Wisata ke Jogjakarta dan Candi Borobudur

Posted on 30 June 2008

Berhubung masih ada tamu keluarga dari Jakarta, maka walaupun kami sudah berwisata di Palm Beach Resort dengan Pantai Bandengan dan pasir putihnya, namun kami juga berangkat berwisata ke Jogjakarta pada hari Sabtu dan Minggu kemarin.

Kami berangkat dari Semarang sekitar jam 8.30, namun karena kelaparan, akhirnya kami pun mampir dahulu di Simpanglima untuk menikmati Bubur Ayam Simpanglima dengan suwiran daging ayah dengan telur kuah kecapnya. Perjalanan ke Jogjakarta cukup ramai, terlihat banyak mobil pribadi yang menuju ke Jogjakarta untuk menikmati liburan juga; maklumlah sedang musim liburan sekolah.

Sampai di Jogjakarta, saya dan Elly segera membungkus Lotek langganan di daerah Colombo dan langsung berangkat ke RM Es Eny di dekat Mal Galeria. Anak-anak pun makan dengan lahap di sana, sementara saya dan Elly menikmati Lotek kesukaan kami.

Usai makan dan menaruh barang bawaan di tempat penginapan, kami pun berangkat menuju ke Kasongan. Kasongan merupakan suatu daerah di Bantul yang menjual berbagai kerajinan tangan dari batu, tembikar, terakota, dll. Ada yang berbentuk semacam tugu kecil dengan aliran air yang menggerakkan bola batu sehingga berputar terus menerus. Ada pula yang berbentuk relief wajah Sang Buddha Gautama dengan aliran air yang mengucur turun. Sungguh kerajinan tangan yang mempesona. Harganya pun relatif lebih murah ketimbang barang-barang serupa yang dijual di berbagai Mall di kota besar seperti Jakarta.

Karena sudah sore, dari Kasongan, kami pun langsung berpindah tempat ke Kotagede untuk menyantap Sate Sapi Karang. Yang paling istimewa bagi saya adalah lodeh tempenya. Biasanya orang memakan sate dengan lontong berbumbu kacang, namun di sini, potongan lontong yang ditata di dalam piring diguyur kuah lodeh tempe. Kuah lodeh yang encer berpadu potongan tempe sungguh menggugah selera. Daging sapinya terasa cukup empuk di lidah. Oh ya, teh manisnya menggunakan gula batu lho, hmmm nikmat bangettt..

sate-karang-kotagedhe-1 sate-karang-kotagedhe-2
Lontong Lodeh Tempe Sate Sapi Karang, Kotagede

 

Usai mandi sore, kami pun berangkat ke Plasa Ambarrukmo (biasa disebut dengan “AmPlas”). Wuih, terjadi kemacetan cukup panjang di Jl Solo karena banyaknya mobil yang antri masuk tempat parkir Plasa Ambarrukmo. Beruntunglah kami mendapatkan tempat parkir di puncak atap plasa tersebut. Anak-anak pun makan malam dengan hidangan Beefbowl dari Goiza. Seperti biasa, saya pun melihat-lihat buku di Toko Buku Gramedia. Wah, koleksi buku-bukunya jauh lebih lengkap dan lebih baru ketimbang di Semarang! Elly berhasil mendapatkan jam tangan G-shock yang dia idamkan dengan harga promo; dan anak-anak pun bermain riang gembira di Timezone.

Sebagai hidangan penutup hari itu, kami pun membeli Nasi Goreng Ketandan, di dekat toko oleh-oleh Bakpia Patuk. Nasi gorengnya terasa begitu pulen, berbaur harmonis dengan keekian, daging ayam, dan potongan sayur. Hmm, sungguh suatu hidangan penutup yang luar biasa.

Keesokan harinya, kami sarapan dengan Nasi Gudeg Yu Djum di daerah Kaliurang km 5. Sebenarnya Nasi Gudeg Yu Djum ini berpusat di kawasan Selokan, namun saya lebih sering makan nasi gudeg yang di Kaliurang.

