapak. Silahkan hunbungi saya secara Japri (jalur pribadi) untuk kita bisa sharing akan hal ersebut.
    victor{at}rml{dot}co[dot]id atau www[dot]victorgm[dot]co[dot]cc.
    Sukses selalu buat pak Hian dan pak Suwarso.
    Terima kasih

    Victor Muhalling

  27. SUWARSO said,

    on September 20th, 2008 at 3:08 pm

    Salam kenal juga P. Victor.

    Terimakasih responnya.
    Saya sangat awam dalam hal itu, ada saatnya nanti saya hubungi Pak Victor dijapri agar bisa diskusi lebih teknis.

    Sukses buat Bapak.

  28. Islah said,

    on November 19th, 2008 at 10:42 am

    dear all,

    salam kenal,

    untuk video conference, saya punya informasi mengenai teknologi video conference yang berbasis software, kurang lebih sama dengan apa yang dimiliki oleh vi-con Yahoo Messenger, bedanya adalah vi-con ini bisa digunakan untuk multy-party conferencing dan didukung dengan fasilitas untuk mengadakan presentasi. produk ini menyediakan tools untuk menampilkan data presentasi anda. gambar yang dihasilkan oleh vi-con ini bisa di-adjust, demi kelancaran proses conference dengan bandwidth yang tersedia. sebagai informasi, proses conference membutuhkan bandwidth min 512 Kbps. demikian informasinya, mohon maaf menyela diskusi di atas, jika memang membutuhkan informasi tambahan, saya siap membantu.

    thanks,
    Islah

  29. milo said,

    on November 25th, 2008 at 8:02 pm

    permisi….semua peralatan video conference kan agak mahal ya…apakah ada system yang dengan webcam di koneksikan ke PC…terus kita publish melalui webiste perusahaan….dimana client tinggal masukin user dan passwd..maka bisa conference bersama….apakah bisa begitu ? mohon pencerahannya.

    Thanks.


  30. on November 27th, 2008 at 4:12 pm

    Salam,…..
    @ Islah.
    Saat ini namanya Video Conference sudah semakin tinggi tekhnologynya. Dengan Bandwidh 64 saja sudah siap running, mungkin dengna bandwidth segitu masih kurang sempurna karena gambar hanya 10-15 fps. tapi untuk mendapatkan gambar dengan kualitas 20-30fps sekarang sudah bisa di dapat dengan bandwidth 192-256 Kbps. Jadi kalau Vicon harus dengan Bandwidtg 512 Kbps, apa itu tidak terlalu boros Bandwidth, apalagi harga Bandwidth tidak murah.
    Oh ya, yang harus di perhatiin, apakan Vicon itu sudah standard Video Conference (ITU-T)? dengan mengacu ke standard itu, maka dia akan compatible dengan berbagai jenis Video Conference. Kalu belum mengacu pada standard Video Conference mungkin belum bisa di sebut Video Conference.
    @ milo
    Kata2 Vicon itu mahal sekarang bukan jamannya lagi. Kalu mau yang softwarepun sekarang sekitar $200 sudah kita dapet. Dengan itu kita bisa berkomunikasi dimana saja. dengan perangkat MCU kita bisa melakukan conference secara bersamaan.

  31. Ridwan Rusdiantoro said,

    on February 11th, 2009 at 2:38 pm

    Betul Pak. Dengan bandwidth 256 kbps sebetulnya sudah bisa vicon dengan kualitas cukup. Masalahnya bandwidth di Indonesia ini throughput-nya gak terlalu tinggi pak. Saya sering uji coba dengan lokasi-lokasi di Indonesia yang wilayahnya agak terpencil. Bandwidth yang disewa sudah 512 kbps. Kualitas sudah cukup bagus, tapi kestabilannya kurang. Sering putus.

    Peralatan video conference memang murah kalo masih point to point saja. Kecuali kalo multi point, maka perlu MCU seperti yang pak Victor sampaikan. Nah, yang mahal adalah MCU nya ini, yang bisa ratusan juta sampe milyaran. 😀

    Sebetulnya ada sih software open source untuk yang mas milo tanyakan. Web based. Cuma saya belom pernah nyobain langsung jadi gak bisa kasih saran. 😀

  32. aris said,

    on March 19th, 2009 at 1:59 pm

    slam…
    maar sya orang awam mengenai video conference,sya ingin membuat video conference local…,artinya peer to peer gtu dg 2 komputer sja (LAN)..,tpi software ap yang bagus digunakan..?,sya sdah pkai skupe tpi gak teu konfigurasinya ,,

    yang mau sya tanyakan ada gak tutorial/cara configurasinya dg software n harus buat server gak ya????maaf byak tnya..,heee

    mhon pencerahab…,trims

  33. Mauritz said,

    on June 2nd, 2009 at 11:47 am

    Salam kenal nie.. boleh nimbrung yah.. sambil tuker informasi.

    Pak Aris.
    kalau mo buat video conference komputer bisa memakai netmeeting saja.

    Kalau yang disini kebanyakan bisa memakai hardware dan kenyamanan.

    thanks

Leave a reply