« - »

7 Days Licensed NLP Practitioner (Day 1)

Posted on 25 October 2008

Tadi pagi jam 4.30 dini hari, saya telah bangun dan berangkat ke bandara Ahmad Yani, Semarang. Ajaibnya, untuk pertama kalinya saya melihat pintu masuk ruang bandara masih tertutup dan para penumpang pesawat untuk penerbangan pertama sedang berdiri mengantri di depan pintu. Tidak menyangka antrian calon penumpang di bandara yang masih tertutup terlihat seperti antrian pengunjung di Mal Ciputra yang belum dibuka di pagi hari :-).

Kali ini saya meneruskan pembelajaran dengan mengambil pelatihan 7 Days Licensed NLP Practitioner bertempat di Hotel Santika (Jl KS Tubun, Jakarta) bersama Pak Ronny FR serta para peserta yang dahsyat; ada Mas Ikhwan Sopa dengan training E.D.A.N. yang pernah saya ikuti sebelumnya, juga ada Mas Hendry Risjawan dari Trainer’s Club Indonesia (TCI), dll. Saya melihat ada 2 orang tamu pengamat, yaitu Pak Asep dan Teddy. Keduanya merupakan praktisi NLP yang dahsyat pula.

Berhubung para peserta telah menandatangani perjanjian (dalam bahasa Inggris) sebelum mengikuti pelatihan yang training manual-nya di-approve langsung oleh Richard Bandler, maka saya pun memilih untuk tidak menuliskan cuplikan pembelajaran yang saya peroleh.

Karenanya saya akan menulis tentang makanan selama mengikuti pelatihan ini saja ya :-).

Ok, makan siangnya bertempat di Yan’s Palace yang bernuansa oriental.

Sebagai hidangan pembuka, saya pun mengambil sup jagung kepiting dan sepiring kecil salad dan pangsit goreng. Sup jagung kepitingnya cukup enak, serpihan daging kepitingnya pun cukup terasa.

Hidangan utama adalah semangkuk kecil nasi goreng dan sepiring aneka sayur dan lauk seperti Ca Brokoli Polos, Ayam Asam Manis, dan Ca Sapi Lada Hitam. Ca Brokoli-nya cukup lumayan, namun kedua masakan lain cenderung standar saja.

Untuk menutup makan siang kali ini, saya memilih sepotong cake, potongan buah melon, dan Es Tahu dengan buah Lychee kalengan.

Saya pribadi masih memilih makanan di Hotel Ciputra, Jakarta dengan aneka hidangan yang lezat dan sederet kue-kue cantik nan nikmat. Tapi ini masih asumsi awal karena hidangan Hotel Santika ini masih harus saya santap selama 6 hari ke depan.

Malam hari, saya pun mencari informasi di Internet. Berdasarkan hasil dari Googling dan info dari rekan saya Tjia Irawan, saya pun memutuskan untuk menyantap Sop Kaki Kambing Pak Maman di seputaran Kuburan Kober yang terletak tidak jauh dari Hotel Santika.

Berbeda dengan Sop Kaki Kambing dengan campuran susu yang kental, Sop Kaki Kambing Pak Maman ini berkuah bening walau agak keruh karena kaldu dari tulang kaki kambing. Saat menghirup sesendok kuah Sop Kaki Kambing, saya mendapatkan suatu sensasi kuah yang segar. Setelah mengucurkan air perasan jeruk nipis, kuah sop menjadi lebih sensasional; kian segar terasa di mulut.

Hmm, walau Sop Kaki Kambing ini hanya seharga makanan kaki lima (total "kerusakan" adalah Rp 18.500), namun rasanya hidangan ini yang menjadi makanan pilihan saya untuk hari pertama dalam mengikuti pelatihan 7 Days Licensed NLP Practitioner ini.

Sampai berjumpa di tinjauan kuliner pada hari-hari berikutnya..

Popularity: 22% [?]

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya!


2 Responses to '7 Days Licensed NLP Practitioner (Day 1)'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to ' 7 Days Licensed NLP Practitioner (Day 1) '.

  1. Ikhwan Sopa said,

    on November 3rd, 2008 at 4:14 pm

    Mas Hian, senyampang Anda menikmati makanan yang Mas bayangkan, maka Mas merasa semangkin lelap…dan lelaap……semangkin lelaappp…

    Hua..ha..ha…ha.. sukses buat Mas Hian. Doa dan peluk dari jauh.

    Ikhwan Sopa
    Master Trainer E.D.A.N.
    http://milis-bicara.blogspot.com

  2. Hianoto said,

    on November 3rd, 2008 at 4:22 pm

    Wah Mas Sopa sekarang sudah merambah ke Srimulat segala ya, pake istilah “senyampang” segala, hahaha..

    Sukses besar untuk Mas Sopa yang kian E.D.A.N.!

    Thanks atas secuil kisah kehidupan tempo hari ya Mas! Sungguh EDAN!

Leave a reply