Selesai makan, Elly dan Emmy berniat mencari berbagai batik untuk oleh-oleh. Nah, saya kebagian tugas untuk menggembalakan 3 anak kambing… eh, salah tulis, mengasuh 3 anak kecil! 🙂 Akhirnya kami memilih untuk berjalan-jalan keliling Jogjakarta dengan menaiki bus Trans Jogja yang masih anyar tersebut.

Impresif! Pelayanan para petugas di shelter Malioboro sangatlah prima. Mereka menjelaskan perbedaan rute 1A (Prambanan) dan 2A (Terminal Jombor) dengan cukup baik dan sabar. Kami pun memilih rute 1A dengan jarak tempuh sekitar 2 jam, agar Elly dan Emmy puas memilih batik di Pasar Beringhardjo dan Mirota Batik. Bis Trans Jogja pun tiba dan kami berempat pun menaiki bis tersebut. Brian, Kayra, dan Jo mendapatkan tempat duduk bersebelahan, sedangkan saya berdiri hingga akhirnya ada penumpang lain yang turun dan saya pun mendapatkan tempat duduk. Kami pun berkeliling melewati Janti, Kalasan, Bandara, Prambanan, Plasa Ambarrukmo, Mangkubumi, dan akhirnya kembali ke Malioboro. Dengan hanya membayar Rp 3.000 /orang, perjalanan selama 2 jam ini cukup nyaman. Pendingin (AC) berjalan dengan baik, kebersihan bis juga sangat terjaga, dan keramahan awak bis membuat saya mengacungkan jempol kepada Trans Jogja. Kiranya kualitas layanan prima ini tetap terjaga baik untuk ke depannya.

bis-trans-jogja  
Brian, Jojo, dan Kayra dalam bis Trans Jogja  

 

Karena waktu yang terbatas, kami mengurungkan niat untuk makan sego abang (nasi dari beras merah) di daerah Wonosari. Akhirnya kami pun makan siang di Ayam Goreng Soeharti. Kali ini, kami memesan satu menu tambahan yaitu Oseng-oseng Daun Pepaya. Wow, enak! Rasa sedikit pahit dari daun pepaya membuat ayam goreng terasa lebih menonjol.

Usai makan siang, kami pun berkemas dan meninggalkan kota Jogjakarta untuk menuju ke Candi Borobudur. Di sana, kami juga akan bertemu dengan keluarga Handoyo (kakak Elly) yang menyusul dari Semarang. Kami tiba di Candi Borobudur pada pukul 4:30 sore. Kami cukup beruntung karena pintu masuk Candi Borobudur ditutup jam 5 sore. Selain itu, cuaca nampak cukup teduh (memang agak mendung, tapi bisa juga karena sudah cukup sore).

 

candi-borobudur-1 candi-borobudur-2
candi-borobudur-3 candi-borobudur-4
candi-borobudur-5 candi-borobudur-6
candi-borobudur-7 candi-borobudur-8

 

Akhirnya kami pun menuju kota Magelang untuk makan malam. Tadinya kami akan makan di RM Pancoran, namun karena tempatnya cukup penuh sehingga tidak ada meja yang cukup untuk rombongan kami, akhirnya kami pun pindah ke rumah makan di sebelahnya (sorry, lupa namanya).

Berakhirlah liburan wisata kami ke Jogjakarta (Kasongan, Kotagede, Malioboro) dan Candi Borobudur. Sungguh mengasyikkan, dan kiranya akan berlanjut terus ke tempat lain yang asyik dengan acara yang makin asyik.

Selamat menikmati hari liburan bersama orang-orang yang Anda cintai!

Popularity: 32% [?]


Palm Beach Resort, Jepara (3)

Posted on 26 June 2008

Pagi hari yang cerah ini kami lewati dengan riuh rendahnya pekik anak-anak yang bermain air di kolam renang. Sambil bermain air, mereka pun sibuk menyantap menu sarapan pagi yang disediakan Palm Beach Resort. Ada Nasi Goreng dengan Sate Udang dan Telur Mata Sapi, ada pula Roti Bakar dengan Omelette.

Seperti tak kenal lelah, anak-anak pun berpindah ke pantai untuk bermain pasir putih dan mengumpulkan kerang dan bebatuan dengan berbagai bentuk

palm-beach-resort-jepara-12 palm-beach-resort-jepara-13
Brian, Josibel, dan Sandy sibuk bermain pasir Brian dengan kerang temuannya

 

Akhirnya kami checkout dari Palm Beach Resort sekitar jam 12:30. Di perjalanan, kami sempat mampir minum Es Dawet Durian di daerah Welahan yang rasanya enak dan menyegarkan. Sayangnya kami tidak kebagian Es Gempol di dekat Kelenteng Welahan yang terkenal itu.

Berakhir sudah perjalanan wisata kami ke Palm Beach Resort, Jepara dengan pemandangan Pantai Bandengan berpasir putihnya. Kiranya kami akan berkunjung ke sana lagi untuk menikmati liburan yang jauh lebih asyik lagi. Ciaoo!!

Technorati Tags: ,,,

Popularity: 21% [?]


Palm Beach Resort, Jepara (2)

Posted on 25 June 2008

Sore tadi, usai anak-anak tidur siang, kami pun bermain di kolam renang yang tepat berada di depan paviliun yang kami inapi. Anak-anak dengan riang gembira bermain air di sana.

palm-beach-resort-jepara-7  
Brian, Kayra, Josibel, dan Sandy  

 

Usai berenang, kami pun berjalan kaki menuju pantai yang hanya berjarak belasan meter dari kolam renang. Hmm, enak sekali menapakkan kaki di pasir yang berwarna putih bersih, disertai suara debur ombak yang menggelora. Rasanya asyik sekali.

palm-beach-resort-jepara-8 palm-beach-resort-jepara-9
Pantai Bandengan dengan pasir putihnya Menjelang matahari terbenam

 

palm-beach-resort-jepara-10 palm-beach-resort-jepara-11
Brian dan ember berisi batu karang temuannya. Brian dan Elly tengah berpose di tepi pantai
Technorati Tags: ,,,

Popularity: 21% [?]


Palm Beach Resort, Jepara (1)

Posted on 25 June 2008

Hari ini saya beserta Elly, Brian, dan sekeluarga besar berangkat berlibur ke Jepara. Tempat tujuan kami adalah Palm Beach Resort di sekitar Pantai Bandengan. Walau berangkat cukup pagi, sekitar jam 10, namun kami baru tiba di Palm Beach Resort sekitar jam 1 siang. Soalnya kami mengalami sedikit kemacetan di daerah Sayung dan harus bertanya beberapa kali kepada orang yang kami temui di pinggir jalan untuk menemukan lokasi Palm Beach Resort ini; maklumlah, ini adalah kali pertama kami berangkat ke resort ini.

Setelah tiba, kami pun terkesima melihat tatanan paviliun rapi berjajar, dengan pantai berpasir putih dan debur ombak yang pelan. Kami memesan 2 paviliun lengkap dengan fasilitas ruang makan dan dapur. Setiap paviliun menggunakan nuansa perabotan yang berbeda; ada yang bernuansa Oriental, ada yang bernuansa Modern Minimalis. Paviliun kami berjajar dan menghadap ke kolam renang. Dari sini, kami bisa melihat pantai berpasir putih dan laut.

 

palm-beach-resort-jepara-1 palm-beach-resort-jepara-6
Tampilan tampak depan paviliun Pemandangan depan paviliun

 

palm-beach-resort-jepara-3 palm-beach-resort-jepara-2
Paviliun bernuansa Oriental Paviliun bernuansa Modern Minimalis

 

Technorati Tags: ,,,

Popularity: 21% [?]


Pindah Hosting (lagi)

Posted on 24 June 2008

Ya, bila Anda cermati, pada bulan Mei dan Juni 2008, situs ini mengalami beberapa permasalahan.

Pertama, situs ini sempat dikategorikan sebagai situs yang memuat kode berbahaya (malicious code) sehingga muncul peringatan dari Google saat pengunjung akan meng-klik URL situs ini dari hasil pencarian di Google. Usut punya usut, memang ada kode <iframe> yang tertambahkan di suatu posting. Saya tidak tahu dari mana, yang jelas, bukan saya yang menulisnya. Nampaknya WordPress punya lubang keamanan yang dimanfaatkan orang untuk melakukan keisengan ini. Sungguh keisengan yang mahal, karena cukup banyak targeted keyword saya yang lepas dan saat ini masih merangkak untuk menunuju posisi asal.

Kedua, situs ini saya pindahkan ke CosaArandaHosting pada bulan Mei 2008. Namun tidak disangka, pada bulan minggu lalu, situs ini tidak bisa diakses. Muncul pesan “Your Account is Suspended”, demikian katanya. Saat membaca posting di forum CosaAranda, akhirnya saya pun menjumpai keluhan yang sama dari beberapa orang. Wow, great!

Ketiga, berdasarkan saran dari partner (dan kembaran) saya Sukarto, akhirnya saya memutuskan untuk membuka account di Bluehost.com. Sungguh suatu keputusan yang tepat, karena dengan U$ 95.4, saya mendapatkan sebuah domain .com gratis, kapasitas hosting tanpa batas, bisa menampung domain sebanyak kita mau. Ya, memang.. ada batasan 100 database MySQL. Tapi itu khan tetap bisa disiasati dengan instalasi WordPress yang digabungkan ke dalam satu database, dengan prefiks nama table yang berbeda.

Nah, bagi rekan-rekan yang ingin berpindah hosting atau mengambil hosting baru di Bluehost, silakan mendaftarkannya lewat link affiliasi Bluehost di bagian bawah posting ini. Anda akan mendapatkan berbagai bonus dari saya (silakan kirim e-mail japri untuk mengetahuinya). Oh ya, sebelum mendaftar Bluehost, pastikan Anda menghapus semua cookies di web browser Anda, agar transaksi tersebut bisa masuk ke account affiliasi saya.

Bluehost-10381393

Popularity: 13% [?]


Artikel Pertama di SekolahOrangtua.com

Posted on 28 April 2008

Wah sempat terkejut juga saat diberitahu oleh Pak Ariesandi Setyono bahwa hasil kerjaan saya beberapa saat lalu akan dimuat di situs SekolahOrangtua.com. Sebenarnya saya hanya membantu Pak Ariesandi dalam mempersiapkan materi tentang throwing tantrum. Namun demikian, saya juga telah mendapatkan beberapa manfaat saat mempersiapkan materi tersebut dan kiranya Anda juga mengalami hal yang sama.

Demikian saya kutipkan secuplik bagian awal dari artikel tersebut:

Tingkah laku kemarahan anak Anda yang masih kecil tidak kunjung berhenti juga hari itu. Terdengar jeritan tingginya begitu memekakkan telinga. Dan banyak barang telah menjadi sasaran kemarahannya. Semua tindakan orangtua jadi salah. Secara naluriah, Anda ingin pergi meninggalkan situasi seperti ini bukan?? Namun ini bukanlah pilihan bijaksana. Pastilah ada solusi pemecahannya.

Hiruk-pikuk si kecil yang sedang berteriak dan menendang ini dapat membuat kita, para orangtua, frustasi. Bagaimana menghadapi situasi ini? Alih-alih melihat kemarahan sebagai suatu bencana, mari kita coba melihat kemarahan sebagai kesempatan untuk belajar.

Untuk lengkapnya, bisa Anda bisa baca di sini

Popularity: 11% [?]


MS-SQL Reporting Service Error “Too many requests in progress for user”

Posted on 25 April 2008

Tadi pagi, seorang rekan memberitahu adanya error di MS SQL Server Reporting Service yang isinya berbunyi “There are currently too many requests in progress for user: “Domain\User”. Please wait until the current requests have finished processing before issuing any more.”

Wah ini error baru yang belum pernah saya hadapi, namun tenang saja, seperti biasa, Google merupakan alat bantu terbaik dalam mengatasi masalah.

Dari hasil googling, saya menemukan solusinya di sini:

Reporting Services memiliki fitur yang mencegah seorang authenticated user melakukan serangan denial-of-service ke server. Pencegahan ini dilakukan dengan membatasi jumlah operasi yang bisa dilakukan seorang user (berdasarkan username). Nah, bila jumlah operasi telah melewati batasan tersebut, maka muncullah error seperti di atas.

Ada dua cara untuk menyelesaikan masalah ini:

Semoga membantu.

Popularity: 9% [?]


Indonesia Bootcamp – Day 1

Posted on 21 April 2008

Hari pertama ini, sesi pertama dibawakan dengan sangat menarik dan begitu hidup oleh Pak Nukman Luthfie. Beliau mengungkapkan “Bagaimana Sukses di Dunia Maya”. Ada beberapa figur orang sukses di dunia maya yang dipaparkan, mulai dari eksportir maya (Pak Tonton Taufik, seorang eksportir mebel rotan), pedagang maya (Pak Roni Yuzirman dengan ManetVision-nya), hingga toko buku online dan toko elektronik/selular online, dll.

Dengan gayanya yang kocak, menghibur, namun menginspirasi, Pak Nukman memaparkan analisa bagaimana mereka bisa meraih sukses di dunia maya. Pertama, mereka harus memiliki suatu konsep yang unik, yang membedakan mereka dengan para pesaingnya. Kedua, mereka tahu persis target pasar yang mereka bidik dan apa kebutuhan mereka. Dan yang ketiga, bagaimana cara mendekati target pasar tersebut.

Sesi kedua cukup singkat, di mana para peserta menonton tayangan video singkat tentang Candi Borobudur yang dibuat oleh Pak Honda. Impresif dan bisa membangkitkan semangat para peserta untuk berkarya demi negeri tercinta, Indonesia.

Sesi ketiga adalah WordPress yang dibawakan oleh Pak Reza Yazdi. Sesi ini adalah sesi teknis mengenai dasar-dasar penggunaan WordPress. Para peserta diajarkan bagaimana memasang WordPress, mengenal Themes dan Plugins, membuat Post dan Page, dll.

Malam harinya, saya dan Sukarto menyantap bebek goreng kremes di rumah makan sebelah hotel tempat kami menginap. Dagingnya cukup empuk, namun ukurannya sungguh kecil; sangat berbeda jauh dengan Bebek Kayu Tangan di Surabaya yang juga saya nikmati bersama Sukarto saat mengikuti Supercamp Becoming a Money Magnet yang lalu.

Usai makan malam dan mandi, kami berdua berkesempatan mengikuti diskusi seru bersama Pak Nukman, Pak Riyeke, Pak Kadek, Robby, dan Tika; mengenai perjalanan hidup para suhu SEO hingga mencapai kesuksesan sekarang ini. Sungguh suatu pengalaman hidup yang sangat menginspirasikan. Setelah itu, ada beberapa peserta lain yang ikut bergabung meramaikan suasana. Kami mengobrol ngalor ngidul, mulai dari Internet Marketing hingga hipnosis hingga sekitar jam 12 malam lebih.

Popularity: 6% [?]


« Previous PageNext Page »